Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 11



"Maksudnya jika orang biasa melihat tempat ini sangat terang benderang padahal gelap gulita selain itu wanita itu membuat ruangan ini harum padahal aslinya yang tadi kamu cium." Jawab Alesandra.


"Wanita jahat itu sangat hebat karena bisa membuat ilusi dan bau busuk yang sangat menyengat tidak tercium malah harum." Ucap pemilik tubuh.


"Memang benar dan Aku tahu kelemahan wanita itu. Jadi sebelum wanita itu masuk ke dalam ruangan ini kamu harus menahan nafas dan pura - pura tidak sadarkan diri karena Aku akan membuat ruangan ini kembali gelap gulita dan bau anyir." Ucap Alensandra


"Kenapa harus melakukan itu?" tanya pemilik tubuh.


"Karena jika seperti ini wanita jahat itu curiga dan rencana kita pasti gagal. Jadi Kamu pura - pura sadar ketika wanita itu masuk ke dalam kamar ini dan perutmu pasti langsung mual, di saat bersamaan wanita itu akan mengubahnya agar ruangan ini tidak bau." Jawab Alesandra menjelaskan.


Pemilik tubuh hanya menganggukkan kepalanya hingga beberapa saat terdengar suara langkah kaki saling bersahutan membuat Alesandra menjentikkan jarinya. Ruangan tersebut langsung kembali bau anyir dan gelap gulita bersamaan pemilik tubuh menahan nafas.


Ceklek


Tiba - tiba pintu terbuka dengan lebar, dua pria berpakaian serba hitam memapah seorang remaja yang tidak sadarkan diri menuju ke arah ranjang kemudian di ikat.


"Ayo kita pergi dari sini, Aku tidak kuat mencium baunya." ucap temannya sambil berjalan dengan langkah cepat.


Tanpa menjawab temannya juga pergi meninggalkan ruangan tersebut kemudian menutup pintu dengan rapat. Sepeninggal mereka Alesandra kembali keluar dari cincin yang dikenakan oleh pemilik tubuh kemudian Alesandra menjentikkan jarinya.


"Sekarang nafaslah karena ruangan ini sudah tidak bau lagi." ucap Alesandra.


"Hah .... Hah ... Hah ...."


Pemilik tubuh menghirup dan membuang nafas sebanyak - banyaknya sedangkan Alesandra menatap ke arah remaja yang masih setia memejamkan matanya bersamaan Alesandra mendapatkan bisikan dari sistem.


"Remaja itu nantinya akan berjodoh dengan putrimu karena itu tugas Nona adalah melindungi remaja itu dan pemilik tubuh agar tidak menjadi korban kejahatan wanita itu."


Ketika Alesandra ingin berbicara tiba - tiba waktu berjalan seperti biasa dan Alesandra mendapatkan informasi dari sistem kalau sistem tidak bisa lama - lama menghentikan waktu karena wanita jahat itu akan curiga jika waktu tiba - tiba berhenti.


'Kalau begitu Aku harus berhati - hati agar tidak ketahuan.' ucap Alesandra dalam hati sambil duduk di sisi ranjang pemilik tubuh.


Hingga tiga puluh lima menit kemudian terdengar suara hembusan angin yang lumayan dingin bercampur aroma busuk membuat Alesandra menatap ke arah pemilik tubuh.


"Tahan nafas dan pura - pura tidak sadarkan diri." ucap Alesandra.


Pemilik tubuh langsung menahan nafas sambil memejamkan matanya sedangkan Alesandra menjentikkan jarinya kemudian masuk ke dalam cincin tersebut. Bau anyir dan ruangan gelap membuat siapa saja takut begitu pula dengan pemilik tubuh.


Hingga terdengar suara pintu terbuka dengan sendirinya bersamaan datangnya angin hingga muncul seorang wanita yang sangat menyeramkan di mana sepasang matanya berwarna merah, dua gigi taring seukuran jari telunjuk dan sepuluh kuku yang lumayan panjang.


Remaja laki - laki yang sejak tadi tidak sadarkan diri perlahan menggeliatkan tubuhnya dan langsung membuka matanya karena mencium aroma yang sangat busuk.


"Aku dimana? Kenapa bau busuk sekali? Kenapa gelap sekali? Hoek .... Hoek .... Hoek ...." Ucap remaja tersebut terpaksa muntah di lantai dekat ranjang.


Pemilik tubuh yang mendengar remaja yang di sampingnya sudah sadar dan muntah - muntah membuat pemilik tubuh membuka matanya sambil mengeluarkan udara yang sejak tadi di tahannya. Pemilik tubuh itupun perutnya langsung bergejolak membuat wanita tersebut menjentikkan jarinya.


"Selamat datang di istanaku." Ucap wanita tersebut.


Pemilik tubuh dan remaja laki - laki tersebut menatap ke arah sumber suara dan melihat wajah cantik seperti bidadari sambil tersenyum menatap Mereka berdua. Bau busuk yang sempat dihirupnya kini hilang entah kemana dan udaranya yang gelap gulita kini terang benderang.


'Apakah ini yang di sebut alam ilusi seperti yang dikatakan Alesandra?' tanya pemilik tubuh dalam hati.


"Darimana kamu tahu kalau Aku membuat alam ilusi? Siapa kamu?" Tanya wanita jahat tersebut sambil terbang ke arah pemilik tubuh.


Pemilik tubuh sangat kaget karena wanita jahat tersebut bisa membaca pikirannya membuat pemilik tubuh bingung sekaligus takut kalau sebentar lagi rahasianya akan terbongkar.