Alessandra

Alessandra
Novel : Suamiku Seorang Psycophath 25



"Nanti Kamu akan tahu." Jawab Alessandra sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat menakutkan."


"Tapi maniskan?" Tanya Alessandra sambil mencapit wajah kucingnya.



"Kalau ini baru terlihat sangat menakutkan." Sambung Alessandra sambil tertawa betapa menggemaskan kucing tersebut.


"Nona, wajah ku yang imut akan jadi jelek jika Nona memainkan wajah ku."


Alessandra hanya tersenyum melihat kucing yang sangat menggemaskan membuat kucing tersebut menghilangkan diri.


Waktu Kembali Seperti Semula


"Sayang, bagaimana gaun pengantin ini?" Tanya Alessandra sambil berjalan ke arah Leon.


"Sangat cantik." Jawab Leon sambil tersenyum dan menatap wajah cantik Alessandra.



"Terima kasih Sayang." Ucap Alessandra.


"Tapi ..." Ucap Leon menggantungkan kalimatnya.


Grep


"Tapi apa Sayang?" Tanya Alessandra sambil memeluk tubuh kekar Leon kemudian melirik ke arah dokter Bela yang wajahnya memerah menahan amarahnya.


"Aku tidak suka bagian tubuh mu di lihat oleh orang lain." Jawab Leon dengan jujur dan terlihat jelas kalau Leon tidak suka hingga Leon tidak membalas pelukan Alessandra.


"Tuan Leon itu tidak suka dengan wanita yang memamerkan tubuhnya terkesan seperti wanita mu...." ucap dokter Bela menggantungkan kalimatnya sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.


'Rasakan Kamu wanita penggoda karena Aku bisa pastikan Tuan Leon sebentar lagi amarahnya akan meledak jika Aku mengatakan hal ini.' Sambung dokter Bela dalam hati.


'Kita lihat siapa yang menang, Aku atau Kamu.' Ucap Alessandra dalam hati.


"Anda siapa? Kenapa ikut komentar? Orang yang berhak komentar adalah suamiku karena suamiku yang berhak atas semua tubuhku. Benar begitu Sayang?" Tanya Alessandra sambil mengusap punggung Leon agar mengurangi amarahnya.


"Tentu saja." Jawab Leon sambil membalas pelukan Alessandra.


Cup


"Terima kasih Sayang." Ucap Leon kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.


'Si*l, dasar wanita jala*g.' Ucap dokter Bela dalam hati.


'Cihhhhh... yang pantas di sebut wanita jala*g adalah Kamu, kelakuannya tidak pantas dengan profesinya.' Ucap Alessandra dalam hati.


"Sayang, Dia siapa?" Tanya Alessandra sambil menunjuk ke arah dokter Bela.


"Oh Dia dokter pribadi ku sekaligus teman baik Ku, oh ya Bela perkenalkan ini istriku." Ucap Leon memperkenalkan istrinya.


"Hallo, Aku dokter Bela teman waktu sekolah hingga Kami lulus sekolah." Ucap dokter Bela memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"Sayang, bisa tidak dokter pribadinya di ganti dokter pria?" Tanya Alessandra dengan nada manja tanpa membalas uluran tangan dokter Bela.


"Kenapa mesti di ganti?" Tanya Leon.


"Aku cemburu Sayang, jika suamiku dekat dengan wanita lain." Jawab Alessandra dengan wajah pura-pura cemberut.


"Tidak bisa, Nyonya tidak berhak karena yang berhak mengganti dokter adalah Tuan Leon." Ucap dokter Bela dengan nada kesal.


"Kalau suamiku tidak mau ganti dokter pria, besok Aku mau mencari dokter pria." Ucap Alessandra tanpa memperdulikan ucapan dokter Bela.


"Aku tidak akan ijinkan Kamu dekat dengan pria lain." Ucap Leon dengan nada tegas.


"Kalau begitu ganti dokter Bela dengan dokter pria." Ucap Alessandra.


"Kalau Kamu sakit, bagaimana? Tidak mungkin dengan dokter pria." Ucap Leon dengan nada kesal.


'Walau Aku dan Bela teman dekat tapi Aku tidak ada perasaan dengan Bela karena itulah jika istriku sakit maka Aku tidak akan cemburu.' Ucap Leon dalam hati.


'Rasakan Kamu wanita jala*g, Tuan Leon tidak akan mungkin mengganti diriku dengan dokter pria karena Tuan Leon lebih percaya dan perduli padaku. Aku sangat yakin suatu saat nanti Tuan Leon akan meninggalkan dirimu.' Ucap dokter Bela dalam hati.


'Kita lihat siapa yang menang dan siapa yang kalah.' Ucap Alessandra dalam hati.


"Alessandra, sudahlah biarkan dokter Bela menjadi dokter pribadi Kita." Ucap Leon berusaha membujuk Alessandra.