Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 48



David terdiam tanpa menjawab pertanyaan dokter Karen karena David belum mencerna apa maksud perkataan istrinya.


"Maksud nya kita melakukan seperti yang biasa suami istri lakukan?" tanya David memastikan setelah beberapa saat dirinya berpikir.


"Iya." Jawab dokter Karen dengan singkat sambil menutupi wajahnya.


David yang melihat istrinya malu langsung tersenyum dan membuka ke dua tangan dokter Karen.


"Kamu kenapa malu hmmm... Tentu saja kita akan tetap melakukannya. Kamu tahu kamu adalah wanita pertama yang melakukannya bersamaku sama seperti dirimu kalau Aku pria pertama yang melakukan hubungan suami istri. Semua suami istri pasti melakukannya apalagi Aku baru mengetahui kalau ternyata rasanya nikmat. Kenapa kamu tanyakan itu?" tanya David sambil berusaha menahan hasratnya karena membicarakan hal itu.


"Bolehkah jika kita bermain dengan lembut? Karena kalau wortel import langsung dimasukkan ke punyaku sangat perih dan sakit." ucap dokter Karen dengan wajah memerah menahan rasa malu.


Sambil berbicara dokter Karen menyatukan ke dua ibu jari telunjuknya lalu dipisahkan kemudian disatukan kembali lalu dipisahkan kembali, seperti itu secara berulangkali.


"Sayang, apa itu wortel import? Apa maksudmu Aku membeli wortel import lalu dimasukkan ke punyamu?" tanya David dengan wajah bingung yang mengira dokter Karen menyuruhnya membeli wortel import.


Tanpa menjawab pertanyaan David, tangan kanan dokter Karen yang gemetar diarahkan ke bawah perut David dan memegang wortel import yang sudah mulai menegang menjadi bertambah tegang ketika dokter Karen menyentuhnya.


Hal itu membuat David memegang tangan dokter Karen dan menjauhkan wortel importnya.


"Maafkan Aku sayang, Aku janji kita akan bermain dengan lembut." ucap David.


"Oh ya sayang kenapa adik kecilku di sebut wortel import?" Tanya David penasaran.


"Karena punya honey sangat besar makanya Aku menyebutnya wortel import." Jawab dokter Karen dengan wajah seperti kepiting rebus.


"Sayang, punyaku tegang karena ulahmu nich." ucap David sambil menatap mata dokter Karen dengan tatapan mesumnya.


Dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun melakukan hubungan suami istri. Sesuai perkataan David, David melakukan dengan perlahan dan memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga terdengar suara merdu keluar dari mulut mereka berdua.


Hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Mereka saling berpelukan dan memberikan kenyaman masing - masing.


"Terima kasih Sayang dan maafkan perbuatanku." Ucap David yang menyesali perbuatannya.


"Sama - sama honey. Sudahlah honey lupakan yang dulu - dulu dan sekarang kita menatap masa depan kita." ucap dokter Karen sambil mengusap punggung David dengan lembut.


David tersenyum sambil masih memeluk dokter Karen dengan tangan kiri dan tangan kanannya membelai rambut dokter Karen dengan lembut.


"Terima kasih sayang. Kita ke kamar mandi dulu setelah itu kamu boleh tidur." Ucap David sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Karen.


Dokter Karen hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. David dan dokter Karen pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


'Semoga Aku bisa menghilangkan sisi dendamnya padaku." ucap dokter Karen dalam hati dan penuh harap.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah selesai mandi karena David kembali meminta melakukan hubungan suami istri. Mereka memakai pakaian santai dan duduk di sisi ranjang sambil mengobrol dan tertawa bersama.


Dokter Karen tiba - tiba teringat dengan ponselnya membuat dokter Karen mencari ponselnya di samping tempat ranjang dan meja dekat ranjangnya tapi ditemukan membuat David menatap dirinya.


"Honey, apakah honey membawa ponselku?" tanya dokter Karen.


"Tidak memangnya kenapa sayang?" tanya David dengan wajah bingung.


"Aku mau menghubungi ke dua sahabatku tapi ponselku lupa Aku taruh di mana." jawab dokter Karen sambil masih mencari ponselnya.


"Tapi ponselku penuh dengan kenangan." ucap dokter Karen sambil membuka lemari pakaian karena di dalam tas tidak ada.


David menarik tangan dokter Karen sambil menatapnya dengan tatapan curiga sedangkan dokter Karen terkejut dengan perubahan mendadak suaminya di mana wajahnya sangat menyeramkan.


"Apakah ponsel itu pemberian kekasihmu?" tanya David dengan nada cemburu.


"Tidak honey, waktu Aku ingin membeli ponsel itu Aku harus menabung. Mommy dan Daddy sebenarnya mau membelinya tapi Aku tidak mau. Karena itu Aku tidak jajan dan membawa bekal dari rumah agar uang sakunya aku tabung buat beli ponsel." Jawab dokter Karen menjelaskan.


"Oh aku mengerti, nanti Aku suruh Michael mencarinya. Oh ya sayang Aku minta untuk tidak membicarakan atau bercerita apapun tentang masa lalumu bersama orang tuamu karena jika kamu menceritakannya membuat rasa dendamku muncul dan ingin menyiksamu dan Aku harap kamu mengerti. Seperti saat ini Aku lagi berusaha menahan untuk tidak melukaimu." ucap David dengan nada serius.


"Baik honey Aku mengerti. Honey." panggil dokter Karen mengalihkan pembicaraan.


"Ya sayang, ada apa?" tanya David sambil masih menatap ke arah dokter Karen namun pandangan matanya jelas kalau David sedang berusaha menahan emosinya.


"Bolehkah Aku memelukmu?" pinta dokter Karen dengan mata berbinar.


"Boleh, kenapa ingin memelukku?" tanya David heran sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


"Memeluk honey membuatku merasa nyaman dan tenang." jawab dokter Karen jujur sambil membalas pelukan suaminya dan hidungnya mengusap - ngusap ke dada bidang suaminya.


"Honey jangan digerak - gerakan terus." pinta David.


"Memang kenapa?" tanya dokter Karen dengan Wajah bingung.


"Wortel importku jadi tegang." bisik David.


"Maaf honey." jawab dokter Karen sambil hidungnya berhenti mengusap - ngusap ke dada bidang suaminya.


"Tidak apa-apa sayang, hanya saja saat ini cukup dua ronde tapi nanti malam jadi 3 ronde." bisik David.


"Ish ... Ish ... Suamiku yang tampan ini ternyata mesum juga." Ucap dokter Karen sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan David.


"Mesum sama istri memangnya tidak boleh? Kamu tambah pintar menggombal ya." ucap David sambil mencubit hidung mancung istrinya.


"Harus kalau tidak Aku akan cemburu. Mengenai honey tampan, Aku serius honey dan Aku tidak menggombal kalau honey itu sangat tampan." ucap dokter Karen dengan wajah serius.


David tidak menjawab ucapan dokter Karen, hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.


'Apa yang dikatakan Alesandra memang benar, Aku harus bisa menghilangkan dendamku karena Aku ingin hidup bahagia.' Ucap David dalam hati.


Tanpa sepengetahuan dokter Karen kalau dokter Alesandra menghubungi David di mana dokter Alesandra menasehati David agar melupakan dendamnya. David awalnya tidak mau malah meminta alamat dokter Karen namun dokter Alesandra tidak akan memberikannya jika David tidak berubah.


Setelah tiga hari berpikir akhirnya David menghubungi dokter Alesandra kalau dirinya akan berusaha melupakan dendamnya dan berusaha untuk tidak menyakiti dokter Karen.


Dokter Alesandra akhirnya meminta David untuk menunggu di kamarnya di mana dokter Karen akan datang menemui dirinya seperti yang tadi diceritakan di atas dokter Karen menemui suaminya di kamar milik David.


David akan berusaha menghilangkan jiwa psycophatnya sedangkan dokter Karen yang mendapatkan nasehat sahabatnya untuk melakukan tiga hal. Yaitu pertama tidak mengungkit tentang masa lalu, yang ke dua menceritakan tentang ke dua orang tuanya dan yang ke tiga atau yang terakhir jika jiwa psycophat David bangun, dokter Karen jangan memancingnya keluar.


Dokter Karen harus memeluknya dan menceritakan sesuatu sampai jiwa psycophat kembali tidur. Memang sangat berat tapi demi menebus dosa - dosa orang tuanya dokter Karen rela melakukan itu semua walau nyawa bisa jadi taruhannya.