
Alessandra melihat ruangan kamar sangat berantakan, bau apek dan tidak pernah dibersihkan. Alessandra melihat Michael sedang membelakangi pintu kamarnya karena Michael sedang menatap ke arah balkon, Alessandra belum melihat wajah Michael.
"Siapa kamu main teriak - teriak memang disini hutan!" bentak Michael karena mendengar teriakan Alessandra di kamarnya.
"Lha Kak Michael juga kenapa teriak - teriak? Memang disini hutan!! teriak Alessandra mengikuti perkataan Michael.
"Siapa kamu, memanggilku kak Michael?" tanya Michael dengan nada membentak.
"Aku Alessandra, Almarhum Mommy Aku bersahabat dengan Mommy Kak Michael." jawab Alessandra menjawab pertanyaan Michael.
Tanpa menunggu jawaban Alessandra memajukan langkahnya karena Alessandra tidak tahan dengan baunya lalu berjalan menuju ke arah balkon melewati Michael dan membuka pintu balkonnya sambil membuka tirai - tirai. Namun ketika tangannya memegang tirainya ditahan oleh Michael
"Apa hakmu membuka tirai jendelaku, KELUAR !" bentak Michael sambil menarik tangan Alessandra untuk melihat wajah Alessandra membuat Alessandra langsung menepis tangan Michael.
Michael memandang Alessandra dengan tatapan amarah yang memuncak sedangkan Alessandra yang melihat wajah Michael sempat terkejut tapi langsung merubah ekspresinya.
"Kamar kak Michael bau dan Aku tidak tahan dengan baunya supaya bau kuman keluar dari ruangan ini makanya Aku membuka tirai dan jendela." jawab Alessandra menjelaskan.
"Tidak boleh, ini kamarku! Kamu jangan berbuat seenaknya, PERGI" bentak Michael lagi.
"Sekali lagi teriak Aku selotip mulut Kak Michael dan Aku matikan mesin otomatis kursi roda Kak Michael agar kak Michael tidak bisa menggerakkan badan." ancam Alessandra dengan nada kesal.
"Kamu berani?"tanya Michael dengan nada membentak.
"Berani kenapa taku? Memangnya Kak Michael bisa melawanku." ledek Alessandra.
"Aku akan memukulmu, pergi!" bentak Michael lagi.
"Silahkan Aku tidak takut, Aku mau membereskan kekacauan yang kak Michael buat dan membersihkan kamar kak Michael yang bau apek. Kalau teriak sekali lagi, Aku akan menonaktifkan mesin otomatis dan membuat Kak Michael tidak bisa bergerak." ancam Alessandra lagi.
"Kamu berani ya sama Aku? pelayan!" teriak Michael.
Alessandra berjalan dengan santai melewati Michael dan langsung menonaktifkan mesin otomatis kursi roda milik Michael.
"Sekarang bagaimana mau teriak lagi? Aku sudah siapkan lakban untuk menutup mulut Kak Michael, maukah?" ucap Alessandra sambil tersenyum devil.
Michael diam karena kursi rodanya tidak bisa digerakkan daripada bersuara dan berakhir mulutnya dilakban terpaksa dirinya pasrah dan membiarkan gadis itu membereskan kamarnya.
Michael memang mengakui kamarnya memang bau dan tidak nyaman tapi karena kesedihannya membuatnya tidak memperdulikannya.
Setengah jam kemudian kamarnya kini sudah bersih dan harum, Michael merasa nyaman tapi kesedihan dan kekecewaan membuatnya terdiam. Alessandra mengambil makanan yang ada di troli.
"Sekarang makan." pinta Alessandra dengan nada lembut
"Aku tidak lapar." jawab Michael santai karena ingin membalas apa yang tadi Alessandra lakukan.
"Makan kalau tidak ..." Ucap Alessandra menggantungkan kalimatnya.
"Kalau tidak apa? Menutup mulutku dengan selotip? Silahkan aku tinggal bilang ke Mommy Ku kalau kamu menyiksaku." jawab Michael dengan senyum kemenangan.
Alessandra berfikir bagaimana caranya Michael memakannya. Sedangkan Michael tertawa melihat tingkah Alessandra yang sedang berfikir.
"Aku tahu caranya?" ucap Alessandra sambil tersenyum devil.
"Apa?" tanya Michael dengan wajah bingung.
'Waduh apa yang akan dilakukan gadis aneh ini?' Tanya Michael dalam hati.
"Aku akan mencubit kaki kak Michael supaya mau makan bagaimana mau makan tidak?" tanya Alessandra.
"Silahkan Aku tidak takut. Mau kamu cabut bulu kakiku silahkan, lakukan semau mu." ucap Michael dengan tersenyum kemenangan karena Michael tahu kedua kakinya tidak akan mungkin merasakan sakit karena Michael pernah mencobanya.
Alessandra duduk berlutut di hadapan Michael sambil menatap wajah Michael.
Tiba - tiba Michael menatap Alessandra dengan tatapan sendu karena merasa dirinya tidak berguna dan dia tahu Alessandra akan mengejeknya karena kakinya sama sekali tidak bisa merasakan sakit sama sekali baik dipukul ataupun dicubit.
Alessandra maju menggulung celana Michael untuk mencari titik saraf sedangkan Michael hanya memandang sinis dan meremehkan apa yang dilakukan oleh Alessandra.
"Akhhhhhhhh sakitttttt .... Kamu apakan kakiku?" tanya Michael sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat pada kaki kanannya.
Michael berteriak kesakitan sedangkan Alessandra hanya tersenyum memandangi wajah Michael yang kesakitan tanpa ada rasa jijik sekalipun.
"Lho katanya terserah aku, mau diapain kaki Kak Michael? kenapa sekarang protes?" tanya Alessandra sambil menaikkan salah satu alis matanya.
Michael hanya terdiam dan selang beberapa menit kemudian Michael terkejut.
"Tunggu kenapa aku merasakan sakit? Aku sering memukul pakai tanganku tapi aku tidak merasakan sakit apapun. Badanku jadi agak lumayan enak, tolong sentuh lagi?" pinta Michael.
"Makan dulu setelah itu minum obat nanti satu jam lagi aku sentuh lagi kaki kak Michael, setuju?" Tanya Alessandra.
"Baiklah, kenapa kamu tidak takut melihat wajahku?" tanya Michael merubah suaranya yang tadi membentak kini dengan nada lembut.
"Kenapa harus takut? Wajah Kakak biasa saja kenapa mesti takut memangnya Kak Michael hantu?" tanya Alessandra santai.
"Aish kamu itu senangnya bikin aku kesel, ya sudah ambil makanan itu, Aku laper mau makan." jawab Michael dengan nada kesal namun dalam hatinya sangat bahagia.
"Ok." jawab Alessandra singkat
Alessandra mengambil makanannya kemudian menyuapkan Michael. Awalnya ingin makan sendiri tapi Alessandra memaksa ingin menyuapkannya dan akhirnya Michael pasrah hingga sesendok demi sesendok makanan itupun habis.
Ada sebutir nasi menempel di bibir Michael dan Alessandra memajukan wajahnya dan tangannya pun ikut maju hal itu membuat Michael terkejut dan langsung menutup matanya karena mengira dirinya akan di cium.
"Kak Michael kenapa menutup mata? takut kucium ya hahahaha... " ucap Alessandra sambil tertawa lepas.
"Tidak? rugi aku dicium kamu? kamu memangnya mau ngapain?" tanya Michael mengalihkan pembicaraan.
Alessandra memajukan tangannya kembali dan menyentuh mulut Michael dan mengambil sebutir nasi dan membersihkan mulut Michael dengan tangannya.
"Ambil ini." ucap Alessandra memperlihatkan sebutir nasi.
Michael diam dan menunduk malu sedangkan Alessandra mengambil air minum dan juga obat. Michael melakukan apa yang diperintahkan Alessandra membuat Alessandra tersenyum.
Kemudian Alessandra membereskan semuanya dan membawa keluar namun ketika hendak membuka pintu, Michael meminta biar pelayan yang membereskannya dan meminta Alessandra menemaninya untuk mengobrol.
Michael menghubungi pelayannya untuk mengambil piring dan gelas yang kotor. Mereka berdua mengobrol hingga akhirnya Alessandra maju dan mengaktifkan kembali mesin otomatis kursi roda sedangkan Michael sudah tidak marah dan teriak seperti tadi.
"Makanannya enak dan jujur baru kali ini Aku memakan makanan selezat ini, apakah kamu yang memasaknya?" tanya Michael penuh harap.
"Tidak...." jawab Alessandra dengan nada santai.
"Aku kirain kamu yang memasak." ucap Michael dengan wajah sedih.
Michael tidak tahu kenapa Michael ingin sekali kalau Alessandra yang memasaknya untuk dirinya.
"Tidak salah maksudnya hahaha...." ucap Alessandra sambil tertawa lepas.
"Kamu itu ya." ucap Michael dengan nada kesal sekaligus bahagia mendengarnya.
Michael mendekati Alessandra dan menggelitik pinggangnya hal itu tentu saja membuat Alessandra berusaha menghindarinya dengan cara berlari sambil menggoda Michael.
Michael menarik tangan Alessandra karena tarikannya agak kencang Alessandra jatuh dipangkuan Michael. Mereka saling terdiam beberapa saat sambil saling memandang.
"Oh ya mau dilanjutkan lagi?" tanya Alessandra mengalihkan perhatiannya sambil turun dari pangkuan Michael.
"Melanjutkan apa?" tanya Michael.
"Melanjutkan menyentuh kaki kak Michael." Jawab Alessandra
"Silahkan." jawab Michael.
Alessandra menggulung celana Michael kemudian Alessandra mulai mencari titik saraf kaki Michael. Teriakan demi teriakan yang keluar dari mulut Michael membuat Ibunya Michael masuk bersama kepala pelayan.
Ceklek
"Alessandra apa yang kamu lakukan terhadap putraku?" tanya Mommynya Michael yang sangat terkejut mendengar teriakan anaknya.
"Hanya menyentuh kaki kak Michael tante." jawab Alessandra jujur.
"Ke dua kakinya tidak bisa digerakkan dan tidak bisa merasakan sakit? Tapi Kenapa bisa Michael berteriak kesakitan?" tanya Mommynya Michael.
"Tanya sama kak Michael tante." jawab Alessandra.
"Michael, mana yang sakit?" tanya Mommynya dengan nada lembut.
"Kakiku Mom, tapi sekarang kaki dan badanku jadi merasa enak. Alessandra, kamu apakan kakiku?" tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Maaf sebenarnya dari tadi aku lagi mencari titik saraf kaki Kak Michael. Ternyata tidak terlalu parah mungkin sekitar dua minggu kurang kak Michael bisa berjalan dengan normal." ucap Alessandra.
"Benarkah?" tanya Michael sambil tersenyum mendengar ucapan Alessandra.
"Benar, lebih bagus lagi kalau Kak Michael mau operasi wajahnya biar tambah tampan, sekarang sudah tampan tapi lebih tampan lagi kalau mau dioperasi, gimana kak? pamanku mempunyai sahabat yang bisa mengoperasi kak Michael?" tanya Alessandra lembut dan berharap Michael setuju.
"Baiklah Aku setuju." ucap Michael semangat sambil tersenyum.
"Ok. Nanti aku kabarin." jawab Alessandra.
Elisabeth merasa senang anaknya sudah mulai semangat hidup lagi.
"Michael kamu belum makan?" tanya Elisabeth Mommynya Michael.
"Sudah Mom, Alessandra yang memasak dan sudah habis makanannya enak dan juga sudah minum obatnya." jawab Michael sambil tersenyum.
Elisabeth terkejut dan senang mendengarnya terlebih anaknya sudah tidak marah - marah lagi. Elisabeth menghampiri dan bersujud di depan Alessandra mengucapkan terima kasih tapi Alessandra memaksanya untuk berdiri dan memeluknya.
Elisabeth melihat kamar anaknya rapih dan bersih. Elisabeth bersyukur kehadiran Alessandra membawa kebahagiaan untuk anaknya.
"Tante, kak Michael aku pulang dulu ya sudah mau sore. Daddy menungguku pulang." ucap Alessandra.
"Besok kesini lagi ya?" pinta Michael mengharap kedatangan Alessandra.
"Ok. jawab Alessandra singkat.
Alessandra memegang tangan Elisabeth dan mencium punggung tangannya kemudian cipika cipiki sedangkan Michael hanya bersalaman.
Alessandra pulang menuju rumahnya sedangkan Michael merasakan sepi dan berharap hari berlalu dengan cepat agar bisa bertemu kembali dengan Alessandra.
Michael tidak mengerti kenapa kedatangan Alessandra sangat berarti baginya. Michael menatap di meja nakas melihat kacamata milik Alessandra membuat dirinya bertanya - tanya.
"Kenapa kacamata Alessandra di tinggal? Berarti tanpa kacamata Alessandra bisa melihatnya." ucap Michael
Michael mencoba memakai kacamata milik Alessandra.
"Kepalaku tidak pusing berarti ini bukan kacamata minus, besok aku tanya." sambung Michael.
Karena lelah Michael memanggil pelayan untuk tidur dan membaringkan Michael di ranjangnya.
Di tempat yang berbeda, Alessandra pulang ke rumahnya. Badannya sangat lelah dan ingin segera mandi dan istirahat.
Sore hari Alessandra terbangun kemudian mandi, Alessandra belum menyadari kalau kacamatanya ketinggalan karena kalau di rumah Alessandra berpenampilan apa adanya.
Celana pendek, kaos yang pas ditubuhnya dan rambut bergerai sangat cantik, badannya sangat seksi. Semua penghuni mansion yang tinggal di dalam semua perempuan kecuali Daddy David. Sedangkan bodyguard menjaga diluar mansion dan tidur di samping mansion.
Jadi jika ada tamu Daddy David datang bodyguard tersebut langsung menghubungi kepala pelayan dan kepala pelayan memberitahukan ke Alessandra. Alessandra yang berpenampilan cantik langsung lari dan masuk ke kamarnya dan keluar dengan penampilan culun.
"Inikan cantik." Ucap Alessandra sambil menatap ke arah kaca.
"Jangan pasang wajah jelek." Ucap Alessandra usil.
"Apakah Nona mau dikurangi poinnya?"
"Ancamannya jelek." ucap Alessandra sambil membalikan badannya.
Alessandra turun ke bawah dan melihat Daddy David sudah duduk di meja makan. Mereka makan dengan tenang hanya dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Selesai makan mereka berdua duduk diruang keluarga.
"Bagaimana kabar Tante Elisabeth?" tanya Daddy David.
"Sudah mulai sehat, besok Alessandra main ke sana lagi ya Dad." Ucap Alessandra.
"Ok. yang penting kamu jaga kesehatannya." pinta Daddy David.
"Daddy juga ya." jawab Alessandra.
Daddy David hanya tersenyum, selesai berbincang merekapun istirahat di kamar masing-masing.
Alessandra masuk ke kamarnya dan berbaring di ranjang sambil menatap langit - langit kamarnya.
"Sistem." Panggil Alessandra.
"Ya."
"Aku ingin sistem menyamar menjadi Pamanku." Ucap Alessandra.
"Menyamar menjadi Pamanmu?"
"Betul sekali, Aku ingin sistem menjadi Pamanku dan menyamar sebagai dokter yang mengoperasi wajah pemeran utama pria." Jawab Alessandra.
"Ribet lebih baik kasih suntikan atau kasih obat dan langsung merubah wajah buruk menjadi kembali seperti semula."
"Baiklah kalau begitu Kita jalankan rencana agar pemeran utama wajahnya kembali seperti semula." Ucap Alessandra.
"Ok."
Alessandra memejamkan matanya karena besok pagi Alessandra harus bangun pagi karena Alessandra rencana mau masak dari rumahnya dan pergi pagi - pagi ke rumah Michael.