After Darkness

After Darkness
Episode 97



"Anehnya, dia cuma mau makan roti, Dok. Bayiku bisa kekurangan gizi jika begitu terus," keluh Robin yang membuat Elsa memutar bola mata jengah.


Mau tidak mau, Elsa harus ikut Robin untuk memeriksa kandungannya dan di sinilah dia sekarang. Memeriksa kandungannya bersama ayah dari janinnya, jika pasangan lain terlihat sangat antusias, beda halnya dengan Elsa yang benar-benar malas


"Sebenarnya itu hal yang normal, Pak. Setiap ibu yang hamil muda akan mengalami mood yang sering berubah, sensitif dan selera pun bisa berubah. Ini tidak akan berlangsung lama," jawab Dokter itu panjang lebar.


Dokter pun meresepkan vitamin untuk menguatkan kandungan Elsa yang memang masih sangat lemah.


"Oh ya, saya sangat menyarankan agar Bu Elsa tidak melakukan aktifitas yang berat, ya. Jangan sampai kelelahan dan yang pasti jangan sampai stres, karena usia kehamilan ini masih sangat rentan."


"Hem," jawab Elsa dengan malas.


"Saya akan pastikan Elsa tidak akan melakukan hal yang berat, Dok. Terima kasih," sambung Robin.


"Ini resep vitaminnya ya, Pak. Konsumsi dengan teratur."


"Baik, Dok. Terima kasih."


...


Setelah dari Dokter, Robin langsung mengantar Elsa pulang ke apartmentnya. Sepanjang perjalanan, Elsa hanya diam merenung begitu juga dengan Robin, membuat suasana begitu hening.


"Kamu ingin sesuatu?" Tanya Robin untuk memecah keheningan, Elsa hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


Robin pun kembali terdiam, suasana kembali hening hingga Robin sampai di apartement. Elsa langsung turun dari mobil Robin dan Robin pun segera mengikutinya dengan membawa vitamin Elsa.


Sesampainya di apartement, Elsa hendak naik ke kamarnya namun Robin mencegahnya. "Minum dulu vitaminmu, Sa," ujar Robin.


Robin pun segera mengambil air kemudian ia menyusul Elsa ke kamarnya. "Apalagi?" Tanya Elsa kesal.


"Ini..." Robin menyerahkan vitamin Elsa beserta air yang ia bawa, karena malas berdebat, Elsa mengikuti apa yang Robin mau. "Puas?" Tanyanya dan Robin hanya mengedikan bahu.


"Nanti siang akan ada orang yang datang untuk membersihkan apartement, kamu mau makan apa siang ini?" Tanya Robin.


"Apa kata nanti," jawab Elsa ketus.


"Okey, kalau begitu aku pergi dulu. Telfon aku kalau kamu butuh sesuatu," ujar Robin dengan begitu tulusnya namun hati Elsa tidak sedikitpun tersentuh. Alih-alih mengucapkan terima kasih, Elsa justru menutup pintu kamarnya dengan kasar, dan Robin mulai terbiasa dengan perlakuan kasar itu.


...


"Apa kau baik-baik saja, Pak?" Tanya Joanna saat Robin baru saja sampai di kantor.


"Memangnya kenapa?" Tanya Robin dengan kening mengkerut.


"Kemarin bu Anita mencarimu, Pak. Saya jawab saja kalau Pak Robin meng cancel semua jadwal kemarin, " jawab Joanna yang hanya di tanggapi gumamam oleh Robin.


"Oh ya, Pak. Bagaimana dengan surat kontrak kerja bersama Elsa? Apa dia benar-benar akan menjadi asisten pribadi Pak Robin? Lalu saya?" Joanna mencecar Robin dengan pertannyaan itu karena ia sangat takut kehilangan posisinya di kantor Robin, apalagi ia juga naksir Robin dan ingin sekali selalu dekat dengan Robin.


"Kamu tetap fokus pada pekerjaanmu dan jangan mencampuri urusanku, Joanna!" Tegas Robin yang membuat Joanna salah tingkah.


"Maaf, Pak. Saya hanya ingin memastikan posisi saya," jawab Joanna lirih.


"Posisi kamu tidak akan terancam selama kamu bekerja dengan baik!" Tegas Robin lagi.