
Robin pergi ke restaurant nya setelah ia dari kampus, di sana ia di sambut oleh manager restaurant nya yang bernama Rion.
“Oh ya, Pak. Ada yang ingin bertemu dengan mu, dia sudah menunggu sejak tadi” kata Rion yang membuat Robin mengerutkan kening nya dalam.
“Siapa?” tanya nya.
“Saya tidak tahu, seorang wanita” kata Rion. Rion pun membawa Robin menemui wanita itu yang saat ini sedang duduk di dekat jendela dengan segelas kopi di tangan nya.
“Anda mencari saya?” tanya Robin dan seketika wanita itu mendongak, Robin menatap wanita itu dengan kening berkerut apa lagi ia merasa sangat tidak asing dengan nya.
“Apa kita pernah bertemu sebelum nya?” tanya Robin.
“Ini aku, Rob. Hannah” kata Hannah “Istri nya Jimmy, kita pernah bertemu saat Tante Anita menjenguk ku di rumah sakit saat aku melahirkan Lia” kata Hannah lagi dan seketika Robin mengangguk anggukan kepala nya. Ia pun duduk di kursi yang ada di dapan Hannah sementara Rion meninggalkan mereka.
“Maaf, aku tidak mengingat mu, Hannah” kata Robin.
“Tidak apa apa, kita memang hanya bertemu sekali” jawab Hannah “Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu”
“Tentang apa?” tanya Robin, kemudian Hannah merogoh sesuatu dari tas nya dan menyerahkan nya pada Robin, Robin terkejut melihat foto Elsa yang di sodorkan oleh Hannah namun Robin berusaha bersikap biasa saja “Kenapa?” tanya Robin tenang.
“Dia ini, aku baru tahu dia adalah model di bawah naungan perusahaan agensi Papa mu. Dan aku dengar, sekarang Papa mu sakit dan kamu mengambil alih perusahaan. Jadi aku minta tolong sama kamu untuk mencari tahu siapa model ini...” kata Hannah yang tentu membuat pupil mata Robin membesar.
“Kenapa?” tanya Robin lagi meskipun ia sudah menduga jawaban Hannah akan seperti apa.
“Dia selingkuhan Jimmy” desis Hannah mengepalkan tangan nya, Robin ber oh ria meskipun ia sudah tahu hal itu.
“Aku rasa, dia sudah lama berhenti menjadi model” kata Robin kemudian.
“Iya, Han. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa cek sendiri siapa saja ada di bawah naungan angensi Papa” jawab Robin “Tapi setahu ku, wanita itu sudah pulang ke Surabaya. Tempat asal nya”
“Apa kamu tahu alamat nya yang di Surabaya?” tanya Hannah dan ia tampak bersemangat sekali.
“Tidak, aku tidak tahu” jawab Robin dan ia tidak tahu kenapa diri nya bisa berdusta seperti ini “Memang nya untuk apa kamu menemui nya? Wanita itu sudah pergi, mungkin juga dia sudah mengakhiri hubungan nya sama suami mu”
“Aku tidak perduli, mau dia sudah mengakhiri perselingkuhan nya atau tidak, aku ingin sekali memberi nya pelajaran” desis Hannah bahkan sambil memukul meja di depan nya.
...
Sementara di rumah Elsa, lagi lagi Elsa harus melayani Bu Anita. Menyiapkan air mandi nya, sabun, shampoo, menyiapkan handuk bahkan juga pakaian nya.
“Bodoh sekali, dia sudah tua tapi kenapa masih minta di layani seperti anak anak” desis Elsa sembari mengambil pakaian dalam Bu Anita dan meletakkan nya di atas ranjang. Setelah itu, perhatian Elsa tertuju pada piring kotor yang ada di atas meja di sisi Pak Andrew
“Jadi Bi Sum yang ngasih dia makan? Kenapa Robin tidak menyuruh ku saja? Toh mereka juga satu kamar, sekalian bawa makanan kan ke kamar ini” gumam Elsa dalam hati.
Sementara itu, Pak Andrew yang tadi nya menutup mata kini perlahan membuka mata nya dan tatapan nya langsung tertuju pada Elsa yang juga menatap nya. Pak Andrew menatap Elsa seolah ingin mengatakan sesuatu, bibir nya bahkan sudah bergerak namun ia tak bisa mengeluarkan suara nya. Elsa yang merasa kasihan dan takut Pak Andrew mungkin membutuhkan sesuatu langsung mendekati nya.
“Aaa....” Pak Andrew berusaha bersuara saat Elsa sudah di samping nya.
“Kenapa, Pak?” tanya Elsa dan ia mendekatkan telinga nya ke mulut Pak Andrew, namun bersamaan dengan itu...
“ELSA!!!!” Elsa tersentak mendengar teriakan Bu Anita yang baru saja keluar dari kamar mandi “Kamu mau mencoba menggoda suami ku di kamar ku sendiri, huh?”
“Apa?”