
"Aku juga sudah mendengar sendiri dari Jimmy, Ma. Selama ini Jimmy yang membohongi Elsa, dia tidak tahu kalau Jimmy sudah punya istri." Bu Anita hanya terdiam mendengar apa yang di katakan Robin.
Setelah kejadian tadi, Robin sepakat akan memulangkan Elsa karena Robin tidak mau hidupnya semakin kacau lagi. Meskipun Bu Anita masih sulit percaya pada suaminya dan Elsa, namun faktanya memang tidak ada bukti kuat yang menunjukan bahwa Elsa adalah simpanan suaminya.
Saat ini, Robin dan Bu Anita sedang ada di halaman belakang karena Bu Anita yang tidak mau tinggal di kamarnya. Apalagi Pak Andrew terus menatapnya sambil menangis, sehingga Robin terpaksa membawa Mamanya ke halaman belakang. Menikmati angin malam yang begitu sejuk.
"Aku yang salah, Ma. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menuduh Elsa hanya karena beberapa lembar foto bersama Papa, tapi aku rasa, kita harus mengakhiri semua ini, Ma," ucap Robin.
"Mengakhiri bagaimana? Apalagi yang perlu di akhiri?" tanya Bu Anita dengan suara lirih.
"Pernikahan Mama dan Papa," ujar Robin yang membuat Bu Anita langsung terhenyak, ia menatap Robin dengan begitu nanar, tak pernah menyangka Robin akan mengucapkan hal yang bahkan tidak pernah ia fikirkan.
"Robin, bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu?" tanya Bu Anita dengan suara yang tercekat di tenggorokannya.
"Memang apa yang mau Mama pertahankan? Pernikahan ini cuma buat Mama terpuruk, sedih, Mama cuma hidup dengan luka dan air mata, apa Mama mau, seumur hidup Mama seperti ini terus?" tanya Robin dengan suara yang rendah, Bu Anita langsung meneteskan air matanya mendengar apa yang di ucapkan Robin.
"Kamu tidak mengerti, Robin." lirih Bu Anita yang membuat Robin menghela nafas berat.
"Entah aku yang tidak mengerti atau Mama yang tidak mau sadar diri."
.........
Elsa membereskan barang-barangnya dengan antusias, dan ia sangat tidak sabar untuk pulang dan keluar dari rumah yang menyesakkan itu.
Alasan Elsa pergi ke kamar Pak Andrew tadi Karena Elsa mendengar teriakan Bu Anita, awalnya ia cuek saja. Namun karena penasaran, Elsa pun mendatangi kamar mereka dimana pintunya terbuka lebar, dan Elsa sangat terkejut melihat apa yang di lakukan Robin pada ayahnya.
"Itu lah bocah, di kasari sedikit, semakin menjadi. Di manisin sedikit langsung tersentuh." gumam Elsa.
Tinggal di bawah atap yang sama dengan Robin membuat Elsa mulai bisa memahami karakter Robin yang temperament ketika ia di lawan, namun Robin akan berhati sangat lembut jika tidak di lawan.
"Harus bersikap seperti anak kucing saat di depan dia."
.........
Sementara itu, Olga di kejutkan dengan kedatangan orang tak di kenal ke apartmentnya yang katanya datang untuk mengambil barang-barang Elsa. Tentu saja Olga tidak percaya begitu saja,.
"Saya di perintahkan Pak Robin Sriwijaya untuk mengambil barang-barang Nyonya Elsa di sini," ujar pria itu.
"Buktinya mana?" tanya Olga sembari menadahkan tangannya pada orang itu. Orang itu pun mengeluarkan ponselnya dan kembali menghubungi Robin. Tak lama kemudian Robin menjawab panggilannya dan pria itu me load speakersnya.
"Nona pemilik apartement ingin bukti bahwa saya datang untuk mengambil barang-barang Nyonya Elsa, Pak Robin," tukasnya.
"Berikan semua barang-barang Elsa, aku yakin kamu tahu pasti siapa aku, " kata Robin dari seberang telfon.
"Tentu saja aku tahu kamu, anaknya Pak Andrew 'kan? Tapi kenapa kamu yang mengambil barang Elsa?" tanya Olga.
"Karena Elsa tinggal bersamaku."