After Darkness

After Darkness
Episode 47



"Iya, ambil saja." jawab Bi Sum yang membuat Elsa merasa senang.


Namun saat ia hendak mengambil nugget, tiba tiba seseorang menarik rambutnya dan menampar wajah Elsa dengan sangat keras.


Wajah Elsa sampai terhempas kesamping, pipinya langsung mereh dan berbekas jari dari sang penampar. Elsa memegang pipinya dan ie mantap seorang wanita yang sangat asing baginya.


"Elsa!" seru Bi Sum kemudian ia mengusap pipi Elsa yang sangat memerah "Kamu tidak apa-apa, Nak?" tanya Bi Sum cemas.


Elsa enggan menjawab pertanyaan Bi Sum, ia maju selangkah mendekati wanita yang terlihat sangat marah pada Elsa. Elsa mengangkat tangannya ke udara dan


Pllaakkkkk


Dengan amarah yang memuncak, Elsa pun mendaratan tamparan sempurnanya di pipi wanita itu. Membuat wanita mengerang sakit dan ia langsung memegang pipinya yang terasa panas dan perih.


Orang-orang di sekitar mereka pun kini memperhatikan dua wanita muda yang tampaknya akan bersitegang ini.


"Dasar psycho!" desis Elsa


"Dasar wanita murahan!" desis wanita itu yang membuat Elsa terkejut sekaligus bingung.


"Mbak kenal aku? Seenaknya bilang aku wanita murahan, Memangnya aku jual diri ke bapak mu, huh?" teriak Elsa dengan emosi yang menggebu.


"Heh, jaga omongan kamu ya, jangan bawa bawa papa ku," teriak wanita sambil menunjuk wajah Elsa "Kamu itu selingkuh sama suami aku, lupa kamu, huh?" teriak wanita itu lagi.


"Sa, sudah, Sa. Jangan di ladenin," kata Bi Sum hendak menarik Elsa pergi namun Elsa tak mau. Ia tak bergeming di tempatnya.


"Suami yang mana kamu tanya?" desis wanita itu lagi "Apa sebegitu banyaknya suami orang yang kamu goda sampai kamu lupa suamiku yang kamu goda?" geram wanita itu yang tentu saja membuat darah Elsa langsung terasa mendidih.


"Dasar, apa semua istri di dunia ini sudah gila? Disana aku di tuduh selingkuh sama suaminya yang lumpuh, di sini aku di tuduh selingkuh sama suaminya yang bahkan aku tidak tahu namanya," seru Elsa sangat marah.


"Jimmy, namanya Jimmy!" seru wanita itu "Dan aku Hannah, istrinya. Kami punya anak bernama Lia," ucap Hannah yang membuat Elsa langsung mematung, tubuhnya terasa kaku dan bibirnya terkatup rapat.


Jimmy, mengingat namanya saja sudah membuat Elsa merasa jijik.


"Kenapa diam? Sudah ingat? Atau ada Jimmy - Jimmy lain yang menjadi pria simpanan mu?" tanya wanita itu. Elsa masih terdiam namun ia menatap tajam wanita di depannya ini.


'Kamu itu memang wanita murahan, apa sebegitu tidak lakunya kamu sampai menggoda suami orang?" desis Hannah sambil tersenyum miring. Namun tanpa di sangka, Elsa juga melemparkan senyum miringnya pada Hannah.


"Kamu tahu?" Elsa berkata sembari maju selangkah lebih dekat pada Hannah "Suami mu itu mengaku laki-laki bujang, dia mengaku sangat mencintaiku bahkan melamarku. Tentu saja aku terima lamarannya, dia pria mapan, tampan," kata Elsa dengan tenangnya yang membuat Hannah menggeram, ia mengepalkan tangannya dan hendak berbicara namun Elsa tak memberinya kesempatan.


" Tapi..., "seru Elsa dengan cepat sambil menunjuk wajah Hannah " Saat aku tahu dia membodohi ku, dia membohongiku, ya aku tinggalin dia. Aku bahkan sudah memblokir kontak dia. " lanjutnya.


"Tidak mungkin, kamu pasti bohong!" seru Hannah "Buktinya sampai sekarang dia tidak kembali sama aku, kalian pasti masih berhubungan 'kan?"


"Jangan bodoh ya, Mbah Hannah!" seru Elsa "Kalau laki-laki sudah selingkuh dan setelah itu tidak ada penyesalan, jangan cuma salahkan wanita selingkuhannya, itu berarti laki-lakinya yang emang sakit jiwa!" desis Elsa tajam "Kalau aku jadi kamu, sudah aku talak sejuta kali pria seperti itu!" Hannah hanya bisa tercengang mendengar ucapan Elsa yang sama sekali tidak menyangkal hubungannya dengan Jimmy namun justru ia malah memojokan Hannah, selaku istri sahnya.