
Robin meminta orang tua Elsa agar pulang ke apartment supaya mereka bisa beristirahat dengan nyaman, sementara Robin yang akan menjaga Elsa di rumah sakit. Awalnya kedua orang tua Elsa menolak namun Elsa justru membujuk mereka akan pulang.
Setelah mereka pulang, kini tinggal Robin dan Elsa di sana. Keduanya sama-sama diam dan tak bersuara sedikitpun, Robin yang merasa lelah akhirnya merebahkan diri di sofa sementara Elsa hanya bisa menatap pria itu hingga akhirnya ia memberanikan diri memanggil Robin.
"Rob..."
"Robin...."
Robin mendengar panggilan Elsa namun ia tak ingin perduli, hingga ia mendengar suara langkah kaki dan saat membuka mata, ternyata Elsa sudah berada di sampingnya.
"Ada apa?" Tanya Robin sembari beranjak duduk.
"Ada yang ingin aku bicarakan," kata Elsa kemudian ia duduk di samping Robin.
"Tentang apa?" Robin bertanya dengan dingin
"Tentang alasanku tidak mau menikah denganmu." mendengar ucapan Elsa, Robin langsung menatap wanita itu dengan serius, seketika jantung Robin berdetak lebih kencang.
"Bukankah alasannya sudah jelas? Kamu takut nama baik keluargamu tercoreng?" Tanya Robin dan Elsa mengangguk, seketika Robin tertawa sinis.
"Aku sudah tahu, jadi apalagi yang perlu kita bicarakan?"
"Aku mencintaimu...."
Deg
Hati Robin terkesiap mendengar apa yang di katakan Elsa, tawanya seketika terhenti, dan raut wajahnya tampak tegang.
"Apa?" Tanya Robin dengan lirih, mata Elsa kembali berkaca-kaca, bibirnya bergetar, ia menarik tangan Robin, menggenggamnya dan menatap mata pria itu.
"Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu!" lirihnya dengan suara yang dalam.
"Bohong!" Sanggah Robin bahkan ia menghempaskan tangan Elsa dengan kasar membuat air mata Elsa langsung mengalir begitu saja.
"Lalu kenapa kamu menolak lamaranku?" Tanya Robin penuh emosi.
"Karena memang tidak mungkin kita menikah!" balas Elsa dengan emosi pula.
"Apalagi alasannya, huh?" Desis Robin.
"Karena aku bukan wanita yang baik," lirih Elsa dan ia tertunduk lemas, tangisnya pecah bahkan pundaknya sampai bergetar.
"Siapa yang bilang begitu, Els? Hm?" Robin memegang pundak Elsa dengan lembut. "Bagiku kamu wanita yang baik, Els. Aku mohon, terima lamaranku." Ia berkata dengan sangat lirih, memohon.
"Kenyataannya memang begitu...." Elsa mengangkat kepalanya, ia menarik napas dalam dan memberanikan diri menatap Robin. "Sebelum denganmu, aku sudah tidur dengan pria lain bahkan pria itu sudah menikah...!"
"Aku tidak perduli!" Sanggah Robin dengan tegas namun Elsa menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan bisa menjadi pasangan yang baik, Rob. Aku bukan kakak yang baik untuk adikku, bukan anak yang baik untuk orang tuaku, lalu bagaimana bisa aku menjadi pasangan yang baik untukmu dan ibu yang baik dan untuk kita?"
"Alasan yang klise!" Robin kembali menyanggah ucapan Elsa.
"Dengar...." Elsa memegang kedua pipi Robin dan tatapan keduanya kembali bertemu. "Kita tidak akan bisa menjadi pasangan yang baik dan itu bisa berimbas pada anak kita, Rob. Dan aku yakin kamu tahu bagaimana rasanya menjadi anak dari pasangan yang punya ego tinggi." Robin teringat dengan latar belakang keluarganya, dan Elsa benar, ia tahu bagaimana rasanya memiliki orang tua yang sangat egois dan itu membuat hidupnya hancur.
"Aku tidak akan egois, Els. Aku janji akan jadi Papa yang baik, aku janji, Els. Aku janji...." Robin berusaha meyakinkan Elsa, tatapannya begitu sendu namun lagi-lagi Elsa menggelengkan kepala.
"Aku tidak siap menjalani pernikahan, Rob. Aku tidak siap merawat bayi ini, dan mungkin di satu keadaan kamu bisa mengendalikan emosimu, tapi di keadaan yang lain?" hati Robin seperti tercubit mendengar apa yang di ucapkan Elsa karena memang benar, ia tak selalu bisa mengendalikan diri. " Sementara aku? Sudah pasti aku tidak bisa mengendalikan diri, aku terlalu egois. "
"Lalu apa maumu, Els?"
"Aku tidak tahu, tapi ... tapi mungkin ada baiknya kamu menerima Mayra. Aku yakin dia wanita yang baik."
"Baik, jika itu maumu!" dada Elsa terasa sesak mendengar jawaban Robin namun memang ini yang ia mau. "Seperti biasa, aku akan mengalah sama kamu, selalu! Tapi kamu harus ingat! Jika aku bersama wanita lain, maka kamu akan kehilangan aku dan anakmu untuk selamanya!"
Tbc....