
Marah dan merasa di remehkan, itulah yang Robin rasakan setelah Elsa dengan begitu berani nya menodongkan pisau pada nya. Robin mulai merasa ia melakukan kesalahan dengan membawa Elsa ke rumah ini apa lagi cara balas dendam nya dengan menjadikan Elsa pelayan Mama nya.
"Sebaik nya aku pulang saja dia, akan ku beri hukuman yang lain" gumam Robin "Atau aku rusak saja wajah cantik nya itu? Bukan kah itu aset nya untuk menggoda para pria?" Robin tersenyum miring membayangkan rencana jahat nya itu.
Sementara itu, Elsa kembali melakukan tugas nya. Ia mengantarkan makan malam ke kamar Bu Anita namun Elsa tak melihat Bu Anita ada di ranjang nya, Elsa melirik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.
"Dia bisa ke kamar mandi sendiri, lalu kenapa terkadang dia masih menyuruh ku?" desis Elsa kesal. Ia meletakkan nampan nya di atas nakas dan kemudian ia melirik Pak Andrew yang saat ini menatap nya. Elsa masih penasaran sebenar nya apa yang terjadi, apa lagi dari tatapan Pak Andrew yang seolah ia meminta pertolongan. Elsa memberanikan diri mendekati Pak Andrew, bukan untuk menolong nya melainkan untuk memeriksa obat yang di berikan oleh Robin. Elsa memfoto nya dan kemudian dengan cepat kembali ke tempat nya semula dan bersamaan dengan itu Bu Anita keluar dari kamar mandi.
"Makanan anda, Nyonya" kata Elsa bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa apa .
Bu Anita hanya memandang Elsa dengan sinis, ia mendorong kursi roda nya, Elsa pun membantu Bu Anita untuk naik ke atas ranjang.
"Ada lagi yang anda butuhkan?" tanya Elsa lagi.
"Keluar!" satu kata itu terucap dengan begitu dingin dan penuh kebencian, Elsa sempat terkesiap karena tak pernah ada yang berbicara sedingin itu pada nya. Namun dengan cepat Elsa justru menyunggingkan senyum manis nya dan berkata.
"Baik, Nyonya..."
Elsa pun langsung bergegas ke kamar nya sendiri, dan sesampai nya di kamar nya, Elsa langsung berseluncur di Internet mencari tahu tentang obat yang di konsumsi oleh Pak Andrew.
"Sa..." Elsa mengernyit saat ia mendengar suara Siti di luar kamar nya, Elsa meletakkan ponsel nya di kasur nya dan kemudian ia membukakan pintu.
"Ada apa?" tanya Elsa dingin.
"Di panggil Bi Sum tuh" kata Siti "Di suruh ke dapur"
Elsa pun pergi ke dapur dan ternyata Bi ssum mengajak nya maakan malam bersama, Elsa yang memang lapar pun tentu tak menolak. Mereka berempat makan di dapur, sementara Robin kata nya tak ingin makan.
...
Sementara itu, Robin turun dari kamar nya dan ia menuju kamar Elsa. Robin ingin mengeluarkan Elsa malam ini juga dari rumah nya, Robin langsung masuk ke kamar Elsa karena pintu kamar nya yang sedikit terbuka dan Robin tidak melihat Elsa di sana. Robin mengambil ponsel Elsa yang tergeletak di atas kasur dan menyalakan nya.
"Bodoh sekali, seharus nya ponsel itu di kasih password" gumam Robin sambil tersenyum sinis namun senyum nya musnah saat Robin tahu apa yang sedang di cari Elsa di Internet.
"Sialan!!!"
Tbc...