
Baik Robin maupun Elsa tak bisa tidur semalaman setelah apa yang mereka hadapi, keputusan Elsa sudah bulat meskipun itu bertentangan dengan apa yang di inginkan hatinya.
Sementara Robin masih memiliki sedikit harapan yang akan datang dari orang tua Elsa, berharap mereka mau menerima Robin bertanggung jawab, menikahi Elsa dan merawat bayi mereka bersama. Namun lagi-lagi harapan Robin di hancurkan begitu saja oleh orang tua Elsa saat mereka memberi tahu bahwa mereka mendukung keputusan Elsa untuk tak merawat bayi itu.
Hati Robin sakit, dunianya seperti sudah selesai, ia sedih namun kesedihan itu terasa lucu, membuat ia hanya bisa tertawa hambar.
"Seharusnya aku sudah tahu, kalian semua sama saja," kata Robin yang masih tertawa getir. Hati Elsa seperti di remas saat melihat kekecewaan di mata Robin namun ia tak bisa apa-apa.
"Kami minta maaf, tapi masa depan Elsa masih panjang, dia belum menikah dan apa kata orang jika dia pulang dengan membawa bayi?" Bu Isna berkata dengan suara yang bergetar. Ia dan suaminya telah memutuskan untuk membawa Elsa pulang tanpa bayi itu, Bu Isna seorang ibu, dan ia tahu sulitnya berpisah dari seorang anak namun ia juga tak menemukan solusi yang lebih baik, apalagi di kampung halamannya itu berbeda dengan kota besar.
Aib Elsa yang meninggalkan mempelai pria di malam pernikahan saja sampai sekarang masih sering menjadi buah bibir, lalu bagaimana jika mereka tahu Elsa hamil di luar nikah? Para tetangga mereka pasti akan menguliti Elsa dengan gosip mereka.
"Terserah kalian saja," kata Robin kemudian ia beranjak dari tempat duduknya. " Aku tidak mengerti, apakah omongan orang jauh lebih penting dari kewajiban kalian. Dan kamu Elsa...." Robin menatap Elsa dengan tatapan sinis. "Aku fikir kamu berubah...." suara Robin mulai bergetar, bahkan matanya sudah memerah dan berkaca-kaca. "Ternyata sama saja, aku kecewa sama kamu dan mungkin memang lebih baik anakku tidak punya ibu dari pada punya ibu seperti kamu!"
Air mata Elsa langsung jatuh dan mengalir deras mendengar apa yang di ucapkan Robin, kata-kata itu menusuk hatinya seperti belati. Namun Elsa tak bisa membela diri, dia hanya bisa menatap Robin dengan linangan air mata hingga Robin pergi dari apartement dengan amarah yang menggebu.
...
Robin sudah sampai di kantor, dia di sambut oleh Joanna dan melihat dari raut wajah pemuda itu, Joanna justru tersenyum senang.
"Pak Robin mau di bikinkan kopi?" Tanya Joanna sembari mengekori langkah Robin ke ruangannya.
"Iya," jawab Robin ketus dan saat ia membuka pintu ruang kerjanya, emosi Robin semakin meningkat saat melihat Mayra ada disana dengan pakaiannya yang sangat pendek. Bahkan hampir memperlihatkan ****** ******** itu.
"Kamu...." desis Robin, sementara Mayra justru tersenyum manis dan mendekati Robin. Mayra melirik Joanna yang berdiri di belakang Robin dan Joanna mengangkat kedua jempolnya, pertanda penampilan Mayra sudah sangat bagus. Setelah itu Joanna pergi untuk membuatkan kopi Robin.
"Hai..." sapa Mayra sembari berusaha menarik turun mini dressnya itu, ia terlihat tidak nyaman dengan pakaian itu.
"Hai hai hai...." geram Robin marah. "Siapa yang menyuruhmu datang kesini, huh?" bentak Robin yang tentu saja membuat Mayra terkesiap karena ia tak pernah di bentak seperti itu sebelumnya.
"Aku... Aku hanya ingin bertemu denganmu," kata Mayra gugup.
"Aku tidak mau bertemu dengan pelacur!" Seru Robin lantang yang membuat Mayra terkejut dan seketika ia meneteskan air matanya.
"Kaluar!" Robin menunjuk pintu keluar dan Mayra langsung berlari keluar dengan air mata yang berlinang.
Mayra masuk ke mobilnya dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil terus menangis, hingga tanpa sengaja ia hampir saja menabrak seseorang membuat Mayra sangat terkejut apalagi melihat siapa orang itu.
"Elsa...."
Tbc...
Sambil menunggu episode yang pasti semakin seru, mampir ke novelnya Kak Tita yuk. Di jamin seru banget deh dengan alur keren yang membuatmu pasti kecanduan.
Judul : Kembali Ke Masa SMA
Penulis : Tita Dewahasta
Blrub
KEMBALI KE MASA SMA
(Tita Dewahasta)
Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya.
Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil.
Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam.
Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?
Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?
Ikuti kisahnya dalam novel 'KEMBALI KE MASA SMA'