
Elsa di bawa ke klinik terdekat oleh Bi Sum, karena ia pun tak mau terjadi sesuatu dengan Elsa. Dan untuk sementara, yang melayani Bu Anita adalah Ati.
"Elsa kemana?" tanya Bu Anita saat Ati sedang membersihkan meja di kamarnya yang masih berantakan akibat acara semalam "Melayani ku kan tugas dia, bukan kamu" tegasnya lagi.
"Elsa dibawa ke klinik sama Bi Sum, Nyonya" jawab Ati.
"Memangnya kenapa wanita itu? Kenapa harus dibawa ke klinik? Sakit? Sekarat? Atau jangan hamil, mau menggugurkan kandungannya" tukas Bu Anita panjang lebar yang membuat Ati tercengang seperti orang bodoh, apalagi ketika ia melihat raut wajah Nyonya besarnya itu yang tampak berbeda saat membicarakan Elsa.
"Kenapa diam? Jawab dong, dia kenapa?" tanya Bu Anita tegas yang membuat Ati terkesiap
"I_itu, Nyonya. Tadi kena kopi panas" jawab Ati yang tiba tiba jadi ggugup.
"Ceroboh sekali..." gumam Bu Anita sambil tersenyum sinis, membuat Ati semakin bingung karena yang menumpahkan itu Robin, bukan karena Elsa yang ceroboh.
"Den Robin yang tumpahin" ujar Ati akhirnya yang membuat Bu Anita langsung tercengang.
..........
"Uf, perih..." kata Elsa saat Dokter mengoleskan salep ke lengannya.
"Tahan sebentar ya, Mbak" kata Dokter itu "Nah, selesai" ucapnya kemudian sambil tersenyum manis.
"Benar benar sialan bocah tengil itu" gerutu Elsa.
Setelah di obati dan diberikan salep, Elsa pun membayar biaya administrasi dengan uangnya sendiri.
"Sa, bibi mau bicara serius sama kamu" kata Bi Sum yang mengekori langkah Elsa.
"Aduh, jangan sekarang. Aku lagi pusing, lagi emosi" seru Elsa ketus kemudian ia berjalan lebih cepat, sejak kemarin rasanya hidup Elsa benar hancur. Ponsel rusak, tangan pun jadi korban bocah tengil itu.
"Tapi ini penting, Sa" seru Bi Sum sementara Elsa kini sudah masuk kedalam taksi dan Bi Sum pun juga masuk.
"Sa, menurut Bibi. Sebaiknya kamu jangan ladenin Den Robin ya, kalau kalian seperti ini terus..."
"Ck, tidak usah membahas ini" ketus Elsa "Sampai mati pun aku akan terus meladeni dia sampai dia menyerah!"
.........
Atas bantuan Joanna, Robin berhasil menjalankan meetingnya dengan baik. Ia tampak senang dan begitu antusias.
"Terima kasih karena kamu sudah membantu ku, Jo" kata Robin yang kini berjalan menuju ruangan nya.
"Sama-sama, Pak. Itu kan memang sudah tugas saya" jawab Joanna yang berjalan di samping Robin.
"Hari ini apalagi jadwal ku, Jo?"
"Tidak ada, Pak. Saya sengaja mengosongkan jadwal Pak Robin hari ini karena hari ini ulang tahun Bu Anita. Pasti Pak Robin ingin menghabisi waktu bersama Mama nya, kan?" tanya Joanna yang membuat Robin langsung menghentikan langkahnya dan menatap Joanna.
"Kamu ingat ulang tahun Mama?" tanya Robin tak percaya.
"Tentu saja, Pak. Pak Robin sudah menyiapkan hadiah untuk Bu Anita?" tanya Joanna yang terlihat sangat ingin menarik perhatian Robin.
"Belum, aku tidak tahu harus membelikan apa untuk Mama" jawab Robin.
"Kalau begitu, saya bisa menemani Pak Robin mencari hadiah. Saya juga wanita, selera nya pasti kurang lebih sama" kata Joanna menawarkan diri dengan semangat.
"Baiklah, ayo" ucap Robin yang tentu saja membuat Joanna terlihat sangat senang.