After Darkness

After Darkness
Episode 94



Hari yang di tunggu Robin akhirnya tiba, yaitu menyambut kedatangan ibu dari calon bayinya. Robin juga sudah mempersiapkan apartement untuk Elsa yang dekat dengan kantornya karena Robin ingin selalu memantau keadaan Elsa.


Dan saat ini, Robin sedang berada di bandara, menanti Elsa dengan gugup, karena ia pun tak menyangka akan kembali terikat dengan Elsa, itupun dengan ikatan yang membuatnya tidak tahu harus berkata apa.


Hingga akhirnya tak lama kemudian Robin melihat sosok wanita yang ia tunggu berjalan di antara kerumunan orang-orang. Robin langsung melambaikan tangannya pada Elsa dan Elsa yang melihat Robin hanya menatapnya dengan dingin.


"Bagaiamana perjalananmu?" Tanya Robin saat Elsa kini sudah berada di depannya.


"Kamu bertanya seperti seoarang teman saja," jawab Elsa dengan ketus yang membuat Robin menghela napas berat, karena ia tulus bertanya pada Elsa.


"Kamu memang bukan temanku, tapi ibu dari anakku karena itulah aku perduli padamu, Els!" Tegasnya namun Elsa tak memperdulikannya.


...... ...


"Kamu akan tinggal disini sampai melahirkan," Ujar Robin yang kini sudah sampai di apartement yang ia siapkan untuk Elsa.


Elsa sedikit terkejut karena apartement yang di siapkan Robin cukup mewah dan besar, bahkan lebih besar dari apartement Jimmy.


"Aku harap kamu nyaman disini, karena kenyamananmu penting untuk pertumbuhan calon bayiku," kata Robin lagi yang membuat Elsa tersenyum sinis.


"Bayimu," gumamnya masih dengan senyum sinisnya. "Aku bingung kenapa kamu begitu menginginkan bayi ini, bagaimana kamu akan merawat bayi ini nanti, eh?" Tanyanya setengah mengejek.


"Aku punya uang yang lebih dari cukup untuk merawatnya dengan baik, dia tidak akan kekurangan apapun," jawab Robin dengan tenangnya. Ia berjalan menuju lantai atas sembari membawa koper Elsa dan Elsa mengikutinya dari belakang.


"Lalu bagaimana dengan masa depan kamu? Kamu fikir akan ada wanita yang mau menikah dengan pria yang sudah punya anak?" Cibir Elsa.


"Terserah kau saja, yang pasti, aku mau masa depanku aman, anak ini aib buat keluargaku."


Mendengar apa yang di katakan Elsa membuat hati Robin seperti tercubit. Ia tidak setuju dengan pernyataan bayi itu adalah aib karena bayi itu tidak salah.


Robin membuka pintu kamar yang akan di tempat Elsa."Kamarmu di sini, aku akan tinggal di kamar bawah," ucapnya kemudian yang membuat Elsa melongo.


"Kamu akan tinggal disini? aku tidak mau! Aku mau tinggal sendiri!" Tegas Elsa kemudian.


"Aku bukannya akan tinggal disini, tapi mungkin akan berkunjung kesini, untuk memastikan kamu tidak membunuh calon bayiku," jawab Robin dengan santainya yang kembali membuat Elsa tertawa sinis sambil geleng geleng kepala, tak habis fikir dengan pemikiran Robin.


"Terserah!" Ujarnya kemudian ia menjatuhkan dirinya ke ranjang, Elsa tampak sangat lelah, matanya begitu sayu. "Sekarang keluar dari kamarku, aku mau istirahat!" usirnya yang membuat Robin menggeram kesal, ia pun keluar dari kamar Elsa dan membanting pintunya.


...... ...


Meskipun Elsa masih bersikap kasar padanya, namun itu tak membuat Robin benar-benar marah, ia hanya kesal dengan sikap Elsa yang selalu memancing emosinya.


Jam sudah menunjukan pukul 6 sore, dan Robin masih ada di apartement. Ia memasak makanan untuk Elsa, Robin bahkan mencari di Internet masakan yang sehat untuk ibu hamil karena ia benar-benar perduli pada calon bayinya.


"Dia tidur apa mati?" Gumam Robin karena sampai detik ini Elsa belum keluar kamar.


Setelah selesai memasak, Robin hendak membangunkan Elsa karena sejak tadi siang Elsa belum makan apapun. Namun saat berada di tengah tangga, Elsa justru muncul sambil menguap, penampilannya sudah acak-acakan.


"Aku fikir kamu mati!" Seru Robin yang membuat kedua mata Elsa yang tadinya masih mengantuk langsung melotot sempurna.