After Darkness

After Darkness
Episode 123



Kini, baik Robin maupun Elsa selalu menjaga jarak walaupun mereka tinggal di bawah satu atap. Robin menjauh karena ia merasa Elsa marah padanya, sedangkan Elsa menjauh karena ia merasa ada yang tak beres dengannya jika dekat dengan Robin. Elsa meyakini itu adalah bawaan bayi, dan Elsa tidak suka itu, karena ia merasa nyaman dekat dengan Robin.


Hal itu terus terjadi selama beberapa hari, tak ada komonikasi antar keduanya keculia jika sangat penting. Namun walaupun demikian, tentu Robin masih memperhatikan kesehatan Elsa. Robin akan selalu membawa Elsa ke Dokter kandungan tepat waktu, tidak pernah telat sekalipun bahkan kadang Elsa lah yang lupa bahwa sudah waktunya ia check up.


Dan sekarang, pak Andrew juga kembali bekerja di perusahaan mereka. Awalnya Robin sangat enggan jika harus bertemu dengan pria yang anggap monster itu, namun Robin belajar bersikap profesional.


Pak Andrew pun tidak banyak tingkah sekarang, saat datang ke kantor, ia hanya langsung fokus pada pekerjaannya, dan meskipun ia sangat merindukan Robin sebagai anak, namun ia tetap berusaha menajag jarak dari Robin seperti yang Robin inginkan, ia hanya berinteraksi dengan Robin sebagai partner kerja.


Bu Anita yang mendengar kabar tentang kembalinya mantan suaminya ke kantor awalnya tidak suka bahkan ia meminta Robin untuk menjauhkan pak Andrew, namun Robin berhasil membuat ibunya mengerti bahwa bagaimanapun juga, perusahaan itu milik ayahnya yang selama ini di jaga dan di kelola dengan sangat baik oleh ayahnya terlepas dari kelakuan dia di luar kantor.


...


Kini, kandungan Elsa sudah memasuki trimester kedua, ia tidak lagi mual dan selera makannya kembali normal bahkan ia sangat lahap.


Saat bosan di apartement, Elsa akan pergi keluar ketika Robin sudah berangkat bekerja atau menginap di rumah orang tuanya.


Ck, keadaan seperti itu membuat Elsa merasa seperti istri simpanan yang terkadang di nomor dua kan.


Saat ini, Elsa sedang duduk santai di taman, menikmati belaian angin sore yang menerapa kulitnya, begitu sejuk, menenangkan.


Elsa melihat ada sepasang suami istri yang sedang berjalan, bergandengan tangan, dan perut istrinya itu tampak sedikit buncit, tanpa sadar Elsa tersenyum, apalagi ketika wanita itu berhenti di karenakan tali sepatunya yang lepas kemudian sang suami berlutut di depannya dan mengikat tali sepatunya.


"Romantis sekali," gumam Elsa dan entah mengapa ia justru teringat dengan Robin. "Ck, dia bukan suamiku meskipun ayah anakku." ia berdecak kesal sebelum akhirnya beranjak dari kursinya.


...


"Kamu mau menginap di sini, Rob?" Tanya Bu Anita karena sore ini Robin pulang kerumah, tentu hal itu membuatnya senang.


"Iya, Ma," jawab Robin yang membuat Bu Anita lebih senang lagi.


"Kalau begitu, malam ini mama masakin buat kamu, ya," ujar sang Mama dan Robin mengangguk sambil tersenyum.


"Aku ke kamar dulu, Ma. Mau mandi."


...


Sesampainya di apartement, Elsa mengerutkan keningnya karena ternyata Robin belum pulang.


"Apa dia menginap di rumah emaknya lagi?" Elsa menggerutu sembari berjalan masuk ke kamarnya, bahkan ia menutup pintu dengan kasar karena kesal.


Sekarang ia benar-benar seperti istri simpanan yang mengharapkan suaminya pulang dari rumah istri pertama.


"Katanya mau tinggal di sini, mau menjagaku dan bayiku, tapi apa?" Elsa terus menggerutu sembari menutup Horden kamarnya, kemudian ia mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.


"Memang ya, semua laki-laki tuh sama saja,"