
"Itu apa?" tanya Bu Isna yang melihat amplop di tangan Elsa.
"Ini... Emmm pekerjaan... Iya, pekerjaan yang dia tawarkan" jawab nya asal karena gugup "Aku ke kamar dulu ya, Ma" ucap Elsa kemudian dan dengan tergesa gesa ia bergegas ke kamar nya.
Sesampai nya di kamar nya, Elsa segera mengunci pintu kamar nya dan kemudian ia merobek foto itu dengan tangan yang gemetar. Ingatan nya berputar kembali pada saat Jimmy memaksa nya menjadi model bikini dan partner nya adalah Pak Andrew, atas dasar rasa profesional dan meskipun juga terpaksa, namun Elsa tetap melakukan pemotretan itu dan itu terakhir kali nya Elsa melakukan pemotretan bersama Jimmy. Elsa juga sangat tidak suka saat melakukan pemotretan itu karena Pak Andrew yang terus menatap nya dengan lapar dan pernah beberapa kali memegang paha Elsa. Karena itulah Elsa sangat terkejut sekaligus benci melihat foto itu lagi, padahal saat itu Jimmy mengatakan foto itu bukan untuk di publish.
"Aku benar benar bodoh saat itu..." Elsa merutuki diri nya sendiri "Dan apa maksud Robin datang dengan membawa foto ini? apa dia mau memeras ku?" baru selesai dengan monolog nya, Elsa teringat dengan perkataan Robin yang meminta nya mengaktifkan ponsel nya.
Elsa langsung menyalakan ponsel nya yang masih di charge, dan ada beberapa panggilan tak terjawab dari Jimmy, dari Elnaz dan dari nomor asing. Pertama kali yang Elsa lakukan adalah memblokir kontak Jimmy, sudah cukup kehancuran yang Elsa rasakan sekarang karena ambisi nya, ia tidak mau lagi hancur dengan menjadi wanita simpanan.
Ponsel Elsa berdering dan tertera nomor asing tadi di layar smartphone nya itu, Elsa tidak ingin menjawab nya namun ia teringat dengan apa yang di katakan Robin.
"Mau apa bocah itu?" gumam Elsa dan ia menggeser tombol hijau itu ke kiri. Dengan ragu, ia menempelkan ponsel itu ke telinga nya.
"Oh, lama sekali kau, Els...." terdengar suara Robin yang tampak kesal, membuat Elsa bingung.
"Maksud kamu apa, Robin?" tanya Elsa setengah berbisik, tak ingin obrolan nya terdengar sampai keluar kamar.
"Aku sebenar nya sangat jijik berbicara dengan wanita murahan seperti mu" tentu kedua bola mata Elsa langsung melotot sempurna mendengar apa yang di katakan Robin.
"Jaga bicara mu!" tegas Elsa namun masih berusaha tak bersuara dengan lantang.
"Kamu itu bicara apa sebenar nya?" desis Elsa "Aku bukan wanita simpanan ayah mu!"
"Lalu bukti itu apa, Els? Jangan bersilat lidah dengan ku, Honey. Atau aku akan memperkosa mu di depan kedua selingkuhan mu itu" Elsa semakin tercengang, ia merasa di sambar petir mendengar apa yang di katakan pria yang lebih muda lima tahun dari nya itu.
"Kau memang tidak lebih dari wanita murahan, menjadi selingkuhan dua pria sekaligus, apa yang kau cari, huh? materi? popularitas sebagai model? Apa semurah itu harga mu?" air mata Elsa langsung menetes begitu saja mendengar hinaan hinaan yang meluncur dengan sangat bebas dari mulut pria yang bahkan Elsa kira pria polos dan baik baik jika di lihat dari penampilan nya, hati Elsa sesak dan ia bahkan merasa kesulitan bernafas. Sebesar apapun ambisi nya menjadi model dan sesalah apapun langkah nya selama ini, tidak ada yang begitu menghina Elsa seperti ini.
Elsa mematikan ponsel nya tanpa mau berbicara lagi dengan Robin ataupun menjelaskan apapun. Elsa langsung naik ke atas ranjang, menenggelamkan wajah nya ke bantal dan menangis sejadi jadi nya.
Tbc...
...Hai, kalian suka cerita ini?...
...Jangan lupa tap ❤️, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian ☺️....
...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya....
...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. 😘...