
"Happy birthday, Mama..." ucap Robin dengan senyum lebar yang mengembang di bibir nya yang tentu saja membuat Bu Anita langsung tersenyum penuh haru.
"Rob, Mama fikir kamu lupa" lirih Bu Anita dengan mata yang berkaca kaca.
"Ingat dong, Ma" jawab Robin kemudian ia berlutut di depan Mama nya itu "Happy birthday, Mama. Wish you all the best, Dan Maaf kue nya jelek" kata Robin sambil terkekeh.
"Bikin sendiri?" tanya Bu Anita yang juga terkekeh dan Robin hanya mengangguk sambil cengengesan.
"Rasanya tidak mungkin kamu buat kue, Rob. Kamu suruh Bi Sum buat kue? Kenapa tidak pesan saja?" tanya Bu Anita kemudian.
"Nanti saja aku cerita nya, Ma. Sekarang kita rayakan dulu ulang tahun Mama ya" kata Robin dan Mama nya itu pun mengangguk. Robin pun masuk ke dalam kamar Mama nya dan Bu Anita mendorong kursi-roda, mengekori Robin dari belakang.
Robin duduk di sofa yang ada di dekat jendela, meletakkan kue nya di atas meja bulat yang ada di depannya kemudian ia menyalakan lilin yang ia bawa dari dapur.
"Make a wish dulu sebelum tiup lilin" kata Robin dan lagi lagi Bu Anita hanya mengangguk, ia menutup mata dan berdoa dalam hati.
"Aku hanya ingin memiliki kehidupan ku yang dulu, keluarga yang hangat dan aku sehat"
Bu Anita membuka mata dan kemudian meniup lilin itu, Robin bertepuk tangan dengan ria dan rupanya itu membangunkan Pak Andrew yang sedang tertidur.
Pak Andrew menoleh dan menatap istri dan putra nya yang saat ini sedang tampak bahagia sembari menikmati kue ulang tahun sederhana itu. Ada rasa perih di hati Pak Andrew saat ia melihat keluarga nya bahagia sedang ia tidak diperduli kan dan di biarkan terbaring lemah tak berdaya. Seolah ia hanya pajangan tak berarti.
"Enak kue nya, Rob" ujar Bu Anita senang "Memang jelek sih tampilan nya tapi tetap enak ternyata ya" kata Bu Anita lagi dan ia terlihat sangat menikmati kue nya itu.
"Iya, Ma. Tumben juga itu Bibi Bibi bisa bikin kue" kata Robin yang juga menikmati kue nya itu.
Mereka berdua pun tertawa dan menikmati kue itu sampai habis.
...... ...
Keesokan hari nya, Bi Sum sibuk mempersiapkan sarapan tentu dengan di bantu kedua dayang nya itu yang sejak tadi sudah menggerutu. Alasan gerutuan mereka lagi lagi Elsa, karena hari sudah siang namun Elsa belum juga keluar dari kamar nya.
"Dia pasti kesiangan, enak banget jadi dia ya" gerutu Ati yang saat ini sedang mengupas kentang.
"Iya, makan gaji buta. Pembantu juga, tapi kelakuan seperti Nona muda" sambung Siti yang mencuci ayam.
"Sudah, jangan membicarakan Elsa terus" kata Bi Sum yang saat ini sedang sibuk membuat bumbu "Pekerjaan dia kan cuma melayani Nyonya, sedangkan Nyonya saat ini masih tertidur. Jadi ya sudah" lanjutnya yang membuat kedua dayangnya itu mendelik.
"Kenapa dia tidak membantu Bi Sum seperti kita?" tanya Siti ketus.
"Kalian membantu ku kan karena di suruh Nyonya, sedangkan Elsa tidak di suruh Nyonya apa apa selain melayani dia" tutur Bi Sum dan dia dayang nya itu hanya bisa mendengus.