
"Els, apa kamu sudah punya jawaban atas pertanyaanku? Maukah kamu menikah denganku?"
Elsa hanya bisa menggigit bibirnya mendengar pertanyaan Robin, hidungnya sudah kembang kempis dan matanya kembali berkaca-kaca.
"Els, apa kamu masih perlu waktu lagi?" Tanya Robin yang tak sabar ingin tahu jawaban Elsa.
Elsa ingin menjawab iya, namun itu mengingatkan ia akan masa lalunya dan memang benar, dia adalah wanita yang sangat egois. Namun Elsa juga tidak bisa menjawab tidak, karena Elsa takut itu akan mengganggu kebersamaan mereka selama liburan.
"Tidak apa-apa kalau kamu masih butuh waktu lagi, aku akan menunggu," tukas Robin kemudian dan seketika air mata Elsa menetes begitu saja.
Robin yang dulu ia anggap monster kini menjelma menjadi kekasih impian yang begitu lembut dan dewasa.
Keduanya pun terdiam namun tangan mereka masih terpaut dengan erat, tak ada yang bersuara dan keduanya hanya sibuk dengan perasaan dan fikiran mereka masing-masing hingga akhirnya Robin mengajak Elsa pulang karena hari sudah malam.
.........
Robin dan Elsa makan bersama di Villa, dan malam ini, Elsa terus mencari topik pembicaraan dari yang penting sampai tidak penting. Dari yang garing sampai yang seru bahkan membuat Robin tertawa geli sampai sakit perut dan matanya berair karena terus tertawa.
Elsa yang melihat itu tentu sangat senang dan sejenak ia bisa melupakan masalahnya, menikmati kebersamaan bersama Robin seolah ia tak memiliki beban
"Sepertinya kita perlu liburan bersama seperti ini setiap minggu," kata Robin setelah ia meneguk air dari gelasnya dan tiba-tiba Elsa mengambil gelas Robin kemudian ia minum dari gelas itu yang membuat Robin sedikit terkejut namun saat melihat gelas Elsa yang sudah kosong, ia hanya terkekeh.
"Kata Dokter, sangat penting seorang ibu itu bahagia selama hamil, itu sangat bagus untuk pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi, kalau kamu bahagia kita liburan, aku bisa mengajakmu liburan setiap minggu," tutur Robin panjang lebar.
"Awas nanti duitmu habis," gurau Elsa.
"Terima kasih," ucapnya sambil tersenyum tipis dan mereka pun melanjutkan makan malam hingga Elsa merasa sangat kekenyangan dan akhirnya ia hanya bisa rebahan di atas sofa sementara Robin membersihkan meja makan.
...... ...
"Oh ya, Tante. Robin itu suka liburan kemana?" Tanya Mayra yang saat ini makan malam bersama Bu Anita.
"Robin orangnya tidak suka keluyuran, May. Apalagi dulu saat dia pergi dari rumah dan memutuskan hidup mandiri, dua cuma kuliah, bekerja, kalau misalnya dia butuh liburan, paling dia cuma pergi ke Villa," jawab Bu Anita sambil tersenyum.
"Wah, kalau aku sih suka liburan ke luar kota atau luar negeri, Tante. Biar tambah pengalaman gitu, terus bertemu dengan orang baru. Bahkan, saat di Amerika, setiap dua minggu sekali aku liburan ke kota yang berbeda," kata Mayra dengan wajah berbinar dan Bu Anita yang mendengar itu tampak sedikit terkejut karena mamanya Mayra mengatakan kalau Mayra adalah anak rumahan yang tidak suka keluyuran, karena itulah ia mengatakan Robin juga tak suka keluyuran berharap Mayra akan semakin merasa cocok dengan Robin.
"Hem, gitu...." respon Bu Anita dan Mayra hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kalau begitu, kamu bisa ajak Robin liburan nanti ke luar negeri, dia pasti mau." sarannya.
"Nanti saja, Tante. Kalau sudah menikah," jawab Mayra
Tbc....
*Sedikit dulu ya, nanti sore lagi.
Mampir juga di karyanya ZAFA yang berjudul SAHABAT JADI MENIKAH. Keren loh*!