
Bu Isna dan Elnaz memasak menu makan malam terbaik mereka malam ini karena mereka kedatangan Robin dan Bu Anita yang notabanenya adalah orang kaya, dan mereka mengira pastilah meraka memakan makanan yang lezat serta mahal setiap hari.
"Silakan duduk..." Bu Isna mempersilahkan Bu Anita dan itu membuat Bu Anita merasa tidak nyaman karena orang tua Elsa memperlakukannyan dengan sangat formal.
"Aku rasa kita keluarga, tapi kalian memperlakukanku seperti seorang tamu," kata Bu Anita sambil terkekeh. "Jujur saja, aku merasa tidak nyaman dengan hal ini." lanjutnya sembari duduk di kursinya.
"Iya, Ma. Tidak usah formal sama Mama mertua," sambung Elsa yang juga duduk di kursinya. "Di rumah, dia itu cerewet. Lebih cerewet dari Mama, terus dia juga sering ngomel-ngomel. Jadi kalian tidak perlu formal satu sama lain." lanjutnya yang membuat Robin tertawa kecil begitu juga dengan Elnaz, sementara Arfan tampak mengabaikan obrolan itu. Ia sibuk mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk Elnaz.
Robin yang melihat itu merasa kagum, betapa hebatnya cinta yang bisa merubah seseorang? Dulu Arfan hanyalah sosok seorang kakak yang baik dan calon kakak ipar, bahkan. Tapi sekarang? Arfan menjelma menjadi pasangan yang luar biasa romantis, manis, dan penuh cinta pada Elnaz.
Sementara dengan Bu Anita yang tampak salah tingkah atas aduan Elsa itu.
"Elsa! Kenapa kamu tidak sopan sama mertuamu?" tegur Pak Malik.
"Elsa benar, aku memang cerewet dan sering ngomel," sambung Bu Anita. "Tapi itu aku lakukan karena aku sangat sayang dan peduli padanya." lanjutnya dengan begitu tulus.
"Iya, semua orang juga tahu itu," ucap Elsa sambil tertawa kecil, ia pun juga mengambilkan sedikit nasi dan lauk pauk untuk mertuanya. "Makan, Ma. Masakan Mama sama Elnaz enak kok."
Mereka pun makan malam dengan santai sambil sesekali mengobrol ringan, dan setelah makan, Elsa dan Elnaz membereskan meja makan dan dapur sementara para tetua itu sedang mengobrol di ruang keluarga.
Beda halnya dengan Arfan dan Robin yang segera kembali ke kamar mereka masing-masing demi menjaga anak-anak mereka.
Tak lama kemudian Elsa masuk ke kamar dan ia menemukan suaminya itu yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Baby Arjun masih tertidur pulas di box bayi yang baru di belikan hari ini oleh kakek neneknya.
Melihat kedatangan Elsa, mata Robin tampak berbinar terang. "Sayang, Mama Papa pengertian banget ya. Si kecil di belikan box bayi jadi kita tidak akan terganggu."
Elsa yang mengerti kemana arah pembicaraan suaminya itu hanya bisa mendelik sebelum akhirnya ia melenggang pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi.
Elsa menggumam kesal sebelum akhirnya ia kumur-kumur, setelah itu ia berbalik badan dan langsung menampilkan senyum nakalnya pada sang suami.
"Lapar, hm?" Goda Elsa yang kini melingkarkan lengannya di leher sang suami. Elsa mendekatkan bibirnya ke bibir Robin, menyapukan bibirnya dan hal itu sudah membuat Robin menahan napas.
Elsa merasa senang, karena berondong seperti Robin bisa dengan sangat mudah terpancing hasratnya oleh wanita dewasa seperti dirinya.
"Baru beberapa hari yang lalu kita bercinta, Sayang. Kamu sudah menginginkannya lagi?" Elsa mencium rahang Robin, ia menelusuri pipi sang suami dengan bibirnya dan berhenti di denyut nadinya, Elsa mengecupnya disana beberapa kali.
Keduanya memang sudah bercinta beberapa hari yang lalu namun Robin masih merasa kurang apalagi waktu ia hanya melakukannya dua ronde di karenakan sang bayi yang rewel.
"Aku ingin memakanmu setiap malam, Els. Apa kau tidak merasakan bagaimana dia memberontak setiap malam?" Robin membawa tangan Elsa ke bukit gairahnya yang kini telah mengeras dengan sempurna.
Rona merah di pipinya tak dapat Elsa sembunyikan, ia tersipu, dan hal itu justru semakin memancing gairah Robin.
Robin menelusuri lengan Elsa dengan tangan panasnya, turun, kemudian berpindah ke pinggul istrinya itu sebelum akhirnya Robin langsung menggendong Elsa seperti koala.
Elsa langsung melingkarkan kedua kakinya di pinggang sang suami dan ia terus mencium pipi dan leher Robin hingga akhirnya Robin melempar Elsa ke ranjang. Daannnn
Tbc...
*Dan apa? Masih sore, ah. Nanti malam saja, biar gk ada yang ganggu, selain itu bisa langsung di praktekan. Ehem ehem, ya, 'kan?
Btw, mampir juga ke Novel yang tak kalah serunya neh, novel SkySal dong tentunya*.