
"Mungkin dia naksir kamu kali, Sa," kata Bi Sum yang saat ini sedang menurunkan belanjaan mereka dari taksi.
Setelah Bi Sum selesai berbelanja, Elsa memang langsung mengajak Bi Sum pulang dan Elsa sama sekali tidak memperdulikan Rion.
"Halah, naksir kata lain dari ingin mencicipi," ujar Elsa dengan enteng nya yang membuat Bi Sum meringis. "Aku sudah tahu pria macam Rion itu, pria yang merasa punya sesuatu yang bisa dengan mudah memancing wanita." lanjut Elsa.
"Iya sih, memang harus hati-hati, Sa." Bi Sum berkata dengan serius "Pria biasanya akan sangat manis jika menginginkan sesuatu dari wanita, tapi setelah di dapatkan, mereka akan pergi tanpa beban."
Ati dan Siti pun datang untuk membawa barang belanjaan mereka, sementara Bi Sum justru menyuruh Elsa pergi mandi dan beristirahat.
"Enak banget sih jadi dia, Bi. Mandi, istirahat, sudah seperti Nona saja," kata Siti cemberut.
"Dia kan capek, Ti. Tadi sudah keliling belanja sebanyak ini," jawab Bi Sum.
"Kami juga capek kali, Bi. Dari tadi bekerja," sambung Ati yang juga cemberut.
"Tapi kalian kan di rumah masih bisa beristirahat, sedangkan Elsa tadi sudah masak, habis itu menemani Nyonya makan siang terus belanja, dia belum istirahat sejak pagi." tutur Bi Sum yang membuat kedua dayangnya itu mendelik, bahkan mencebikan bibirnya. Merasa heran dengan Elsa yang tampak sangat di istimewakan.
"Ada saja jawabannya," gerutu Siti.
.........
Rion kembali ke restaurant setelah ia tidak jadi belanja karena menguntit Elsa seperti orang bodoh, dan lebih bodohnya lagi, baru saja Rion mendapatkan kontak Elsa tapi di detik selanjutnya Elsa langsung memblokir Rion.
"Dia fikir aku akan menyerah?" gumam Rion sembari merogoh ponselnya yang lain dan ia menyalin nomor Elsa kemudian menghubunginya dari ponsel satunya, namun setelah beberapa saat menunggu, tak ada jawaban membuat Rion berdecak kesal.
Sambil masih tetap mencoba menghubungi Elsa, Rion berjalan menuju ruangannya dan tanpa sengaja ia bertabrakan dengan Robin yang memang mampir ke restaurant untuk makan siang. Ponsel Rion pun jatuh dan ia pun langsung memungutnya.
"Siapa yang sedang kamu hubungi?" tanya Robin dingin.
"Teman saya, Pak," jawab Rion sembari meminta ponselnya kembali.
"Teman yang mana?" tanya Robin lagi yang membuat Rion mengernyit bingung karena ia merasa pertanyaan itu sangat aneh.
"Teman lama," ujar Rion dengan suara rendah dan ia teringat Elsa sebelumnya bekerja di agensi milik Papa Robin
"Apa dia mengenal Elsa?" tanya Rion dalam hati.
"Oh," ucap Robin seolah tak perduli dan ia pun bergegas pergi dari hadapan Rion begitu saja. Rion pun segera bergegas ke ruangan nya sembari mencoba menghubungi Elsa sekali lagi namun hasilnya masih sama.
Sementara itu, Robin kini memasuki mobilnya dan ia memikirkan Elsa.
"Bagaiamana bisa Rion punya nomor Elsa? Apa dia salah satu simpanan Elsa?" gumam Robin dan entah mengapa ia merasa semakin marah memikirkan Elsa memiliki hubungan dengan Rion. "Dasar, dia benar-benar wanita murahan" geram Robin bahkan ia memukul setir dengan keras.
.........
...Mampir di novel SkySal yang terbaru, yuk....
...Judulnya : Varian Castanov - Revenge, Love, Trust....
...Dari judulnya, pasti ada konflik yang tak biasa dan pasti seru 'kan?...