After Darkness

After Darkness
Episode 51



"Nomor siapa?" gumam Elsa yang saat ini memeriksa ponselnya setelah mandi, ada beberapa panggilan tak terjawab dari nomor yang tak di kenal. Elsa pun tak mau memikirkan hal itu, kini ia duduk di tepi kasurnya sembari mengeringkan rambut panjangnya.


Setelah mengeringkan rambutnya, Elsa segera berpakaian kemudian ia keluar untuk mengecek Nyonya besar yang harus ia layani, Elsa kesal sebenarnya namun ia harus melakukan semua ini sampai Elsa bisa menemukan cara untuk lepas dari Robin.


"Sudah mandi, Sa?" tanya Bi Sum yang saat ini sedang menata cemilan di meja depan.


"Sudah, Bi," jawab Elsa santai, tak lagi ketus seperti dulu "Biar aku saja yang mengurus ini." Elsa mengambil alih pekerjaan Bi Sum dan Bi Sum pun membiarkannya.


"Oh ya, Bi. Bagaimana? Apa ada obatnya Pak Andrew?" tanya Elsa setengah berbisik.


"Tidak ada, Sa. Bibi sudah cari, selain itu, Den Robin sepertinya tidak memberikan obat pada Tuan Andrew pagi ini," kata Bi Sum yang juga berbisik.


"Kata siapa?" tanya Elsa penasaran karena Pak Andrew tidak bisa berbicara.


"Kata Tuan, Sa. Bibi tanya apa Den Robin memberinya obat pagi ini dan Tuan menggeleng," ucap Bi Sum yakin.


"Hem, berarti bocah itu sudah mulai hati-hati." gumam Elsa sambil mangut-mangut.


"Ya sudah, Bi. Aku mau nganterin ini ke Nyonya besar mu dulu," kata Elsa kemudian sambil tersenyum misterius.


Elsa pun segera bergegas ke kamar Bu Anita, sebelum masuk ia mengetuk pintu seperti biasa.


"Masuk!" seru Bu Anita dari dalam, perlahan Elsa membuka pintu dan ia langsung menyapa Bu Anita dengan senyum manisnya, yang bukannya membuat Bu Anita senang justru membuat ia menatap Elsa penuh curiga.


"Aku beli cemilan untukmu, Nyonya. Ini sehat dan rendah kalori kok," ujar Elsa masih mempertahankan senyumnya. Elsa meletakkan cemilan itu di atas nakas.


"Oh ya," seru Elsa kemudian "Sebagai perawat yang baik dan perhatian, aku mau menyarankan sebaiknya Nyonya pindah saja ke kamar yang ada di lantai bawah, biar Nyonya lebih bebas," tukas Elsa yang membuat Bu Anita mendelik.


"Lah, katanya aku harus jadi perawat Nyonya di sini, ya sebagai perawat, saya harus memperhatikan Nyonya dong!" seru Elsa dengan percaya diri.


"Terserah kamu lah," tukas Bu Anita kemudian karena sebenarnya ia pun ingin pindah ke kamar yang ada di lantai bawah namun dulu Bu Anita tidak tahu harus meminta hal itu pada siapa karena sejak dulu tak ada yang memperhatikannya di rumah ini. Baik anak maupun suaminya, dulu sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Sementara Elsa, kini ia melirik Pak Andrew yang sedang tertidur. Elsa meringis membayangkan kedua penghuni kamar ini sama-sama lumpuh dengan alasan yang sangat berbeda.


"Cuma bocah psycho seperti Robin yang tahan melihat kedua orang tuanya lumpuh" fikir Elsa sambil tersenyum miring. "Aku benar-benar tidak menyangka, bagaimana bisa ada anak yang tega melihat orang tuanya seperti ini?"


.........


Sementara itu, Robin tidak bisa fokus pada pekerjaannya karena ia terus memikirkan Elsa dan Rion.


"Harus di kasih pelajaran wanita itu, bisa-bisanya dia menjalin hubungan sama manager restaurant Papa setelah menjadi simpanan Papa dan Jimmy." geram Robin bahkan ia sampai memukul mejanya dengan keras.


.........


...Mampir di novel SkySal yang terbaru, yuk....


...Judulnya : Varian Castanov - Revenge, Love, Trust....


...Dari judulnya, pasti ada konflik yang tak biasa dan pasti seru 'kan?...