After Darkness

After Darkness
Episode 107



"Apa yang di katakan Elsa itu benar adanya, Nyonya." air mata Bu Anita langsung menetes saat mendengar jawaban Bi Sum atas pertanyaannya.


"Bagaiamana bisa semua itu terjadi, Bi? Di rumahku sendiri?" Tanyanya dengan suara yang tercekat di tenggorokannya, membayangkan putranya memperkosa seorang wanita di rumahnya sendiri, sementara Bu Anita selalu berada dirumah? Bagaimana ia bisa kecolongan?


"Saya tidak tahu apa yang terjadi, Nyonya. Tapi yang saya lihat, Den Robin selalu tidak pernah bisa mengontrol emosinya pada Elsa, mungkin saat itu dia sedang marah dan akhirnya dia ... dia melecehkan Elsa," cicit Bi Sum.


"Jangan pernah menceritakan ini pada siapapun, B!" Titah Bu Anita. "Jangan sampai ada yang tahu kejadian ini." lanjutnya sembari menghapus air matanya.


"Baik, Nyonya," jawab Bi Sum pasrah. Walaupun sebenarnya ia bertanya-tanya, kenapa Bu Anita menanyakan hal seperti ini sekarang?


.........


"Menghilang kemana anak itu?" Gumam Elsa sembari memandangi ponselnya. "Apa aku telfon saja? Tapi bagaimana?" Elsa meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


Hari sudah malam, dan hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Elsa apalagi setelah ia di labrak nenek dari calon bayinya.


"Nenekmu itu benar-benar stres, kasihan sekali kamu kalau harus hidup dengan dia, bisa ikutan stres kamu," Elsa berkata sembari mengelus perutnya yang masih rata. "Ayahmu juga masih kekanak-kanakan, temperament. Dari pada punya keluarga yang gila seperti itu, apa tidak sebaiknya kamu tidak punya keluarga saja?"


.........


Setelah semalaman memikirkan masalah yang sedang ia hadapi, terutama tentang masa depan Robin, akhirnya Bu Anita membuat satu keputusan bulat.


Yaitu memaksa Elsa menggugurkan kandungannya selagi Robin masih tak kembali, Bu Anita membuat keputusan ini demi masa depan Robin.


Dan saat ini, Bu Anita yang sudah bisa mulai berjalan walaupun masih membutuhkan tongkat sudah berada di depan apartement Elsa, sendirian.


Bu Anita menekan bel beberapa kali, sebelum akhirnya pintu terbuka dan Bu Anita di sambut dengan wajah sinis Elsa.


"Apa kamu menginginkan anak itu?" Tanya Bu Anita tanpa basi-basi yang membuat kening Elsa berkerut.


"Apa kamu datang hanya untuk menanyakan itu?" Elsa balik bertanya dengan senyum miring di bibirnya.


"Aku datang untuk membicarakan masalah kamu dan Robin," jawab Bu Anita kemudian ia masuk ke apartment Elsa meskipun ia tak di persilahkan, Elsa hanya mencebikan bibirnya kemudian ia bersedekah di pintu sambil menatap Bu Anita yang kini memperhatikan apartmentsnya itu.


"Jadi?" Tanya Elsa kemudian yang membuat Anita langsung kembali menatap Elsa.


"Jadi, aku mau kamu menggugurkan kandunganmu dan sebagai gantinya, aku akan memberikan apapun yang kamu mau!" Tawar Bu Anita yang membuat Elsa termangu, ia sudah menduga ini pasti akan terjadi namun Elsa tetap terkejut saat Bu Anita mengutarakan keinginannya itu.


"Jika anak itu lahir, itu hanya akan menjadi aib untuk keluarga kamu, Elsa. Dan masa depan kamu bisa hancur, tidak akan ada laki-laki yang mau menikahi wanita yang sudah punya anak sebelum menikah," tukas Bu Anita sambil menatap mata Elsa, berharap Elsa memenuhi keinginannya.


"Aku tahu, mungkin kamu marah pada Robin, karena itulah, sebaiknya anak itu kamu gugurkan secepatnya, sebelum semuanya terlambat!"


"Setidaknya, lakukan ini demi nama baik keluarga kamu, ibu kamu, dan apa kamu tidak kasihan pada anak itu nanti karena dia akan terlahir sebagai aib."


Bu Anita terus menghasut Elsa dengan lembut, berharap Elsa mau menuruti keinginannya. Sementara Elsa hanya bungkam dengan tatapan yang sulit di artikan, karena apa yang di katakan Bu Anita memang itulah yang ia fikirkan dan itulah alasannya ia ingin menggugurkan kandungannya.


"Aku punya kenalan Dokter profesional yang bisa menangani kandunganmu, Elsa. Kita bisa pergi menemuinya, sekarang juga." Bu Anita kembali menghasut Elsa.


Elsa masih bungkam, ia memegang perutnya dan teringat kembali bagaimana Robin melecehkanya saat itu.


"Baik," jawab Elsa kemudian yang membuat Bu Anita langsung tersenyum puas.


Tbc...