
Sehari tanpa Robin membuat Elsa merasa kesepian, ia menghubungi pria itu namun Elsa takut menganggu meskipun Robin tidak akan pernah keberatan atas segala gangguan Elsa, namun Elsa ingin belajar tidak egois, ia ingin menghargai Robin.
Alhasil, seharian Elsa hanya membersihkan rumah, memasak, maupun mencari tahu tentang kehamilan, melahirkan bahkan cara merawat bayi. Elsa sudah sangat siap untuk menjadi ibu yang sempurna, ia tak hanya akan melahirkan melainkan juga akan merawat bayi itu.
Dan setelah hari tanpa Robin ia lewati dengan baik, maka hari ini adalah hari yang istimewa untuknya karena nanti malam Robin akan pulang. Elsa ingin memberikan kejutan untuk pria itu, dan hal pertama yang harus ia lakukan adalah mencari gaun yang cantik, kemudian menyiapkan menu malam yang enak.
Saat ini Elsa sedang berada di sebuah butik yang tidak jauh dari apartementnya demi mendapatkan gaun cantik untuk acara dinnernya malam ini.
"Ini bagus, warna favorit Robin." Elsa menggumam sembari mencoba gaun berwarna biru langit. Gaun itu memiliki model yang sederhana namun tampak anggun meskipun dengan memakai gaun itu perut buncit Elsa terlihat dengan sangat jelas.
Setelah membayar gaun itu, Elsa segera kembali ke apartment untuk menyiapkan segala keperluan dinner yang romantis.
"Masakanku tidak enak, jadi aku pesan saja makanannya." Elsa berkata sambil terkekeh, tentu ia tak ingin makan malamnya tak berkesan hanya karena makanannya yang mungkin keasinan atau hambar seperti kemarin.
Saat malam tiba, Elsa langsung bersiap-siap menyiapkan diri, ia mandi, kemudian berdandan namun Elsa teringat ada yang kurang. Sambil tersenyum, Elsa menghubungi Robin.
"Ada apa, Els? Kamu mau di belikan sesuatu?" Elsa terkekeh mendengar pertanyaan Robin yang masih sama seperti kemarin.
"Iya, aku mau di belikan bunga mawar," jawab Elsa.
"Hanya itu?" Tanya Robin dari seberang telfon.
"Iya, hanya itu," jawab Elsa sembari memakai eyeliner.
"Kamu sedang apa? Kok suaranya jauh?"
"Lagi dandan."
"Mau kemana? Kok dandan?"
"Ya biar cantik saja, wanita kan mau selalu terlihat cantik."
"Masak? Bukannya kamu mau pergi keluar, kan?"
"Bukan, makanya cepat pulang. Kamu dimana sekarang?"
"Mungkin setengah jam lagi sampai rumah, tapi aku cari bunga mawar dulu."
"Belikan yang segar dan warnanya merah menyala!"
"Apa kamu seperti Belle dalam beauty and the beast yang mau bunga mawar merah?"
Elsa seketika tertawa geli mendengar ucapan Robin itu, dan tawa itu membuat kecantikan Elsa semakin terpancar sempurna apalagi dengan binar di matanya.
"Anggap saja begitu," jawab Elsa akhirnya.
"Okey," jawab Robin dari seberang telfon dengan pasrah.
.........
Sementara itu, Robin yang saat ini sedang berada di mobil hanya bisa mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Elsa.
"Tapi, kalau memang tidak ada, tidak apa-apa. Yang penting bunga." Robin merasa ada yang aneh karena untuk pertama kalinya Elsa tak memaksakan kehendaknya. "Halo...." bahkan kata itu terdengar begitu lembut di telinga Robin, atau dia yang salah dengar?
"Robin...."
"I-iya, Els...." Robin sedikit gelagapan mendengar panggilan itu.
"Kalau tidak ada, tidak apa-apa. Kamu cepat pulang aja karena ini sudah malam," kata Elsa.
"Iya, baiklah," jawab Robin dan bersamaan dengan itu ia melihat ada toko bunga, Robin langsung memerintahkan sopirnya itu untuk berhenti. "Bunganya ada, kamu tunggu ya."
...... ...
"Bunganya ada, kamu tunggu ya."
Elsa tersenyum sumringah mendengar ucapan Robin, dinner malam ini seharusnya sempurna dan romantis.
Setelah berbicara dengan Robin, Elsa kembali fokus berdandan namun tak berselang lama terdengar suara bel pintu.
"Oh Tuhan! Syukurlah makanannya sudah datang sebelum Robin datang," gumam Elsa, ia segera keluar kamar untuk membuka pintu namun saat pintu terbuka, Elsa tercengang melihat dua wanita berdiri di depan pintu sambil tersenyum padanya.
Tbc...
*Konflik lagi? Dikit, hehe. Sabar, jangan marah, biar tetap imut kayak othor. ðŸ¤
Nah, siapakah dua wanita itu? Sambil menunggu jawabannya, yuk mampir ke novelnya Kak Rahayu, baca ya, jangan lupa sampaikan salam semangat Sky untuk Kak Rahayu.
Judul :Mr. Arrogant
Penulis : Rahayu Ningtyas Bunga Kinanti
Sinopsis
Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.
Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?
Yuk langsung baca aja*