After Darkness

After Darkness
Episode 23



Hannah pulang kerumah orang tua nya dengan membawa Lia, putri nya. Hannah juga menceritakan tentang oerselingkuhan Jimmy pada orang tua nya, dan bukan nya bersimpati sang Ayah yang bernama Wawan Atmaja justru menertawakan putri nya itu.


“Papa juga bilang apa, Han? Dia itu tidak pantas buat kamu, kamu sih termakan cinta buta mu itu” cibir nya dan Hannah tak bisa berkata apa apa “Mau sok sok-an hidup sederhana, merintis semua nya dari nol. Kamu fikir gampang merintis semua nya dari nol? Dan sekarang apa? Setelah dia sukses, dia buang kamu begitu saja”


“Ini bukan salah Jimmy, Pa. Aku yakin pasti wanita itu yang merayu Jimmy”


.........


Bu Anita mengadu pada Robin tentang apa yang di katakan Elsa pada nya, bahkan Bu Anita memasang wajah memelas nya yang tentu saja membuat Robin sangat marah pada Elsa.


Sementara itu, Elsa mendekati Bi Sum yang saat ini sedang menyiapkan makan malam di bantu Ati dan Siti. Kedatangan Elsa ke dapur di sambut dengan tatapan sinis penuh iri dengki oleh Ati dan Siti dan Elsa bukan nya tak menyadari itu, Elsa hanya memilih mengabaikan nya.


“Bi Sum...” panggil Elsa yang membuat Bi Sum terkejut karena Elsa memanggil nya dengan sopan untuk pertama kalinya.


“Kenapa, Sa? Kamu mau makan?” tanya Bi Sum yang tentu saja membuat Ati dan Siti semakin menatap sinis Elsa.


“Aku belum lapar” jawab Elsa kemudian ia mengambil wortel dan pisau, kemudian memotong nya dengan asal


“Aku mau tanya dong, Bi...” kata Elsa setengah berbisik sembari melirik dua wanita yang saat ini duduk di lantai sembari mengupas kentang.


“Mau tanya apa, Sa?” tanya Bi Sum kemudian.


“Pak Andrew itu memang nya punya penyakit stroke ya? Maksud ku, apa sebelum nya Bi Sum pernah dengar dia punya penyakit stroke?” cicit Elsa.


“Tidak pernah sih, Sa. Malah aku juga kaget pas tiba tiba dengar Tuan Andrew masuk rumah sakit karena stroke” kata Bi Sum.


“Hem, terus si Robin. Kenapa tiba-tiba jadi penguasa semua usaha nya Pak Andrew?”


“Mungkin karena Pak Andrew sakit, jadi siapa lagi yang bisa mengurus bisnis nya. Sedangkan Nyonya Anita sudah sakit sejak lama”


“Terus, yang memberikan obat untuk Pak Andrew siapa?”


“Den Robin sendiri”


Elsa semakin merasa curiga setelah mendengar penjelasan Bi Sum, apa lagi obat yang di berikan pada Pak Andrew itu hanya satu macam.


“ELSA!!!!” ucapan Elsa terpotong saat tiba tiba terdengar teriakan Robin bersamaan dengan suara langkah nya yang terdengar tegas menuju dapur. Bi Sum dan kedua dayang nya juga terkejut karena jarang sekali mereka mendengar suara teriakan di rumah itu.


“Elsa...” teriak Robin lagi.


“Kamu fikir aku tuli, huh?” desis Elsa.


“Ikut aku...” Robin langsung menarik tangan kiri Elsa sementara tangan kanan Elsa masih memegang pisau.


Robin menyeret Elsa keluar dari dapur dan kemudian melempar nya hingga tubuh Elsa menabrak sebuah guci yang di pajang disana. Elsa terkejut dan emosi nya memuncak.


“Kamu...”


“Apa yang kamu katakan pada Mama ku, huh?” teriak Robin yang membuat Elsa mengernyit bingung.


“Maksud nya?”


“Tidak usah pura pura tidak mengerti, belum puas kamu menyakiti Mama dengan menjadi selingkuhan Papa?” teriak nya.


“Aku tidak pernah menyakiti Mama mu, tidak dengan menjadi selingkuhan Papa mu atau pun dengan kata kata”


“Jangan bohong kamu, Els. Kamu menghina Mama yang tidak bisa kemana mana kan? Kamu juga mau menggoda Papa, kan? Kamu juga menghina Papa karena sudah tua dan terbaring tak berdaya di ranjang, iya kan?” teriak Robin tepat di depan wajah Elsa.


“Exactly, Tuan Muda Wijaya!!!!” Elsa juga berteriak di depan wajah Robin “Bagaiamana bisa aku menggoda Papa mu tapi di waktu yang bersamaan aku menghina nya?” desis nya sambil tersenyum miring, sementara Robin mengepalkan tangan nya kuat kuat karena amarah nya begitu membuncah setiap kali ia berhadapan dengan Elsa.


“Tutup mulut mu dan jangan pernah berbicara sepatah kata pun tentang Mama dan Papa. Tugas mu di sini hanya melayani Mama dan itu harga yang harus kamu bayar karena sudah menjadi selingkuhan Papa” desis Robin namun bukan nya takut, Elsa justru mengatakan sesuatu yang membuat Robin marah.


“Kamu meracuni Papa mu kan... “ Elsa berkata dengan tenang dan itu membuat Robin semakin marah, ia mengangkat tangan nya dan hendak menampar Elsa namun dengan cepat Elsa menodongkan pisau yang masih ia pegang ke leher Robin, sehingga tangan Robin hanya menggantung di udara dengan tatapan yang penuh amarah pada Elsa.


“Tampar aku, aku potong nadi mu!!!”


Tbc...