After Darkness

After Darkness
Episode 85



"Tentang hubungan Elsa dan Robin, kenapa bapak mengizinkan Robin menjalin hubungan dengan Elsa sementara pak Andrew tahu aku sudah meniduri Elsa?"


Pak Andrew terperangah mendengar apa yang di katakan Jimmy, ia sudah membuka mulut hendak bertanya apa maksud Jimmy namun ia mengurungkan niatnya mengingat apa yang telah Robin lakukan padanya. Harus pak Andrew akui, bahwa putranya itu berhasil menorehkan trauma atas apa yang pernah terjadi.


"Pak, kenapa diam saja?" Tanya Jimmy yang sangat penasaran dengan jawaban pak Andrew.


"Aku tidak tahu, Jim. Apapun yang Robin putuskan, aku hanya bisa mendukungnya, dia sudah dewasa dan tahu apa yang terbaik untuknya," tuturnya yang membuat Jimmy langsung mendesah kecewa, sementara pak Andrew sendiri juga bingung dan rasanya tidak percaya jika Robin menjalin hubungan dengan Elsa. Apalagi selama ini Robin sangat kasar pada Elsa karena semua kesalahpahaman itu.


"Tapi apa dia benar-benar akan menikahi Elsa? Wanita yang jauh lebih tua darinya? Apa kata orang nanti, Pak?" Tanya Jimmy lagi seolah ingin memprovokasi pak Andrew.


"Banyak pria yang menikahi wanita yang lebih tua, Jim. Jadi itu tidak masalah, selama Robin bahagia dengan Elsa. Lagi pula, entah apakah sudah ada pria yang meniduri Elsa atau tidak, jika memang Robin mencintainya, maka dia tidak akan peduli dengan hal itu dan akan menerima Elsa apa adanya, " jawab pak Andrew telak yang membuat Jimmy tak bisa berkata-kata lagi


"Sebaiknya kamu juga kembali pada keluargamu, Jim. Karena saat tua nanti, para wanita itu tidak akan menemani kamu, saat kamu sakit dan susah, wanita-wanita itu juga tidak akan ada di samping kamu. Pada akhirnya, kamu akan butuh keluarga kamu! Aku harap kamu belajar dari pengalamanku, dulu aku mengabaikan keluargaku demi bersenang-senang dan sekarang mereka membuangku, mereka bahagia sedangkan aku sendirian, rasanya sangat menyakitkan", tutur pak Andrew panjang lebar namun Jimmy terlihat tidak suka dengan nasihat pak Andrew yang baginya seolah mengaturnya.


" Aku permisi, Pak!" Ujar Jimmy kemudian dan ia meninggalkan pak Andrew dengan perasaan kesal. Sementara pak Andrew hanya geleng-geleng kepala, dan ia seperti melihat dirinya dalam diri Jimmy.


"Andai aku bisa memutar waktu, Jim. Aku tidak akan melakukan kesalahan itu."


.........


Robin yang melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Elsa langsung menelepon Elsa namun sayangnya ia tak mendapatkan jawaban.


"Kenapa dia telfon? Tumben, ada apa?" Robin menggumam sendiri. Robin tak menyerah, ia kembali mencoba menghubungi Elsa namun panggilnya justru di tolak, "Dasar!" geram Robin yang merasa kesal karena di abaikan.


.........


Di rumah, Elsa begitu gugup saat Dokter datang kemudian memeriksa keadaannya. Elsa berusaha keras mengalihkan perhatian Dokter itu dengan terus berbicara bahwa ia telat makan, kurang minum dan masuk angin hingga mungkin ia pingsan di bath tub karena ia belum sarapan.


Ponsel Elsa juga terus berdering, namun saat tahu siapa yang menghubunginya, Elsa mengabaikannya. Namun ponselnya kembali berdering dan Elsa me rejectnya.


"Aku rasa aku memang tidak apa-apa, Dok. Setelah minum obat, istirahat dan makan yang cukup, aku rasa akan segera sembuh," tutur Elsa saat Dokter memeriksa nadinya, sementara Bu Isna yang berdiri di samping ranjang putrinya itu mulai merasa kesal karena Elsa seolah takut di periksa Dokter.


"Kamu bisa diam, Sa? Biar Dokter periksa keadaan kamu dulu!" Tegas Bu Isna.


"I-iya, Ma," jawab Elsa gugup.


"Sepertinya Elsa memang hanya kurang fit," ujar Dokter itu kemudian. "Sebaiknya Elsa beristirahat yang cukup, dan yang pasti jangan stres." lanjutnya yang membuat Elsa bernapas lega.


Setelah di periksa, Dokter pun meresepkan obat untuk Elsa sebelum akhirnya bu Isna mengantar Dokter itu ke depan.


Setelah memastikan mereka pergi, Elsa segera mengirimkan pesan pada Robin.


" Aku ingin bertemu, ini penting!"