After Darkness

After Darkness
Episode 182



Elsa membuka tas itu dan ia menganga melihat apa yang ada di dalam sana.


"Astaga, kamu?" Elsa bahkan tidak tahu harus berkata apa melihat pakaiannya yang robek, terbayang kembali dalam ingatannya bagaimana Robin memperlakukannya saat itu, dan ia tidak tahu kenapa Robin harus menyimpan barang yang penuh kenangan luka ini.


Sementara Robin justru cengengesan sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal namun tiba-tiba Elsa menatap Robin dengan mata yang berkaca-kaca.


Ia masih tak bisa melupakan pelecehan itu yang seperti mimpi buruk baginya walaupun itu menghadirkan Baby Arjun yang juga menjadi cinta dalam hidupnya.


Seketika suasana menjadi melow, apalagi ketika Elsa mulai terisak. Robin langsung memeluk Elsa dari belekang, mengaitkan dagunya di pundak sang istri.


"Maafkan aku, Sayang." Robin berkata dengan lirih, Elsa masih terisak sambil meremas pakaiannya itu. "Aku tahu aku menyakitimu, aku benar-benar minta maaf." lanjutnya dengan tulus.


Elsa berbalik badan dan ia memeluk suaminya itu dengan erat, seolah ia butuh sandaran. "Awal yang sangat menyakitkan, hikss...."


"Aku tahu," jawab Robin sembari mengelus kepala Elsa dengan lembut. "Tapi semuanya berakhir sangat indah, Sayang."


"Tapi kenapa kamu malah menyimpannya begini? Seharusnya kamu buang!"


"Aku tidak bisa, hatiku ingin menyimpannya." Robin melerai pelukannya dan ia menghapus air mata Elsa dengan lembut. "Aku janji, aku akan berusaha membayar semuanya dengan cinta dan kasih sayang, mungkin itu tidak bisa menutup luka yang aku torehakan, tapi setidaknya itu bisa mengalihkanmu dari luka itu, hm?"


Elsa hanya bisa tersenyum dan mengangguk sebelum akhirnya ia kembali memeluk suaminya itu. Pria yang selalu ia anggap bocah tengil kini begitu dewasa, mengayominya dengan sangat baik.


"Kenapa cinta seperti ini? Kamu yang membuatku sakit, tapi aku tetap berlari ke pelukanmu." Elsa berkata dengan lirih, ia mengecup denyut nadi di leher suaminya itu, yang berhasil membuat bibir Robin tersenyum. Dan benar, pelukan Robin selalu terasa menenangkan.


"Karena itu cinta, Sayang. Yang akan selalu melukaimu dan juga yang akan selalu menjadi obat atas semua lukamu."


Robin mengambil pakaian Elsa itu dari tangan Elsa, kemudian ia memasukannya kembali ke dalam tasnya. "Aku tidak tahu kenapa, tapi aku ingin menyimpan ini. Jika kau izinkan?" Robin menatap Elsa dengan memohon namun Elsa menggeleng.


...... ...


"Robin tidak ke kantor, Bi? " Tanya Bu Anita yang baru saja sampai di rumah, tadi ia melihat mobil Robin masih ada di depan.


"Katanya Den Robin tidak mau ke kantor hari ini, Nyonya. Mau menghabiskan waktu bersama keluarga katanya," jawab Bi Sum.


Bu Anita pun hanya menganggukan kepalanya sebelum akhirnya ia bergegas naik ke kamar Robin. Ia mengetuk pintu dan tak berselang lama Robin membuka pintu.


"Mama habis menemui Papa?" Tanya Robin.


"Iya, masalah Joanna sudah selesai," jawab Bu Anita, ia berjalan masuk dan bibirnya langsung tersenyum lebar saat ia melihat cucunya. "Elsa dimana?"


"Lagi mandi," jawab Robin.


Bu Anita menggendong Baby Arjun dan mengecup pipinya dengan gemas, menghirup aroma khas bayinya yang membuatnya candu dan terus merindukannya.


"Oma kangen sekali, Sayang. Hem, Sayangnya Oma tidak ketemu Oma pagi ini, ya? Kok rasanya seperti satu minggu Oma tidak melihatmu, Sayang." racaunya yang membuat Robin terkekeh.


"Rob, Mama bawa si kecil ke bawah ya, Mama kangen neh, dia sudah di susui, 'kan?" kata Bu Anita dengan serius.


"Iya, Ma."


"Oh, ya. Nanti suruh Elsa ke bawah juga, ada yang ingin Mama bicarakan sama dia."


Tbc...