After Darkness

After Darkness
Episode 157



Karena tak ingin ada lagi kebohongan pada orang tuanya, Elsa menceritakan siapa Mayra dan kenapa ia bisa ketus pada wanita itu. Kedua orang tuanya itu hanya bisa memijat pelipis mereka. Sungguh mereka tak menyangka ternyata sesulit ini hidup yang Elsa jalani selama ini dan mereka sama sekali tidak tahu.


"Tapi sepertinya wanita itu memang wanita baik-baik, Sa. Buktinya tadi dia mau membantu kita, Sa," kata Bu Isna dan seketika Elsa teringat saat Mayra turun dari mobil tadi dia terlihat habis menangis, ia penasaran namun Elsa mencoba mengabaikan hal itu.


...


Setelah seharian bekerja, Robin pulang ke rumah orang tuanya karena ia tak ingin bertemu Elsa dan ia juga tak tahu keadaan Elsa.


Sesampainya di rumah sang mama, Robin langsung di sambut hangat oleh mamanya itu, bahkan ia memeluknya penuh kerinduan apalagi tiga hari ini ia memang tidak pernah bertemu dengan Robin.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mau datang, Rob? Mama bisa siapkan makan malam untukmu," ujar sang Mama.


"Tidak apa-apa, Ma. Kita bisa makan malam keluar kalau Mama mau," kata Robin yang juga melempar senyum namun itu bukannya membuat Bu Anita senang, ia justru merasa ada yang salah dengan Robin. "Aku juga akan menginap malam ini." lanjutnya yang membuat kecurigaan sang ibu semakin besar.


"Ada apa? Kamu ada masalah sama Elsa?" Tanya Bu Anita dan tampak kecemasan di matanya, apalagi saat ia menyadari mata Robin yang lembab dan terdapat lingkaran di bawah matanya.


"Tidak ada, hanya saja..." Robin menjilati bibirnya yang terasa kering bahkan tenggorokannya juga terasa kering, hari ini ia tidak makan sama sekali dan minum pun hanya sedikit. "Ada orang tua Elsa di apartement." lanjutnya yang tentu saja membuat Bu Anita sangat terkejut.


"Bagaiamana bisa? Terus mereka bilang apa? Mereka selama tidak tahu kalau Elsa hamil, kan?"


"Nanti saja aku ceritakan, Ma. Sekarang aku mau ke kamar saja," kata Robin kemudian ia bergegas ke kamarnya.


Bu Anita yang penasaran dengan apa yang terjadi langsung menghubungi nomor telpon apartement Elsa namun setelah beberapa kali mencoba, tidak ada jawaban. Bu Anita mengernyitkan kening, ada perasaan cemas dalam hatinya karena tidak ada yang menjawab telfon.


Tanpa berfikir panjang, Bu Anita langsung menyusul Robin ke kamarnya. "Robin...!" teriaknya dan Robin yang hendak menutup pintu kamarnya pun kembali membuka pintu.


"Ada apa, Ma?" Tanya Robin dengan malas.


"Kamu yakin Elsa di apartement? Atau jangan-jangan orang tuanya membawa Elsa pulang," tukasnya yang tentu saja membuat kening Robin langsung berkerut dalam.


"Maksud Mama?" Tanya Robin bingung.


"Tadi Mama coba telfon tapi tidak ada yang menjawab." jawab sang Mama yang membuat Robin semakin bingung dan ia pun juga merasa cemas. Robin langsung menghubungi Elsa dari ponselnya namun juga tak dapat jawaban. Segala fikiran buruk berkelana dalam benaknya, takut Elsa pergi begitu saja seperti dulu.


Robin menyetir dengan kecepatan penuh dan dalam hati ia terus berdo'a agar Elsa tak pergi seperti dulu, setidaknya jangan sekarang! Robin masih ingin bersama Elsa, masih ingin menjaganya walaupun ia sangat di kecewakan dengan keputusan Elsa.


.........


Sementara di rumah sakit, Elsa tertidur karena semalaman ia belum tidur, orang tuanya menjaga Elsa, mereka menatap wajah Elsa yang sedang tertidur itu.


Bu Isna membelai kepala sang putri dengan sayang. "Kenapa semua ini harus terjadi sama kamu, Sa? Kenapa harus sesulit ini hidup kamu? Jika saja Mama bisa mengambil penderitaanmu, Mama akan ambil semuanya tanpa tersisa sedikitpun, Sayang."


"Kita doakan saja Elsa mampu melewati semua ini," sambung pak Malik dengan lembut. "Bagaiamana pun juga ini salah Elsa, semua ini bermula karena ambisi Elsa dulu. Kalau saja dia tidak ingin jadi model, kalau saja dia tetap berada di sisi Arfan malam itu, mungkin kisah hidupnya akan berbeda. Elsa hanya sedang membayar semua yang ia lakukan dulu."


"Tapi apa ini tidak terlalu kejam, Mas?"


"Hukum alam selalu begitu, kita menuai apa yang kita tanam."


Tbc...


Hem, sambil nunggu keputusan selanjutnya bagaimana, yok kita mampir ke Novel teman SkySal yang akan launching hari senin ini. Hehe, novelnya belum launcing tapi SkySal sudah Rekomendasikan untuk kalian semua.


Nah, biar kalian tidak ketinggalan saat Novel ini launcing, follow Author TIE TIK.


Belenggu Benang Kusut bye Tie Tik


Blurb


"Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.


"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro."Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.


"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro.