
"Elsa...."
Elsa langsung berbalik badan dan hendak pergi saat melihat Jimmy, namun Jimmy dengan cepat menghalangi langkah Elsa, membuat Elsa merasa menggeram kesal.
"Apa?" Ketus Elsa.
"Astaga, Sa. Aku kangen sama kamu," kata Jimmy dengan entengnya bahkan ia hendak memeluk Elsa namun dengan cepat Elsa melangkah mundur, ia menatap Jimmy dengan sinis dan ia tak habis fikir dengan tingkah Jimmy yang masih menjijikan.
"Kamu itu masih tidak berubah, ya," desis Elsa. "Menjijikan!"
"Kamu bicara apa sih, Sa. Aku cuma kangen sama kamu," ucap Jimmy memelas.
"Dan aku muak melihat kamu! Jadi sebaiknya kamu pergi dari hadapanku atau aku akan..."
"Akan apa?" Tantang Jimmy "Akan mengadu pada Robin? Calon suamimu itu?" Tanya Jimmy sambil tersenyum sinis yang membuat Elsa langsung mengerutkan keningnya.
"Calon suami?" Tanya dengan bingung.
"Aku heran sama kamu, Sa. Kamu menolak aku tapi kamu mau menerima anak kecil seperti Robin, selera kamu rendah juga," ejeknya yang membuat Elsa tertawa sinis.
"Justru, kalau aku memilih kamu, maka seleraku perlu di pertanyakan. Tukang selingkuh, penipu, hargamu benar-benar rendah dan jangan membandingkan diri dengan Robin karena kalian seperti hitam dan putih," desis Elsa tajam kemudian ia hendak pergi dari Jimmy kembali menahannya." Apalagi?" Geram Elsa kesal.
"Apa kamu sudah berhenti mencintaiku, Elsa? Apa kamu lupa bagaimana kita menghabiskan malam bersama?" Elsa melotot dan meringis jijik mendengar pertanyaan Jimmy.
"Dengar, ya!" Elsa menunjuk tepat di depan wajah Jimmy. "Pertama, aku tidak pernah mencintaimu dan kamu pelarianku saat itu. Kedua, aku lupa dengan malam yang kita habiskan karena bagiku itu hanya sampah! Tidak ada yang berarti dan tidak ada yang perlu di ingat!" Elsa mendesis tajam yang membuat Jimmy juga tampak marah.
" Elsa...!" Elsa mengangkat tangannya, meminta Jimmy diam, kemudian Elsa merogoh ponselnya dari dalam tasnya dan ia menghubungi Robin. Tak lama kemudian terdengar suara Robin.
" Ada apa, Els? Apa kamu butuh sesuatu?" Suara Robin terdengar begitu lembut.
"Iya, kenapa?" tanya Robin.
"Aku sedang di supermarket, dia mengganggu calon istrimu ini, apa kau bisa melakukan sesuatu padanya? Seperti, membuat dia kehilangan pekerjaan dan yang lainnya? Bukankah kamu melakukan hal yang sama pada semua wanita simpanan ayahmu?" Jimmy terperangah mendengar apa yang Elsa bicarakan, ia tidak menyangka Elsa akan mengadu secara langsung pada Robin.
"Berikan ponsel mu padanya!" Perintah Robin dan suaranya terdengar begitu tajam. Elsa pun memberikan ponselnya pada Jimmy dan Jimmy menerimanya dengan ragu.
"Jauhi calon istriku atau aku buat kamu menyesal seumur hidup!" Gertak Robin namun Jimmy enggan menanggapinya, ia mengembalikan ponsel Elsa kemudian pergi meninggalkan Elsa. Elsa hanya menatap punggung Jimmy yang terus menjauh sambil tersenyum sinis, namun kemudian keningnya berkerut saat menyadari sesuatu.
"Menikah sama Robin?"
.........
Setelah seharian menghabiskan waktu di kantor dan berkutat dengan pekerjaannya, Robin pun pulang ke apartment namun ia tak menemukan Elsa disana.
Tanpa membuang waktu, Robin mendatangi kamar Elsa, ia mengetuk pintu sembari memanggil nama Elsa. Dan tak lama kemudian Elsa keluar sembari menikmati es krim.
"Kamu dari mana? Kok bisa ketemu Jimmy?" Tanya Robin tanpa basa-basi sedikitpun.
"Belanja," jawab Elsa singkat kemudian ia berjalan keluar melewati Robin.
"Kenapa kamu pergi sendiri? Kalau terjadi sesuatu gimana?" Tanya Robin sembari mengikuti Elsa yang berjalan menuju sofa.
"Aku bisa menjaga diri," jawab Elsa singkat, ia menjatuhkan bokongnya di sofa kemudian bertanya. "Kenapa Jimmy bisa bilang aku mau menikah sama kamu?"
Tbc...