After Darkness

After Darkness
Episode 61



Cinta, sejatinya memang tak bisa di tebak apalagi di kendalikan. Tak ada yang tahu akan datang kapan, pada siapa dan dimana, bahkan terkadang kehadirannya tak di sadari. Begitu juga yang terjadi pada Robin, tak ada alasan bahkan seharusnya cinta tak mungkin terjadi di antara keduanya, namun siapa yang bisa mengendalikan hati?


"Sebaiknya aku kirim dia pulang sebelum aku kehilangan kendali," gumam Robin yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang.


Sementara itu, berhubung Bu Anita tak ingin lagi di layani, Elsa pun tetap di kamar dan ia menghubungi Elnaz, untuk menanyakan keadaannya sekaligus mencari tahu apakah Robin melakukan sesuatu padanya.


"Kak Elsa dimana? Di kantor?"tanya Elnaz dari seberang telfon yang membuat Elsa tersenyum masam.


"He'em," jawab Elsa "Oh ya, bagaimana keadaan mu, El? Terus janin kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Elsa yang tak ingin membicarakan pekerjaan semunya itu.


"Kami baik-baik saja, Kak Elsa. Oh ya, acara 7 bulanan kandungan El nanti akan adakan di rumah," kata Elnaz kemudian yang membuat Elsa tak tahu harus menjawab apa, karena rasanya ia masih belum siap untuk berhadapan dengan Elnaz dan Arfan.


"Kak Elsa nanti ambil cuti, ya." lanjut Elnaz.


"Em, iya," jawab Elsa kemudian dengan ragu.


"Ini masih lama kok, Kak." Elnaz berkata sambil terkekeh membuat Elsa tersenyum geli.


...


Robin sampai di rumah dan ia langsung bergegas ke kamarnya untuk mandi, sementara Bi Sum tampak cemas karena ia melihat Robin terlihat sangat kacau.


"Den Robin, mau di siapkan air hangat?" tanya Bi Sum yang mengekori Robin ke kamarnya namun Robin engga menjawabnya, ia menutup pintu dengan kasar hingga menimbulkan suara gebrakan membuat Bi Sum terlonjak kaget.


"Ada masalah apa lagi ya?" gumam Bi Sum kemudian ia pun segera turun.


"Agh, sial. Kenapa jadi begini?" geram Robin kemudian ia memukul tembok dengan kasar.


...


"Den Robin semalam tidak pulang ya, Bi?" tanya Siti pada Bi Sum dan Bi Sum hanya menggeleng.


"Tidur dimana dia? Apa kembali ke kontrakannya dulu?" tanya Ati.


"Sudah, jangan ikut campur. Selesaikan saja pekerjaan kalian," ujar Bi Sum ketus kemudian Bi Sum pun pergi ke dapur.


Tak lama kemudian Elsa keluar dari kamar dan ia berjalan menuju dapur melewati Ati dan Siti, membuat kedua wanita itu mendengus kesal melihat Elsa yang menurut mereka hanya makan gaji buta.


"Bi, aku lapar." Elsa berkata pada Bi Sum yang kini mengeluarkan daging dari kulkas.


"Makan saja, Sa. Masih ada ayam goreng di bawah saji," kata Bi Sum dan Elsa pun segera membuka tudung saji, matanya berbinar melihat ada ayam goreng yang tampak menggiurkan, namun baru saja Elsa hendak mengambilnya, tiba-tiba terdengar teriakan Robin yang meminta di buatkan kopi.


"Sa, buatkan kopi susu sebentar ya," kata Bi Sum yang membuat Elsa cemberut "Bibi mau buat bumbu rendang, ya!" bujuk Bi Sum dan Elsa pun dengan sangat terpaksa membuatkan kopi susu untuk Den Robinnya itu.


Sementara itu, sambil menunggu kopinya datang, Robin yang masih hanya memakai handuk kini duduk di tepi ranjang sembari memeriksa cctv rumahnya dari laptopnya dan Robin tercengang saat melihat apa yang di lakukan oleh Elsa. Robin mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras dan tatapannya menyiratkan kemarahan yang luar biasa.


"Beraninya kamu, Els!" geram Robin dan bersamaan dengan itu terdengar suara Elsa yang memanggilnya di iringi suara ketukan pintu.