
"Pergi ke lab?" pekik Bi Sum dan Elsa mengangguk.
"Aku sudah berhasil mendapatkan sampel darah Pak Andrew, jika darahnya di periksa, kita akan tahu apa yang sebenarnya Robin lakukan sama dia," kata Elsa.
"Tapi kalau nanti terbukti Den Robin meracuni Tuan, tolong jangan lapor polisi ya, Sa." pinta Bi Sum penuh harap dan tentu Elsa langsung mengangguk.
"Aku tidak ada niat mau melaporkan Robin ke polisi, aku cuma mau mendapatkan bukti yang kuat untuk melawan Robin, Bi. Jadi tolong ya, bantu aku pergi ke rumah sakit atau ke lab terdekat." mohon Elsa dan Bi Sum pun menyanggupinya, karena Bi Sum sendiri tidak mau jika Robin terus melangkah di langkah yang salah ini.
...... ...
Bu Anita hanya bisa merenungi apa yang di katakan Elsa, karena semuanya benar dan tidak ada yang salah. Jika pun Elsa memang benar selingkuhan suaminya, lalu kenapa dengan bodohnya, dengan konyolnya ia justru menampung Elsa di rumahnya sekalipun di jadikan pelayan? Kenapa ia mau memakan masakan Elsa? Kenapa Bu Anita mau mendengarkan saran Elsa dari pindah kamar, makan di halaman samping rumah, bahkan cemilan pun di aturkan oleh Elsa?
"Sebenarnya kenapa dia bisa melakukan ini sama aku? Apa ini trik ini dia untuk mengambil perhatian ku atau justru ingin membingungkan aku dan Robin?" monolognya.
Bu Anita saat ini duduk di kursi-rodanya, menatap lurus ke luar jendela, menikmati pemandangan hari yang mulai memasuki petang. Bu Anita pun kemudian menarik horden dan menutup jendelanya, ia mendorong kursi-rodanya mendekati Pak Andrew dan Pak Andrew pun menyembunyikan jarinya yang terluka. Pak Andrew pun tak mau jika sampai rencana Elsa gagal.
"Sebenarnya Elsa itu simpenan kamu atau bukan sih, mas?" tanya Bu Anita dan Pak Andrew pun langsung menggeleng.
"Ck, mana ada maling ngaku," kata Bu Anita kemudian yang membuat Pak Andrew menghela nafas panjang.
.........
Robin melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Robin masih setia menunggu Jimmy di parkiran gedung apartementnya.
"Jimmy...!" seru Robin dan Jimmy pun menoleh.
"Robin?" gumam Jimmy.
"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu, bisa kita bicara berdua?" tanya Robin sambil melirik wanita seksi yang berdiri di samping Jimmy.
"Ada apa? Apa ini tentang Pak Andrew? Apa dia sudah sehat?" tanya Jimmy namun Robin justru melirik wanita itu.
"Sayang, kamu masuk duluan sana," kata Jimmy dan wanita itupun mengangguk, ia mengecup pipi Jimmy sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jimmy dan Robin.
"Jadi? Ada apa, Robin?" tanya Jimmy yang berusaha bersikap formal karena ia sebenarnya hanya sekedar tahu Robin, tidak saling mengenal.
"Apa kamu masih berhubungan sama Elsa?" tanya Robin tanpa basa-basi sedikitpun, Jimmy yang mendengar pertanyaan itu terkekeh.
"Kenapa? Aku rasa kamu bukan istriku yang harus penasaran dengan hubunganku sama Elsa," ujar Robin.
"Aku hanya ingin tahu, sejauh apa hubungan mu sama dia karena..."
"Karena apa? Apa kamu juga menyukai dia?" tanya Jimmy sambil tersenyum miring.
"Aku akan menikahinya jadi aku ingin memastikan dia tidak menjalin hubungan dengan siapapun."