
Mayra yang baru saja turun dari kamarnya langsung menghampiri Mamanya yang saat ini sedang duduk di sofa sembari membaca sebuah majalah.
"Ma...." Mayra duduk di samping sang Mama. "Mama bilang Robin itu jomblo, tapi kok bisa dia tiba-tiba punya kekasih bahkan kekasihnya sudah hamil?" Tanyanya yang membuat mamanya itu terkekeh, Mayra menatap sang Mama dengan kening yang berkerut. "Kok malah ketawa?"
"Kamu itu berharap banget ya bisa menikah sama Robin?" Tanya sang Mama, Mayra terdiam sejenak, mengingat kembali pertemuannya dengan Robin yang begitu singkat dan mengecewakan. Selama ini, sang Mama sering bercerita tentang Robin serta memperlihatkan foto Robin, dan Mayra sudah naksir pria itu sejak saat pertama kali melihat foto Robin yang begitu tampan.
"Dia sudah punya calon istri, Ma," jawab Mayra lesu.
"Sebenarnya ceritanya bukan begitu, May," kata Sang Mama, ia meletakkan majalahnya kemudian ia me atap Mayra dengan serius dan berkata. "Tadi Anita telfon, dia menceritakan hubungan Robin dengan wanita itu, namanya Elsa."
"Ya, aku tahu. Robin beberapa kali menyebut nama itu tadi malam," sungut Mayra.
"Nah, wanita itu bukan calon istri Robin, mereka hanya terlibat hubungan satu malam, kecelakaan begitu yang pada akhirnya membuat wanita itu hamil, dan wanita itu tidak menginginkan bayinya," tuturnya panjang lebar yang membuat Mayra tampak bingung.
"Maksudnya?" tanya Mayra.
"Jadi, saat ini mereka tinggal bersama tapi hanya sampai anak itu lahir, setelah itu Elsa akan pergi kok dari kehidupan Robin karena Elsa memang tidak mau anak itu. Robin yang bersikeras ingin anak itu lahir sebagai bentuk tanggung jawab, dan jujur sih, May. Setelah mendengar cerita ini, Mama jadi semakin kagum sama Robin dan Mama semakin yakin untuk menjodohkanmu dengan Robin. Dia pria yang bertanggung jawab."
Mayra tentu semakin bingung dengan penuturan mamanya yang panjang kali lebar itu apalagi saat ia mengingat bagaimana Robin menolak perjodohan itu.
"Tapi Robin sangat jelas menolak perjodohan itu karena ada Elsa dalam hidupnya, Mama," kata Mayra.
"Dia tidak benar-benar menolak kamu, May. Robin seperti itu karena dia takut kamu tidak mau menerima anak dia nanti," tukas sang Mama yang membuat Mayra terdiam sejenak.
Menerima anak wanita lain dari pria yang ia taksir tentu tidak mudah dan hal seperti itu tidak pernah terfikir olehnya selama ini.
.........
Elsa terbangun dengan perasaan yang berbeda pagi ini, matanya berbinar dan senyum sumringah mengembang sempurna di bibirnya. Alasannya hanya satu, Robin.
Elsa berfikir keras mencari jawaban dari pinangan Robin, dan setelah memikirkan banyak hal, salah satunya adalah jujur pada keluarga Elsa kehamilannya dan setelah itu ia akan menjawab pertanyaan Robin dengan jawaban yang pasti membuat pria itu senang.
"Tentu saja aku mau menikah denganmu," ucap Elsa sambil terkekeh sendiri, ia menatap pantulan dirinya di cermin, Elsa menaikan baju piyamanya hingga menampilkan perutnya yang sudah buncit, Elsa mengelusnya sambil tersenyum.
Namun saat hendak akan naik ke kamar Robin, Elsa melihat ada sebuah kertas di atas meja, Elsa mengambil kertas itu dan membaca pesan yang di tinggalkan untuk Robin.
"Maaf ya , aku berangkat tanpa pamit. Tadinya aku ingin pamit, tapi kamu tidur sangat nyenyak jadi aku tidak untuk membangunkanmu, Els. Aku ada pekerjaan mendadak dan harus pergi ke luar kota, mungkin besok malam aku akan pulang. Kamu jaga diri di rumah ya, jangan lupa makan dan kalau memesan makanan, pesan dari restaurantku. Minta apapun yang kamu mau, kalau malam jangan begadang juga. Dan kalau kamu mau oleh-oleh, telfon saja aku."
Elsa tersenyum membaca pesan Robin yang panjang itu, perasaannya menghangat dan ia semakin yakin untuk menjawab yes atas lamaran Robin.
Tbc...
*Bagaiamana? Seru?
Nah, sambil nunggu si bocah tengil pulang, mampir ke karyanya Kak Senja dulu ya dan seperti biasa, sampaikan salam Sky untuk Kak Senja.
Judul : Di Khianati Karena Tak Kunjung Hamil
Penulis : Senja_90
Blurb
Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga.
Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.
Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.
Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.
Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?
Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini*!