After Darkness

After Darkness
Episode 142



Sesuai jadwal, hari ini Robin dan Elsa pergi ke Dokter untuk memeriksa kandungan Elsa, dan seiring berjalannya waktu, perut Elsa kian membesar namun masih tidak terlihat jelas jika Elsa memakai pakaian yang longgar dan besar.


"Perkembangannya sangat baik, detak jantungnya juga normal," kata Dokter Ika yang membuat Elsa dan Robin tampak senang.


"Laki-laki atau perempuan?" Tanya Robin dengan antusias yang membuat Dokter dan Elsa terkekeh.


"Ya belum kelihatan, Rob," ujar Elsa.


"Iya, untuk saat ini jenis kelaminnya belum terlihat jelas ya, Pak."


Robin hanya tertawa mendengar ucapan Elsa dan Dokter, entah mengapa rasanya Robin tidak sabar menunggu kelahiran bayi itu, apalagi besar harapannya Elsa mau berubah fikiran saat bayi itu lahir.


Setelah selesai memeriksa kandungannya, Elsa dan Robin pun bergegas pulang dan saat di lorong rumah sakit, Elsa melihat Arfan yang tampak sedang berbicara dengan seorang wanita, Elsa ingat wanita itu. Namanya Nadine, teman kuliah Arfan dulu.


"Kamu ke mobil duluan ya, aku mau ke toilet sebentar," kata Elsa pada Robin.


"Sendiri?" Tanya Robin


"Iya lah, masak di temenin, aku bukan bocah," jawab Elsa ketus yang membuat Robin mendelik namun tentu ia tak marah.


Setelah Robin pergi ke mobil lebih dulu, Elsa langsung menemui Nadine dan ia mendengar percakapan Nadine dan Arfan. Elsa jadi merasa jengkel, apalagi Nadine terlihat seperti wanita murahan yang bisa saja menimbulkan masalah untuk hubungan Arfan dan Elnaz, hal itu mengingatkan Elsa pada dirinya sendiri di masa lalu, ia pun selalu menjadi masalah dalam rumah tangga adiknya itu.


Setelah Arfan pergi, Elsa langsung menghampiri Nadine, memberinya peringatan tajam dan keras dan tentu Elsa sangat tahu cara mengintimidasi seseorang, Nadine bahkan tidak punya kesempatan untuk membela diri.


"Awas saja kalau kamu macam-macam! Aku pastikan akan menghancurkan hidupmu!" Gertaknya dengan sangat tajam.


.........


"Halaman kosong ini sekarang jadi berubah menjadi taman bunga mini ya, Nyonya." Bi Sum berkata sembari membersihkan taman bunga mini itu bersama Bu Anita.


Dan kaki Bu Anita kini jauh lebih baik, ia bisa berjalan tanpa tongkat walaupun harus pelan-pelan dan tidak kuat jika berjalan jauh, ia juga mulai mengurangi obat-obatan yang ia konsumsi selama ini.


"Iya, Bi. Coba saja dari dulu ya, Bi. Aku pasti tidak akan stres cuma duduk di atas kursi, rebahan di kamar," kata Bu Anita.


"Iya, setelah Den Robin kembali, banyak yang berubah." Bu Anita hanya menggumam sambil tersenyum. "Oh ya, kira-kira, Den Robin sama Elsa akan menikah apa tidak ya, Nyonya?" Bu Anita yang mendengar pertanyaan Bi Sum itu langsung melotot kesal.


"Tapi kan Elsa arogan cuma sama orang tertentu saja, Nyonya. Sama Den Robin lain lagi sikapnya," ucap Bi Sum yang masih tak menyerah membela Elsa dan ia memang sangat berharap Bu Anita merestui hubungan Robin dan Elsa.


Selama ini, secara diam-diam Bi Sum berkomonikasi dengan Elsa, bahkan terkadang ia mengirimkan makanan untuk Elsa jika Robin pulang ke rumah.


"Tidak mau lah, Bi. Apa kata orang nanti? Aku ingin menjodohkan Robin dengan Mayra, anak temanku."


.........


"Lama sekali...." gerutu Robin saat Elsa akhirnya juga.


"Kenapa? Sudah kangen?" Goda Elsa yang membuat Robin terkekeh.


"Sangat," jawabnya yang juga menggoda, Elsa hanya mencebikan bibirnya. Terkadang ia berfikir, apakah Robin tidak ingat dengan ungkapan cintanya sendiri saat itu? Karena Robin tidak pernah membahas hal itu, padahal Elsa sangat menunggu.


"Habis ini makan ya, oh ya, makan seafood!" Rengek Elsa.


"Siap, Nyonya!" Jawab Robin


"Nyonya Robin Sriwijaya?" Elsa kembali menggoda.


"Nanti, kalau sudah ada surat nikah!"


*Tbc...


Yang tidak tahu Nadine, mampir dulu disini!


Kisah cinta yang juga pasti bikin kalian gemes, apalagi sama sosok Elsa yang sama arogan dan egoisnya seperti sekarang!


Penasaran? Atau ada yang sudah baca*?