After Darkness

After Darkness
Episode 39



"Dimana Elsa?" tanya Robin karena ia tidak melihat Elsa di sana sedangkan ketiga pembantu yang lainnya ada disana.


"Katanya lengan dia kena kopi panas, biarkan saja dia tidak bekerja sampai lengannya sembuh. Dia baru datang dari dokter" kata Bu Anita dengan tenang.


"Masak sampai separah itu..." gumam Robin kesal dan ia pun hendak mendatangi Elsa ke kamarnya namun ia mendengar suara Elsa dan Robin pun mengikuti arah suara itu.


"Dia telfonan sama Elnaz rupanya, gila ya, dia tidak merasa malu telfonan sama istri mantan tunanga nya" gumam Robin lagi sambil tersenyum miring. Ia pun mendengarkan obrolan Elsa dan diam-diam ia memperhatikan penampilan Elsa dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Robin bisa memastikan Elsa belum mandi, rambutnya masih berantakan namun di ikat. Pakaiannya biasa saja dan Elsa memakai sandal jepit "Kenapa dia terlihat imut ya? Padahal kan dia sudah tua" gumam Robin sambil meringis aneh dengan pemikirannya sendiri.


"Adek siapa?" tanya Robin dengan suara bass nya setelah Elsa selesai berbicara dengan Elnaz, sekilas Elsa terlihat terkejut namun kemudian wanita itu mendengus kesal.


"Adikku lah" jawab Elsa ketus "Keluarga ku semuanya cariin aku gara gara hp ku rusak, kamu harus ganti, bocah tengil!" seru Elsa yang tentu saja membuat Robin langsung kesal, entah kenapa ia sangat benci dua kata itu saat keluar dari mulut Elsa.


"Berhenti memanggil ku bocah tengil!" desis Robin dan ia melangkah mendekati Elsa, tatapannya begitu tajam seolah ingin menguliti Elsa detik ini juga.


"Pada kenyataannya memang kamu bocah tengil!" seru Elsa lagi dengan sengit "Kamu merusak hp ku, tapi tidak di ganti," kata Elsa sembari melangkah mundur saat Robin sudah sangat dekat dengannya "Kamu menciderai lengan ku, dan kamu tidak mau tanggung jawab" lanjutnya lagi.


"Kamu juga salah faham sama aku, fikiran kamu terlalu pendek untuk mengerti suatu masalah. Kamu terlalu bodoh untuk melihat suatu hal dari segala sisi" seru Elsa lagi yang membuat Robin semakin marah, Robin menggertakkan giginya dan ia langsung menarik lengan Elsa yang terkena kopi tadi.


"Ah, Robin. Perih!!!" pekik Elsa dan ia berusaha menarik lengannya, namun Robin justru semakin mencengkram lengan Elsa dan bahkan dengan sengaja meremasnya.


"Kenapa? Mau aku lepas?" tanya Robin sambil tersenyum sinis.


"Perih, sakit" rengek Elsa berusaha menarik tangannya.


"Dasar manja!" seru Robin dan ia menghempaskan tangan Elsa dengan kasar "Baru itu saja meringis perih sakit, sudah seperti di perawanin saja" tukas Robin dengan enteng nya yang membuat Elsa melongo.


"Jaga omongan kamu ya!" seru Elsa marah.


"Kenapa? Kamu merasa tersinggung? Apa kamu berteriak seperti itu saat di perrwanin?" tanya Robin lagi yang membuat Elsa menggeram marah, hal itu justru membuat Robin merasakan kepuasan tersendiri dalam hatinya.


"Aku jadi penasaran, yang merenggut kesucian kamu siapa? Jimmy atau Papa? Oh atau ada pria lain?" tanya Robin mengejek Elsa, membuat hati Elsa langsung bergemuruh dan tanpa fikir panjang Elsa langsung mengangkat tangannya dan mendaratkan tamparan sempurna di pipi Robin.


Plakkkkk


Kepala Robin terhempas ke samping saking kerasnya tamparan Elsa, sekilas Robin tampak terkejut dan marah namun kemudian ia menampilkan wajah tenangnya, bahkan ia berseringai licik sambil memegang pipinya yang terasa panas dan perih.


"Cuma segitu kekuatan mu, Els?" desis Robin "Kamu mau aku buat teriak sampai terdengar ke kampung halaman mu? Berteriak nikmat, tentunya"