After Darkness

After Darkness
Episode 26



“Aku tidak perduli” kata Elsa kemudian “Tapi coba kamu bayangkan bagaimana jika aku melaporkan mu ke polisi? Perusahaan keluarga mu akan terkena imbas nya, dan aku juga bisa menyebarkan kelakuan mu ini lewat internet. Jadi, bagaimana kalau aku melupakan apa yang kamu lakukan pada Ayah mu dan kamu melepaskan aku?"


Robin menatap tajam Elsa dan ia menggeram marah atas tawaran Elsa itu, tanpa di sangka, tiba tiba Elsa langsung mencengkram pipi Elsa dengan sangat kuat membuat Elsa meringis sakit.


"Robin..." geram Elsa berusaha melepaskan tangan Robin dari pipinya namun Robin justru semakin kencang mencengkram nya.


"Jangan bertindak sok pintar, Els. Aku bisa menghancurkan mu dengan mudah dan aku pastikan, kamu tidak akan pernah bisa menyentuh ku sedikitpun!" tegas Robin kemudian melepaskan tangannya dengan kasar. Elsa langsung memegang kedua pipinya yang terasa panas dan sakit, bahkan pipi putih Elsa itu sampai memerah.


"Dan aku pastikan juga..." desis Elsa dan ia menunjuk wajah Robin "Kamu akan membayar semua perlakuan kamu sama aku, Robin. Bocah tengil!" geram Elsa yang membuat Robin tercengang, seumur hidup baru sekarang ada yang memanggilnya bocah tengil.


"Dasar bocah tengil!" geram Elsa lagi seolah ia ingin melampiaskan segala kekesalannya, setelah itu Elsa pergi dari kamar Robin. Meninggalkan Robin yang masih diam mematung setelah di panggil bocah tengil sebanyak dua kali.


Elsa kembali ke kamarnya dan ia langsung terduduk lesu di atas ranjang kecilnya itu.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Elsa mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku harus menghapus video itu dan pergi dari sini. Gila, di rumah saja aku tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini. Sedangkan di sini? Aku bahkan tidak di gaji" gerutu Elsa.


...... ...


Sementara di kamarnya, Robin masih terngiang ngiang dengan Elsa yang memanggil nya dengan bocah tengil.


Ia pun bergegas ke depan kaca dan memperhatikan pantulan dirinya di cermin, tubuhnya tinggi dan berotot.


"Jelas aku lebih tinggi dari dia" gumam Robin dan ia memperhatikan wajahnya "Wajahku memang terlihat lebih dewasa dari dia karena dia itu wanita, tapi aku bukan bocah apalagi bocah tengil" monolognya.


"Den..." Robin tersentak saat mendengar teriakan Bi Sum dari luar kamarnya di ikuti dengan suara ketukan pintu "Den Robin tadi pesan makanan ya? Sudah datang" seru Bi Sum dan Robin baru teringat ia memesan kue karena besok Mama nya ulang tahun.


Dengan cepat Robin keluar dari kamar nya "Belum bayar katanya" kata Bi Sum langsung yang membuat Robin mendelik. Ia pun kembali ke kamarnya dan mencari dompet nya. Robin mendesah kesal saat ia menghitung uang di dompetnya dan ternyata tidak cukup.


"Bi..." seru Robin kembali melangkah keluar "Bi, uang ku tinggal 90 ribu. Itu kue ulang tahun buat Mama, harga nya 520 ribu. Bibi ada uang tidak?" tanya Robin "Aku malas pergi ke atm dan aku sudah janji mau bayar di tempat"


"Yah, Den. Kemarin Bibi baru kirim semuanya, tinggal 250 aja" kata Bi Sum yang membuat Robin kembali mendesak kecewa.


"Minta Nyonya saja, Den" saran Bi Sum.


"Ya mana bisa, nanti tidak jadi kejutan" jawab Robin.


"Sudah aku bayar..." seru Elsa yang tiba tiba datang sambil mencomot kue nya dan memakannya sambil tersenyum.