
Lima menit sebelum jam 12 siang, Bi Sum menghampiri Elsa di kamar nya dan ia melihat Elsa yang hanya duduk merenung sembari menatap keluar jendela.
“Sa...” ujar Bi Sum dan saat Elsa menoleh, Bi Sum tentu terkejut melihat wajah Elsa yang sembab namun ia tak ada waktu untuk memeriksa keadaan Elsa atau bertanya ini itu.
“Sudah waktu nya mengantar makanan untuk Nyonya Anita” kata Bi Sum.
“Iya” jawab Elsa ketus, ia mengambil karet gelang dari ransel nya dan mengikat rambut nya. Kemudian ia mengekori Bi Sum yang pergi ke dapur, disana sudah ada makanan yang ada di atas nampan lengkap dengan segelas air nya.
“Anterin ke kamar nya Nyonya ya, kamar di sebelah kanan itu kamar Nyonya. Kalau yang di sebelah kiri itu kamar Den Robin” kata Bi Sum dan Elsa hanya mengangguk malas.
Ia membawa nampan berisi makanan itu dan pergi ke kamar Mamanya Robin dengan langkah tegas.
“Kamu ingin bermain main dengan ku, anak muda? Ayo, aku akan ikuti permainan kamu dan awas saja nanti” desis nya dalam hati penuh dendam.
Elsa pun masuk ke kamar yang ada di sebelah kanan dan rupa nya itu mengejutkan Bu Anita yang sedang sibuk dengan ponsel nya, Bu Anita sedang duduk bersandar di kepala ranjang. Sementara Elsa juga terkejut melihat Pak Andrew yang terbaring di ranjang dan seperti orang sakit karena ia tidak mendengar berita apapun bahwa mantan bos nya itu sakit.
“Dimana sopan santun mu?” seru Bu Anita marah karena Elsa masuk begitu saja ke kamar nya “Apa kamu tidak bisa mengetuk dulu sebelum masuk ke kamar orang?” hardik nya.
“Semua orang yang masuk ke kamar ini selalu mengetuk pintu bahkan jika tangan nya memegang nampan yang lebih besar dari itu” tukas Bu Anita lagi.
“Karena mereka sudah terbiasa menjadi pelayan m, Nyonya. Sedangkan saya tidak, saya tidak punya basic menjadi pelayan” jawab Elsa sambil menyunggingkan senyum nya dan tentu saja Bu Anita semakin kesal
Elsa melatkkan nampan itu di atas nakas kemudian ia berkata “Kata nya, anda jangan lupa minum obat” kata Elsa masih tersenyum.
“Sipakan obat ku” titah Nyonya Anita dan ia mengambil nampan itu kemudian meletakkan nya di pangkuan nya.
“Dimana?” tanya Elsa dengan tenang nya yang membuat Nyonya Anita lansgung menatap Elsa dengan tajam.
“Maaf, Nyonya. Tapi saya hanya di beri tahu aktifitas anda apa saja dan jam berapa saja dan tidak ada yang memberi tahu saya dimana letak obat anda” kata Elsa lagi.
“Di laci” kata Bu Anita dan Elsa pun membuka laci nya, Elsa mengernyit karena ada banyak sekali obat di sana. Namun untuk memancing emosi Bu Anita lagi, Elsa sengaja mengambil obat secara acak dan memberikan nya pada Bu Anita.
“Bodoh sekali, kamu fikir aku depresi sampai memberikan ku obat penenang?”