After Darkness

After Darkness
Episode 113



"Agh, sialan!" Geram Elsa.


"Aku pastikan akan menghancurkan kamu dan...."


"MAMA...!"


Bu Anita langsung mendongak saat mendengar suara bariton Robin.


Robin melangkah cepat dan lebar menghampiri Elsa yang masih terjerembab di lantai. "Elsa, kamu tidak apa-apa?" Robin bertanya dengan panik, ia langsung mengangkat tubuh Elsa dan menggendongnya, secara refleks Elsa langsung melingkarkan tangannya di leher Robin.


Sementara Bu Anita hanya bisa diam membisu, ia sendiri tidak bermaksud mendorong Elsa, semuanya terjadi begitu saja.


"Robin..." lirih Bu Anita kemudian. "Rob, tadi Mama...."


"Diam, Ma!" Desis Robin tajam yang membuat nyali Bu Anita langsung menciut.


Kecemasan akan keadaan Elsa dan kemarahan pada Bu Anita terlihat jelas di mata Robin. "Aku tidak apa-apa," ucap Elsa yang mencoba menenangkan Robin karena ia melihat kecemasan di mata Robin.


"Aku akan panggil Dokter," ujar Robin kemudian ia membawa Elsa ke kamarnya.


"Kenapa kamu bawa aku ke kamar kamu?" Tanya Elsa bingung.


"Sudah, jangan banyak bicara!" Tegur Robin dan Elsa pun kembali diam, karena sepertinya Robin kembali ke mood buruknya sekarang, dan sangat tak mungkin jika Elsa bisa membantahnya.


Robin langsung menghubungi Dokter kandungan Elsa, tak perduli bahwa ini masih sangat pagi. "Sekarang juga ya, Dokter!" Tegas Robin.


"Aku rasa aku tidak butuh Dokter, Rob. Aku baik-baik saja," ucap Elsa namun Robin justru menatapnya dengan tajam.


"Kamu diam disini, jangan keluar!" Tegasnya sebelum ia bergegas keluar kamar.


"Tapi...."


Brakkkk


Di luar, Robin langsug menghampiri Mamanya itu dengan tatapan seperti api yang membara. "Mama mau apa kesini? Mau membunuh anakku lagi? Cucu Mama sendiri?" Robin menggeram tertahan, jika saja wanita di depannya ini bukanlah ibu tercintanya, Robin pasti sudah menghajarnya.


Hati Bu Anita seperti teriris mendengar tuduhan Robin, matanya memerah dan sudah berkaca-kaca.


"Rob, Mama cuma mau ketemu kamu, tapi wanita murahan itu...."


"Namanya Elsa, Mama!" Sela Robin penuh penekanan, tatapannya masih begitu tajam menusuk.


"Kenapa kamu begitu membelanya, Robin? Padahal Mama melakukan semua ini demi masa depan kamu, demi kebahagiaan kamu!" Seru Bu Anita dengan dada yang bergemuruh.


"Kebahagiaan yang mana?" Teriak Robin juga dengan emosi yang meluap, apalagi ketika mengingat kejadian kemarin dan di tambah dengan kejadian pagi ini, Robin melihat sendiri bagaimana ibunya mendorong Elsa, wanita yang ia cintai dan sedang mengandung anaknya saat ini.


Sementara di kamarnya, Elsa mendengar teriakan Robin, ia pun turun dari ranjang, karena Elsa tidak ingin membuat masalah antara Robin dan Mamanya.


"Kamu membantak Mama?" Bu Anita juga berteriak, bahkan otot lehernya sampai terlihat. "Kamu membentak Mama cuma demi wanita simpanan itu?" Ia kembali berteriak, yang membuat darah Robin terasa mendidih, dadanya bergemuruh.


"Iya, aku membentak Mama demi dia karena disini Mama yang salah!" Robin balas berteriak yang membuat air mata sang ibu langsung mengalir begitu saja. Bi Sum pun juga terkesiap, ia tidak tahu harus bagaimana untuk menenangkan ibu dan anak ini.


"Den Robin...." Bi Sum mencoba menyentuh pundak Robin namun Ribbon menepisnya dengan kasar.


Membentak mamanya seperti ini tentu juga membuat Robin merasa sakit, matanya juga memerah dan ia ingin menangis histeris namun Robin menahan semua perasaan itu.


"Mama kecewa sama kamu, Robin!" Desis Bu Anita kemudian ia berlalu, meninggalkan Robin yang kini hanya bisa terduduk lemas dengan pandangan sayu.


Bi Sum segera mengikuti Bu Anita yang kini berjalan sambil terisak, ia menghapus air mata yang mengalir deras di pipinya.


Sementara itu, Robin tertunduk lesu namun tiba-tiba ia merasakan sentuhan tangan Elsa di pundaknya.


"Semuanya akan baik-baik saja," lirih Elsa, ia memeluk Robin dari belakang dan Robin hanya bisa menggenggam tangan Elsa.


Tbc...