After Darkness

After Darkness
Episode 105



Ketika suatu hal terus terjadi maka itu akan menjadi sebuah kebiasaan sekalipun itu adalah hal yang di benci, pasti akan terasa ada yang kurang saat kebiasaan itu terlewatkan.


Seperti itu yang di rasakan Elsa saat Robin menghilang beberapa hari ini. Sudah lebih dari tiga hari, dan Robin tidak menampakkan batang hidungnya sedikitpun. Elsa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, apalagi mengingat Robin yang tampak sangat kacau saat itu.


"Mungkin dia sibuk kali ya," gumam Elsa sembari memainkan ponselnya. Tangannya sudah gatal ingin menghubungi Robin namun egonya masih cukup tinggi untuk melakukan hal itu.


Sementara di sisi lain, Bu Anita yang masih tak bisa menghubungi Robin akhirnya memilih untuk mendatangi apartement Robin, ia meminta Joanna mengantarnya kesana.


"Apa menurutmu Robin ada disana?" Tanya Bu Anita pada Joanna.


"Seharusnya sih ada disana, Bu. Mungkin pak Robin sedang ada masalah dan ingin menenangkan diri," jawab Joanna sambil tersenyum manis.


"Terima kasih ya, Jo. Kamu sudah mau membantu," ucap Bu Anita kemudian yang membuat senyum di bibir Joanna semakin mengembang.


"Apapun untuk Ibu dan pak Robin, saya akan melakukannya dengan senang hati, Bu," ujarnya dengan percaya diri.


"Kamu baik sekali," puji Bu Anita yang membuat Joanna tersipu.


...


"Terima kasih ya, Bi," ucap Elsa pada cleaning service yang baru saja selesai membersihkan apartmentnya.


"Sama-sama, Nyonya. Kalau begitu, saya permisi," ujar wanita itu, Elsa pun mempersilahkannya.


"Maaf, Nyonya. Ponsel saya ketinggalan," tukas wanita itu yang membuat Elsa menghela napas lesu, ia pun mempersilahkan wanita itu mengambil ponselnya. Setelah wanita itu pergi, Elsa hendak kembali ke sofa namun kembali terdengar suara bel pintu. Elsa kembali menarik napas panjang, dengan malas ia membuka pintu dan seketika Elsa tercengang melihat siapa yang kini ada di hadapannya.


"Kamu...!" Pekik Bu Anita dengan kedua mata yang terbuka lebar dan mulutnya pun juga menganga lebar. Joanna pun sangat terkejut saat mengetahui ada wanita di kediaman boss yang di taksirnya.


"Ada apa? Kenapa kalian kesini?" Tanya Elsa berusaha bersikap tenang, meskipun sebenarnya dadanya bergemuruh hebat.


"Dimana Robin? Kamu menyembunyikannya?" Tuduh Bu Anita yang langsung di tertawakan oleh Elsa.


"Apa putramu itu bocah berusia 2 tahun yang sedang aku culik?" ucapnya sarkastik yang membuat Bu Anita menggeram, ia berusaha mengintimidasi Elsa dengan tatapannya namun tentu Elsa tak terpengaruh.


"Sebaiknya kamu kasih tahu aku, dimana Robin sekarang, atau aku akan melaporkanmu ke polisi!" Gertak Bu Anita yang kembali di tertawakan oleh Elsa.


"Astaga, apa kau kelebihan uang sampai mau melaporkan sesuatu yang tidak jelas?" Ejeknya yang membuat emosi Bu Anita semakin terpancing. "Dengar, Nyonya. Aku tidak tahu dimana putra kecilmu itu, aku juga tidak menculiknya jadi sebaiknya kau cari di tempat lain!" Tegas Elsa yang kini memasang wajah dinginnya. Sementara Joanna hanya bisa melongo seperti orang bodoh mendengar apa yang di katakan Elsa dengan begitu berani pada Bu Anita.


"Kamu tinggal di apartement putraku dan kamu berlagak tidak tahu dimana putraku?" Desis Bu Anita. "Kamu fikir aku juga tidak tahu, kalau kamu itu hamil!" Pupil mata Elsa langsung melebar saat mendengar apa yang di katakan Bu Anita, ia tidak mengerti kenapa Bu Anita bisa mengetahui kehamilannya. "Jangan-jangan ini hanya akal-akalan kamu untuk menjerat Robin, eh? Atau kamu hanya ingin memanfaatkan Robin? Ingin harta Robin?" Tuduh Bu Anita yang membuat Elsa langsung tampak marah.


"Aku tidak ingin apapun dari putra kecilmu itu, Nyonya Anita yang terhormat!" Elsa menggeram tertahan. "Tidak hartanya, tidak anaknya, dia yang bersikeras ingin aku melahirkan anak ini sementara aku sangat ingin membunuhnya karena aku tidak sudi mengandung anak dari pria yang memperkosaku!"


Tbc...