After Darkness

After Darkness
Episode 77



Olga terpaksa memberikan barang-barang Elsa setelah mendengar apa yang di katakan Robin, bahkan Robin mengatakan Elsa kabur dari rumahnya karena mereka sedang dalam masalah, dan mengingat bagaimana kacaunya Elsa, tentu Olga semakin percaya apalagi baginya tinggal satu rumah dengan kekasih itu hal biasa.


"Apa ini semuanya?" tanya Robin pada pria yang ia tugaskan untuk mengambil barang Elsa.


"Ya, Pak," jawab pria itu.


"Baiklah, kamu boleh pergi!" tegas Robin kemudian ia membawa tas Elsa ke kamar Elsa. Namun bersamaan dengan itu, ponsel Elsa berdering. Robin merogoh ponsel Elsa dari tasnya dan Robin mengernyit bingung saat melihat nomor asing yannng tertera di layar ponsel Elsa. Tanpa fikir panjang, Robin menjawab panggilan itu dan terdengar suara seorang pria yang sangat tidak asing di telinganya.


"Elsa, akhirnya kamu menjawab panggilanku juga." rahang Robin mengetat mendengar suara Rion dari seberang telfon, ia sudah membuka mulutnya hendak berbicara namun apa yang Rion katakan selanjutnya membuat Robin terhenyak.


"Kenapa kamu keluar dari hotel tanpa memberi tahuku?" Robin mengepalkan tangannya, dadanya bergemuruh dan ia langsung memutuskan sambungan telfon Rion.


"Sial, jadi dia ke hotel bersama Rion?" geram Robin, ia pun melangkah cepat menuju kamar Elsa.


.........


Sementara di kamarnya, Elsa sudah bersiap untuk tidur supaya besok ia bisa bangun lebih pagi, karena Robin mengatakan penerbangan Elsa di pagi hari.


Sebelum tidur, Elsa melakukan beberapa perawatan terhadap wajahnya seperti biasa dan bersamaan dengan itu, pintu kamarnya yang memang belum ia kunci tiba-tiba terbuka membuat Elsa terlonjak kaget dan ia pun langsung berdiri, Elsa menganga lebar apalagi ketika melihat Robin yang berdiri tegak di ambang pintu dengan tatapan yang begitu nyalang, rahang mengeras dan Robin melempar tas Elsa membuat Elsa terkesiap.


"A... Ada apa?" tanya Elsa gugup.


"Kamu di hotel tadi malam? Sama Rion, heh?" geram Robin dan ia melangkah mendekati Elsa, membuat Elsa kembali gugup, terngiang kembali dalam benaknya bagaimana Robin melecehkannya saat Robin marah. Elsa sudah sangat takut, takut hal itu kembali terulang.


Namun tanpa di sangka, Robin justru membelai pipi Elsa dengan lembut meskipun tatapannya masih memperlihatkan amarah. Benar-benar seperti psycho berdarah dingin.


"Apa yang kamu lakukan di hotel bersama Rion?" tanya Robin dengan suara beratnya dan dengan nada yang menusuk dingin.


"Aku sendirian disana, aku bertemu Rion di tengah jalan saat aku akan pergi ke haltu bus, dia hanya membantuku menemukan hotel terdekat," ucap Elsa dengan satu tarikan napas.


"Kamu jujur atau berbohong?" tanya Robin dengan nada yang masih begitu dingin. Elsa melongo, namun kemudian ia kembali memperlihatkan sikap baiknya.


"kapan kamu percaya sama aku? Apapun jawabanku, kamu akan selalu menganggapku bohong 'kan?" lirihnya dengan raut wajah yang ia buat sedih. Seketika Robin terdiam dan ia pun menjauhkan tangannya dari Elsa, kemudian Robin menyodorkan ponselnya pada Elsa.


"Tadi Rion telfon, katanya, kenapa kamu keluar dari hotel tanpa memberi tahunya," ucap Robin seperti seorang suami yang menyindir istrinya, membuat Elsa kembali melongo.


"Tapi aku sudah memblokir nomornya, apa dia menggunakan nomor yang lain?" gumam Elsa kemudian.


"Kenapa kamu blokir?" tanya Robin penasaran.


"Aku tahu pria macam Rion itu, sama seperti Jimmy. Mereka bersikap manis dan baik hanya sebagai umpan, tidak tulus, karena ada maunya," ujar Elsa dengan raut wajah yang tampak marah.


Robin kembali terdiam, ia menunduk dan menatap kaki Elsa yang tak memakai alas kaki.


"Dimana kamu mengenal Rion?" tanya Robin kemudian ia kembali mendongak dan tatapannya bertemu dengan tatapan Elsa.


"Di restaurantmu, saat aku dan Bi Sum mampir ke restaurant karena lapar setelah dari klinik, kamu ingat saat kamu menumpahkan kopi ke lenganku?" tanya Elsa menyipitkan matanya pada Robin, namun Robin tak menjawabnya.


"Saat itu aku ketemu dia. Setelah itu, saat aku ke supermarket sama Bi Sum, kami ketemu lagi. Dia mengambil ponselku dan itulah kenapa dia mendapatkan nomor telfonku, tapi aku langsung memblokirnya." Robin masih terdiam dan tak bereaksi apapun atas cerita Elsa, membuat Elsa bingung apalagi ketika Robin tiba-tiba langsung keluar begitu saja dari kamarnya. Membuat Elsa melongo bodoh.


" Benar-benar psycho! "