
"Apa kalian tahu siapa wanita itu? Simpanan pak Andrew dan Jimmy!" Elsa menganga lebar dengan kedua bola mata yang melotot sempurna saat mendengar apa yang di katakan Hannah.
Ia pun berdiri dengan tatapan yang begitu mengintimidasi Hannah, Elsa emosi, marah, namun ia mencoba mengontrol diri.
" katakan sekali lagi!" Tantang Elsa dengan tenang. Hannah melongo, ia melirik ke sekelilingnya dan semua orang kini memperhatikan mereka berdua. "Ayo! Katakan sekali lagi!" desak Elsa penuh penekanan.
"Kamu itu wanita simpanan...."
"Pak Andrew dan Jimmy?" sela Elsa dengan tenang. Hannah kembali melongo, sementara Elsa justru tersenyum miring.
"Kamu sepertinya sakit hati sekali ya sama aku, kenapa? kamu pasti iri sama aku, kan? karena aku lebih cantik, benar sih, makanya Jimmy selingkuh," celoteh Elsa tanpa memperdulikan tatapan orang-orang di sekitarnya.
Elsa merasa lelah jika harus kembali berusaha membela namanya yang rusak, jadi biarlah orang mengira apa dan berbicara apa, Elsa tak lagi perduli.
Sementara Hannah, tentu saja ia tersinggung dengan ucapan Elsa, tangannya mengepal kemudian terangkat hendak menampar Elsa namun Elsa dengan cepat menangis tangan Hannah dan Elsa justru menampar Hannah dengan sangat keras.
Hannah tercengang dan seketika kedua matanya langsung memerah, pipinya terasa panas panas dan perih, begitu juga dengan tangan Elsa.
"Sialan..." geram Elsa saat merasakan tangannya yang juga perih saking kerasnya tamparan itu.
Hannah yang kesal hendak menyerang Elsa, namun tiba-tiba terdengar suara Robin yang meneriakinya.
"Hannah..." kedua wanita itu menoleh bersamaan dan mereka melihat Robin, pak Andrew juga Jimmy saat ini sedang berjalan mendekati mereka.
Kedatangan Hannah ke kantor Robin memang untuk menemui Jimmy yang katanya sedang bersama pak Andrew. Belakangan ini, keduanya berusaha rujuk kembali demi putri mereka. Tentu saja Hannah bahagia, namun saat melihat Elsa, Hannah kembali teringat dengan perselingkuhan Jimmy dan ia pun lepas kendali.
"Jimmy..." Hannah berlari ke arah Jimmy sambil memegang pipinya yang di tampar Elsa, sementara Elsa hanya memutar bola mata jengah. "Dia menamparku, Jim," rengek Hannah yang membuat Elsa langsung tertawa sinis.
"Ngadu," gumamnya.
"Apa itu benar?" Tanya Jimmy sambil menatap Elsa, Robin dan pak Andrew pun juga menatap Elsa dan mereka semua tercengang saat Elsa mengangguk.
Robin menahan senyum geli melihat kelakuan Elsa yang benar-benar kurang akhlak itu.
"Kan itu memang kenyataannya," sambung Hannah
"Hannah, jaga bicaramu," ujar Jimmy kemudian setengah berbisik. Hannah langsung menatap Jimmy dengan tajam.
"Kamu mau bela dia?" Geram Hannah.
"Diam karena aku tidak mau mencari masalah, aku ada urusan pekerjaan di sini!" desis Jimmy tajam yang membuat Hannah langsung bungkam
"Ayo, Els. Kita pulang," Robin langsung menarik tangan Elsa dan membawanya pergi dari sana sebelum terjadi drama perempuan tersakiti yang sudah pasti akan memakan waktu lama.
Sementara pak Andrew dan yang lainnya hanya melongo, memperhatikan Elsa dan Robin yang kini berjalan menjauh dari mereka.
Dan dari sini, pak Andrew semakin yakin apa yang di katakan jimmy itu benar, Elsa dan Robin memang ada hubungan.
Pak Andrew menatap Jimmy yang saat ini juga menatapnya. Terlihat jelas di mata jimmy, ia tak menyukai hubungan Elsa dan dan Robin, namun Jimmy tidak bisa apa-apa, karena sudah beberapa kali Robin mengancamnya. Dan meskipun usia Robin di bawah usianya, namun power Robin jauh di atasnya apalagi dengan uang yang ia punya.
...
Di dalam mobil, Elsa merajuk karena Robin tak segera menepati janjinya, dan ia semakin merajuk setelah mengetahui Robin masih bekerja sama dengan Jimmy.
"Aku benar-benar tidak habis fikir, kenapa kamu bekerja sama dengan pria itu?" ujar Elsa.
"Sejak kapan seorang asisten mempertanyakan itu pada bossnya?" Goda Robin, ia hanya bergurau namun sepertinya Elsa tersinggung.
"Baik, Tuan. Maaf atas pertanyaanku." sarksanya