After Darkness

After Darkness
Episode 100



Robin terbangun saat matahari sudah tinggi, setelah mencuci wajahnya, Robin segera keluar kamar untuk memeriksa Elsa, namun saat ia akan naik tangga, Robin mendengar suara seperti ada yang jatuh dari dapur. Ia pun pergi ke dapur dan Robin mendapati Elsa yang sedang membersihkan pecahan gelas di lantai.


"Elsa, menjauh dari sana!" Seru Robin yang justru membuat Elsa terkejut dan tanpa sengaja jarinya tertusuk pecahan gelas itu, Elsa langsung meringis apalagi saat jarinya mengeluarkan darah.


Robin segera menghampiri Elsa, ia menarik tangan Elsa dan memasukan jari Elsa ke mulutnya, membersihkan darahnya. Elsa hanya termangu, ia terlalu terkejut dengan kehadiran Robin.


"Kenapa kamu di dapur? Kamu mau apa? Kan sudah aku bilang, kalau butuh sesuatu panggil aku saja," tukas Robin kemudian ia menarik Elsa, membawanya duduk di kursi dan Elsa menurut saja.


"Aku tadi lapar, mau membuat susu," jawab Elsa kemudian.


"Biar aku yang buatkan, kamu tunggu di sini!"


"Aku juga mau roti bakar," ucap Elsa lagi.


"Iya, aku akan buatkan juga," jawab Robin sambil tersenyum yang membuat hati Elsa seperti menghangat.


"Terima kasih," cicit Elsa tanpa sengaja yang membuat Robin langsung memicingkan matanya pada Elsa, seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya itu. Elsa sendiri juga merasa tak percaya, karena ucapan terima kasih itu meluncur begitu saja dari bibirnya.


"Sama-sama," ucap Robin sambil menahan senyum.


.........


"Robin belum pulang, Bi?" Tanya Bu Anita yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Belum, Nyonya," jawab Bi Sum.


"Oh, mungkin dia sibuk," gumam Bu Anita kemudian. "Bi, buatkan aku jus, ya. Terus antar ke halaman depan, aku mau kesana."


"Baik, Nyonya." Bu Anita pun mendorong kursi rodanya keluar dari rumba, ia duduk menghadap pintu gerbang, seolah menunggu Robin datang.


"Sebenarnya pekerjaan apa, Rob? Mama jadi cemas sama kamu," gumam Bu Anita yang mulai merasakan ada yang berubah dengan Robin akhir-akhir ini.


Tak lama kemudian ada mobil yang datang, membuat Bu Anita merasa senang karena berfikir itu Robin, namun kemudian ia menyadari itu bukan Robin, melainkan mantan suaminya.


Pak Andrew turun dari mobil, dengan langkah pelan, ia mendekati mantan istrinya itu. "Ada apa? Mau ngambil barang kamu? Kan bisa suruh orang," ketus Bu Anita yang membuat pak Andrew tersenyum kecut.


"Aku cuma kangen sama kalian, sama rumah ini juga," ujar Pak Andrew yang membuat Bu Anita tersenyum sinis.


"Dari dulu kemana saja? Di rumah sebesar ini, aku tinggal sendirian sementara kamu sibuk dengan semua pelacurmu itu!" Desis Bu Anita tajam yang membuat hati Pak Andrew seperti di remas.


"Aku tahu, aku salah, Anita. Aku benar-benar minta maaf," lirihnya.


"Sudah terlambat, Mas! Maafmu tidak bisa mengembalikan waktu, sekarang aku dan Robin sudah bahagia, kami tidak butuh kamu lagi!" geramnya yang membuat dada Pak Andrew semakin terasa sesak.


"Aku tahu," lirihnya. "Tapi, apa benar, Robin mau menikah sama Elsa?"


"Apa?"


.........


Robin tak bisa menyembunyikan senyum sumringahnya saat melihat Elsa yang makan dengan sangat lahap, segelas susu sudah Elsa habiskan beserta 3 roti bakar, dan sekarang Elsa sedang menikmati roti bakar ke empatnya.


Saat Elsa sedang asyik mengunyah, tiba-tiba Robin meletakkan punggung tangannya di kening Elsa yang membuat Elsa memundurkan kepalanya secara spontan dan ia langsung menatap Robin dengan bingung.


"Aku cuma mau memeriksa suhu tubuhmu, apa kamu masih demam?" Tanya Robin, Elsa terdiam sesaat namun kemudian ia memajukan kepalanya dan mendekatkannya ke Robin, seolah meminta Robin memeriksanya lagi.


Tbc...


...Hai, ada yang masih suka Elsa dan bocah tengil? Hilal bucin mulai terlihat ya....


Nah, sambil menunggu mereka bucin, mampir dulu ke Mafia yang bucin dengan gadis desa ini. Ceritanya seru, menegangkan, mengharukan, dan pasti menggemaskan juga.


Jangan lupa langsung mampir ya😘