After Darkness

After Darkness
Episode 136



"Berikan saja dulu, aku janji akan mendapkannya lagi nanti!" ujarnya meyakinkan. "ini demi keselamatan kita, Els. Ingat! kamu sedang hamil."


Elsa terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia mau melepas kalung nya dengan berat hati dan memberikannya pada Robin. Robin pun melempar kalung Elsa itu pada salah satu perampok itu.


"Sudah? Kalian sudah mendapatknan semuanya, sekarang biarkan kami pergi!" Desis Robin tajam. Ketiga perampok itu tertawa terbahak-bahak karena Robin begitu pasrah sejak tadi.


Robin dan Elsa mencoba mengabaikan hal itu dan mereka hendak pergi dari sana, namun salah satu dari perampok itu mengucapkan sesuatu yang membuat langkah Robin dan Elsa langsung terhenti.


"Kau pasrah sekali ya, bagaimana kalau kau berikan wanita itu pada kami? Hahah. Semalam saja, bagaimana?"


Emosi Elsa apalagi Robin langsung memuncak mendengar apa yang di katakan pria itu.


Elsa sudah membuka mulutnya hendak memaki pria itu namun tiba-tiba Robin melangkah cepat dan


BUGGHHH


Robin langsung melayangkan pukulan dengan kekuatan penuh pada pria itu. Elsa memekik terkejut, apalagi saat dua pria lainnya juga hendak menyerang Robin namun Robin dengan gesit menghindar dan membalas serangan mereka.


Elsa panik, tiga lawan satu tentu itu bukanlah pertarungan yang seimbang meskipun sejauh ini Robin terlihat mampu mengatasi mereka.


"HENTIKAN!" Teriak Elsa, namun Robin dan ketiga perampok itu tak perduli.


Robin menyerang mereka dengan membabi buta, dengan amarah yang memuncak dan ia mengerahkan semua kekuatan yang ia punya untuk menghajar mereka.


"Beraninya kau berbicara seperti itu pada Elsa...." geram Robin dan ia kembali melayangkan tinjunya tepat di ulu hati pria yang berkata tidak sopan padanya.


"Agh..." Robin mengerang saat ia merasakan pukulan di tulang rusuknya.


"Robin...." teriak Elsa panik.


Apalagi kini Robin tampak kewalahan melawan mereka. Elsa berteriak meminta tolong, bahkan ia sudah akan menangis saat mereka memukuli Robin.


"Aku mohon! Tolong kami....!" teriak Elsa dengan panik.


Sementara Robin, ia tampak tidak memperdulikan dua orang yang memukulnya, karena yang ia incar adalah pria yang meminta Elsa padanya.


Robin menendang selengakangan salah satu pria itu, kemudian ia menghantam kepala pria yang lain dengan kepalanya, membuat mereka mengerang kesakitan. Dan kini Robin menarik kerah baju pria itu dan kembali melayankan pukulan yang bertubi-tubi ke wajah pria itu.


"Beraninya kamu mengatakan hal seperti itu pada Elsa...." geram Robin dan ia terus memukul tanpa ampun. "Apa kau fikir dia barang, huh? Dia itu orang yang paling aku cintai di dunia ini! yang paling berarti dalam hidupku! Apa kau tahu itu???"


Deg


Hati Elsa terkesiap, jantungnya seolah berhenti berdetak dan napasnya tertahan di tenggorokannya saat ia mendengar apa yang di katakan Robin dengan emosi yang menggebu itu.


Cinta?


Jadi cinta itu benar-benar ada di hati Robin? Elsa tak percaya pada pendengarannya sendiri, namun Robin kembali mengatakan hal yang sama sambil terus memukul pria itu dengan membabi buta.


"Dia wanitaku, bodoh!"


"Dia wanitaku!"


"Dasar sialan!"


"Beraninya kamu meminta wanita yang paling aku cintai!"


"Habis kau...!"


Hati Elsa terenyuh mendengar pengakuan Robin itu, ia terharu karena begitu di cintai, mata Elsa sudah berkaca-kaca namun tiba-tiba Elsa melihat Robin akan di serang dari belakang. Tanpa fikir panjang, Elsa berlari dan langsung melindungi Robin. Alhasil pria itu memukul tepat di pundak Elsa yang memeluk Robin dari belakang!


Tbc....