After Darkness

After Darkness
Episode 69



Setelah makan, Rion membawa Elsa ke halte bus. Dan lagi-lagi Elsa seperti orang kebingungan disana.


"Ayo, duduk sini..." ajak Rion yang membawa Elsa ke sebuah kursi.


"Kamu mau kemana?" tanya Elsa karena Rion justru duduk disana.


"Aku akan menunggu sampai kamu pergi, tidak aman kalau sendirian," ucap Rion yang membuat Elsa mendengus "Oh ya, Memangnya kamu mau kemana?" bukannya menjawab, Elsa justru tertunduk diam, ia sendiri tidak tahu harus kemana. Dan tidak mungkin langsung pulang kerumah orang tuanya.


"Kamu mau kemana, Sa? tujuan kamu jelas 'kan?" tanya Rion dengan serius.


"Apa ada penginapan di dekat sini?" tanya Elsa kemudian.


"Kenapa? Kamu tidak jadi pergi? Ini sudah hampir jam 3 lho,"


"Entahlah, aku bingung." Elsa duduk lemas di samping Rion, ia menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kamu ada masalah apa? siapa tahu aku bisa bantu?" tanya Rion dengan tulus, ia tidak tega jika harus meninggalkan Elsa di tempat asing dan ramai seperti ini, apalagi ini tengah malam.


Sementara Elsa, mendengarkan tawaran Rion membuat ia teringat dengan Jimmy, dulu Elsa pun tertarik pada Jimmy dengan segala kata-kata manisnya dan sata itu Elsa sedang dalam hati yang hancur setelah pernikahannya dan Arfan batal.


"Tidak usah!" tegas Elsa kemudian sambil berdiri tegak "Kamu pulang aja, aku bisa sendiri dan ini..." Elsa merogoh uang yang di berikan Bi Sum dari tasnya dan Elsa menyodorkannya pada Rion.


"Anggap saja buat bayar makan tadi sama bensin," tukas Elsa dengan ketusnya yang membuat Rion menganga kemudian ia tertawa geli.


"Seriously, Elsa?" tanyanya "Astaga, aku kasihan sama kamu, aku tulus mau bantu kamu, aku juga tidak akan macam-macam sama kamu, dan tolong Turunkan sedikit ego kamu, atau kamu bisa dalam bahaya."


"Tidak perlu ceramah, ambil uang ini dan silahkan pergi..." Elsa menarik tangan Rion dan meletakkan uang itu di tangan Rion, kemudian Elsa bergegas pergi dari sana meninggalkan Rion yang tercengang.


Elsa berjalan di sekitar bus yang terparkir disana. Elsa mengintip ke dalam, ada beberapa orang yang tertidur di sana dan ada juga yang sedang makan. Elsa tidak pernah melakukan perjalanan dengan bus sebelumnya.


"Apa?" bentak Elsa.


"Mantan model rupanya kebingungan yang mau naik bus," ejek Rion yang membuat Elsa mendengus.


"Ayo, aku akan mengantarmu ke tempat penginapan yang aman dan nyaman." Rion menarik tangan Elsa dengan paksa tak perduli Elsa yang berteriak meminta di lepaskan.


...


Robin tetap tak bisa tidur bahkan saat pagi sudah menjelang, Robin masih tak percaya ia bisa melakukan sesuatu yang sangat tidak bermoral pada wanita yang tidak melakukan kesalan apapun padanya.


"Huff..." Robin menghembuskan napas sebelum akhirnya ia beranjak turun dari ranjangnya.


Robin keluar dari kamar sembari berteriak memanggil Bi Sum, namun Bi Sum tidak kunjung menghampirinya.


"Ck, kemana sih..." gerutu Robin sembari menuruni tangga.


"Bi Sum...!" teriak Robin lagi yang kini sudah berada di dapur.


"Apa?" Bi Sum berkata ketus sembari menyiapkan bahan untuk sarapan.


"Buatkan aku kopi!" ujar Robin.


"Iya," jawab Bi Sum dingin yang membuat Robin mengernyit bingung, namun Robin tak mengindahkan Bi Sum dan ia pun keluar dari dapur. Karena masih memikirkan Elsa, Robin pun menghampiri kamar Elsa dan ia mengetuk pintu beberapa kali, namun tak ada jawaban dari sana.


"Elsa, buka pintunya!" seru Robin namun masih tak ada jawaban, Robin pun mencoba mendobrak pintu kamar Elsa namun Robin sangat terkejut karena tak menemukan Elsa disana.


"Elsa!"