
Bukan Robin namanya jika ia tidak melakukan apa yang sudah ia ucapkan dan Elsa sangat tahu hal itu.
"Teman kamu yang dulu itu?" Tanya bu Isna setelah Elsa memberi tahu soal pekerjaan yang akan di tawarkan Robin, lebih tepatnya, memanipulasi alasan pekerjaan itu.
"Katanya kamu tidak nyaman bekerja disana, makanya kamu berhenti," ujar bu Isna lagi karena Elsa memang sempat mengatakan ia tidak nyaman karena itulah ia berhenti bekerja.
Mungkin benar kata pepatah, satu kebohongan melahirkan kebohongan yang lain. Dan tentu, pada akhirnya ia akan terbelit kebohongan yang tiada akhir, dan itulah yang di terjadi pada Elsa saat ini.
"Sore ini temanku mau datang sih, Ma. Katanya mau mengantarkan surat kontrak kerja sekaligus mau jenguk aku," tukas Elsa kemudian.
"Iya, tidak apa-apa. Sekalian Mama ingin kenal teman kamu itu," ucap bu Isna yang membuat Elsa bisa sedikit bernapas lega.
.........
"Kapan kamu pulang, Rob?"
"Mungkin nanti malam atau besok pagi, Ma. Aku masih punya pekerjaan yang belum selesai."
Dengan sangat terpaksa Robin harus berbohong pada mamanya tentang tujuannya datang ke Surabaya, tidak mungkin ia jujur atau mamanya akan mati jantungan.
"Baiklah, Mama cuma khawatir sama kamu,"
"Aku baik-baik saja, Ma. Mama tidak perlu khawatir, Mama fokus saja dengan terapi Mama, ya? Supaya Mama bisa cepat jalan,"
"*Iya, ya sudah. Ini Mama juga lagi terapi, telfon Mama kalau kamu sudah mau pulang, ya!"
"Iya, Ma*."
Setelah berbicara dengan mamanya, Robin menghela nafas panjang. Ia melirik arlojinya dan jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Robin sedang dalam perjalanan ke rumah Elsa sesuai dengan rencananya.
Sesampainya di rumah Elsa, Robin langsung di sambut dengan wajah dingin Elsa yang membuat Robin tersenyum miring.
"Kamu sengaja menungguku, eh?" Goda Robin yang membuat Elsa mendelik kesal, dan baru saja ia membuka mulut hendak menjawab, tiba-tiba Mamanya muncul dari belakang.
"Halo, Tante. Selamat sore," sapa Robin dengan senyum ramah.
"Selamat sore, Nak. Silahkan masuk!"
"Terima kasih,"
Robin mengekori bu Isna yang masuk ke dalam rumah, sementara Elsa berjalan dengan malas di belakang Robin.
"Kata Elsa, kamu punya pekerjaan untuk Elsa, pekerjaan apa kalau boleh tahu? sebelumnya Elsa berhenti bekerja karena tidak nyaman disana katanya," ucap bu Isna tanpa basa basi sedikitpun yang membuat Robin terkekeh.
"Benar sekali, Tante. Sebenarnya kinerja Elsa sangat bagus, tapi karena suatu hal, Elsa tidak nyaman bekerja disana, itu sangat di sayangkan..." Elsa mencebikan bibirnya mendengar ucapan Robin yang sok bijak itu. Dan kinerjanya bagus? Yang benar saja, fikir Elsa.
"Jadi, pekerjaan yang aku tawarkan sekarang itu jauh sangat berbeda, Tante. Elsa akan sangat nyaman dan pasti suka, apalagi gajinya sangat tinggi." Bu Isna tentu sangat penasaran dengan pekerjaan yang di maksud Robin, begitu juga dengan Elsa, karena sebelumnya Robin tidak memberi tahu hal ini.
"Memangnya pekerjaan apa itu?" Tanya Bu Isna antusias.
"Jadi sekretaris pribadi saya, Tante."
"APA?" pekik Elsa dan Bu Isna secara bersamaan yang membuat Robin terkekeh.
Elsa langsung menatap Robin penuh tanda tanya, sementara Bu Isna justru tampak ragu apalagi ia belum terlalu mengenal teman Elsa yang satu ini.
.........
Hai, jangan lupa tinggalkan like dan commentnya setelah membaca cerita ini, ya.
Btw, SkySal punya cerita dark romance neh, ceritanya seru, dengan tema balas dendam tentu juga romansa manis antara Varian dan Chiara.
Jangan lupa juga follow SkySal supaya kamu tidak ketinggalan Novel menarik lainnya. Yang on going pasti up setiap hari.