After Darkness

After Darkness
Episode 30



Elsa mencairkan cokelat batang entah milik Ati atau si Siti, namun yang pasti kedua wanita itu menggerutu. Kemudian Elsa menggunakan cokelat itu untuk menuliskan kata Happy birthday di atas kue nya yang berukuran mungil.


"Pantas kalian jerawatan dan berlemak, cemilannya begini" kata Elsa ketus yang langsung membuat dua wanita di belakang nya itu mendengus.


Setelah semuanya selesai, Elsa mencuci tangan dan langsung pergi dari dapur begitu saja karena ia tak ingin bertemu Robin yang saat ini sedang di jemput oleh Bi Sum.


Dan benar saja, Elsa dan Robin hampir saja berpapasan namun keduanya sama sama selamat.


"Kalian bikin kue?" tanya Robin saat ia melihat dapur yang sedikit berantakan dan juga ada kue mungil di meja.


"Iya, Den" jawan Siti dengan cepat sambil tersenyum.


"Baru saja selesai" sambung Siti.


"Sekarang Den Robin bisa kasih kejutan untuk Nyonya" seru Bi Sum yang juga tampak senang.


"Kue nya jelek" kata Robin yang membuat Bi Sum melongo.


"Ya kami buat dengan bahan seadanya, Den Robin. Tapi ini enak kok, coba saja..." kata Bi Sum kemudian ia memberikan kue yang belum di hias. Elsa memang membagi adonan kue nya menjadi dua karena ia takut gagal. Namun ternyata semua nya berhasil dan tentu sangat enak. Robin pun mcncicipi kue itu dan rasanya memang cukup enak.


"Lumayan, kalian pintar juga" kata Robin.


"Saya tadi yang kocok, Den" kata Siti.


"Sebentar lagi jam 12, aku akan membawa kue nya" kata Robin.


"Silahkan, Den Robin..." kata Siti dengan antusias.


Robin pun membawa kue itu dan ia segera bergegas ke kamar nya.


Sementara di dalam kamar Bu Anita hanya berdiam diri seperti orang stres sembari menatap lurus pada Pak Andrew yang sudah tertidur pulas.


Hari hari yang Bu Anita lewati terasa begitu aneh, apalagi penghuni kamar itu sama sama orang tak berdaya yang bahkan untuk mengambil air minum saja membutuhkan orang lain. Awalnya ia fikir akan sangat bahagia setelah putra nya membalaskan sakit hatinya pada suaminya itu, tapi ternyata ia justru bingung antara kasihan dan marah.


"Bahkan kamu tidak pernah lagi mengucapkan selamat ulang tahun padaku, Mas" gumam Bu Anita dan linangan air mata pun tak bisa lagi ia bendung. Mengingat selama ini suami dan putra nya yang memiliki dunia nya sendiri, meninggalkan ia kesepian di rumah megah ini. Duduk tak berdaya di atas kursi dengan berbagai macam obat yang harus selalu ia konsumsi tepat waktu.


Bu Anita merebahkan dirinya pelan pelan dan hendak tidur namun tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di kamar nya.


"Ma, ini aku..." terdengar suara Robin yang membuat Bu Anita merasa bingung. Ia pun melirik jam dinding "Ada perlu apa Robin malam malam begini" gumam nya. Ia pun menarik kursi roda yang ada di samping ranjang nya, kemudian ia pun duduk di sana dengan susah payah.


Setelah itu Bu Anita mendorong kursi-roda nya dan membuka pintu.


"Happy birthday, Mama..."