After Darkness

After Darkness
Episode 54



"Apa benar dia bukan wanita simpanan Papa?" gumam Robin yang saat ini sedang rebahan di atas ranjangnya, tatapannya lurus menatap langit-langit kamarnya.


"Melihat karakternya yang benar-benar arogan, rasanya memang tidak mungkin dia mau menjadi wanita simpanan, dan Kalau pun iya, pasti dia akan menuntut banyak hal. Apa aku yang salah menuduh?" Robin berbalik badan dan kini ia tidur menyaping, Robin menarik guling dan memeluknya.


"Sepertinya aku memang harus mencari bukti yang lebih kuat, supaya Elsa tidak bisa mengelak lagi. Kalau perlu, aku akan menuntut dia supaya dia jera dan tidak bisa mengelak lagi."


.........


"Bagaiamana caranya aku mendapatkan bukti kalau aku bukan wanita simpanan Pak Andrew?" pertanyaan itu terucap untuk yang ke sekian kalinya dari bibir Elsa.


"Satu-satunya orang yang bisa membantuku cuma Jimmy, tapi aku benar-benar tidak mau bertemu pria itu lagi." geram Elsa.


Sama halnya dengan Robin, ia hanya bisa uring-uringan di atas kasurnya sambil memeluk guling, memikirkan masalah yang sedang menimpanya sekarang, dan tentu Elsa tak mau terus-terusan terpuruk dalam masalah yang ia bukanlah pelakunya.


"Aku cuma punya dua pilihan, menyembuhkan Pak Andrew dan menemui Jimmy. Oh Tuhan..." geram Elsa lagi "Cuma mereka yang bisa membantuku dan membuktikan aku tidak salah,"


Pilihan yang harus ia ambil semuanya sangat sulit, namun sepertinya menemui Jimmy lebih mudah dari pada menunggu Pak Andrew sembuh apalagi Elsa tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi pada Pak Andrew dan apa saja rencana Robin.


.........


Keesokan harinya, Robin benar-benar mendatangkan orang untuk merenovasi kamar tamu di bawah agar menjadi kamar utama untuk Bu Anita dan Elsa yang mengetahui hal itupun merasa sangat senang. Elsa bahkan berfikir bahwa sebenarnya Bu Anita sangat mudah di pengaruhi.


"Nyonya, kok rasanya romantis ya..." ujar Elsa tiba-tiba yang membuat Bu Anita mengernyit bingung.


"Romantis apanya?" tanya Bu Anita heran.


"Ini, simpanan merawat istri sah," ucap Elsa yang membuat Bu Anita langsung melotot, ia pun menoleh pada Elsa yang saat ini sedang mendorong kursi-rodanya.


"Jaga bicaramu, Elsa!" geram Bu Anita.


"Memang aku salah bicara apa? Kan benar, Nyonya itu istri sahnya Pak Andrew sedangkan menurut Nyonya aku adalah simpanan Pak Andrew, nah kalau aku bisa merawat Nyonya begini, kenapa Nyonya tidak menjadikan aku madu Nyonya saja? Suruh Pak Andrew menikahi aku," ucap Elsa yang membuat Bu Anita meradang.


"Jangan kurang ajar kamu ya, Elsa!" seru Bu Anita marah.


"Kurang ajar dari mana? Aku kan hanya memberi saran, lagian memangnya Nyonya tidak sakit hati ya? Kalau melihat wanita simpanan suami Nyonya setiap hari, kalau aku jadi Nyonya sih pasti sakit hati dan tidak sudi melihatnya," kata Elsa lagi yang membuat Bu Anita langsung megepalkan tangannya.


"Nyonya benar-benar yakin kalau aku simpanan Pak Andrew?" tanya Elsa lagi kemudian ia sedikit membungkuk dan berbisik di telinga Bu Anita "Nyonya tidak sakit hati, melihat wanita yang pernah menghangatkan ranjang suami Nyonya kini justru memasak untuk suami dan anak Nyonya?" ucapnya dengan seringai licik di bibir Elsa.