
Setelah Robin pergi ke kantornya, Elsa tiba-tiba merasakan kram di perutnya dan hal itu membuat kedua orang tuanya panik, mereka pun segera memanggil taksi untuk membawa mereka ke rumah sakit apalagi Elsa yang terus mengeluh kesakitan.
Namun di tengah jalan, taksi yang mereka tumpangi justru mengalami kebocoran ban.
Elsa dan kedua orang tuanya turun dari taksi, mereka menunggu taksi yang lain namun tak lama kemudian tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mobil itu seperti tak terkendali bahkan hampir menabrak Elsa yang sedang berdiri di pinggir jalan, beruntung Bu Isna langsung memeluk Elsa dan mobil itu berhenti sesaat sebelum benar-benar menabrak Elsa.
Elsa merasa kesal dengan aksi si pengendara yang menurutnya sangat membahayakan itu, ia pun hendak memarahi orang itu tak perduli dengan perutnya yang terasa kram.
"Sialan, kamu mau bunuh..." teriakan Elsa terhenti saat melihat Mayra turun dari mobilnya.
"Ma-maaf, aku tidak sengaja," ucap Mayra gugup sembari mengusap pipinya yang basah. "Kamu ... kamu tidak apa-apa, kan?" Tanya Mayra kemudian namun Elsa enggan menanggapi Mayra.
"Kalian kamu kemana?" Tanya Mayra yang melihat ada taksi di dekat mereka.
"Kami mau ke rumah sakit, putri kami mengalami kram di perutnya," kata Bu Isna dengann cemas dan Mayra yang mendengar itu juga tampak cemas.
"Biar aku yang antar kalian ke rumah sakit, ayo masuk!" Mayra berkata dengan sangat serius, ia perduli dan ikut merasa cemas, ia bahkan langsung membuka kan pintu mobil untuk Elsa namun Elsa justru dengan angkuhnya menolak pertolongan Mayra.
"Tidak usah!" Ketusnya.
"Tapi ini bisa bahaya untuk kandunganmu, Sa," kata Mayra.
"Kalian saling kenal?" Tanya Pak Malik.
"Tidak!"
"Iya!"
Elsa dan Mayra menjawab bersamaan, Mayra berdecak kesal dan ia menarik Elsa dan memaksanya masuk ke mobil tak perduli dengan tatapan tajam Elsa. "Ayo, Om, Tante! Kita harus cepat sampai kerumah sakit!"
...
Elsa di tangani oleh Dokter Ika selaku dokter kandungannya selama ini, dan Dokter Ika juga menanyakan dimana Robin karena selama ini Elsa tidak pernah pergi ke rumah sakit tanpa Robin.
Pertanyaan Dokter Ika itu membuat kedua orang tua merasa bahwa Robin selama ini memang menjaga Elsa dengan sangat baik.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Dokter Ika mengatakan bahwa kandungan Elsa baik-baik saja namun ia juga mengetahui bahwa Elsa ada di bawah tekanan.
"Stres bisa menjadi salah satu pemicu kandungan yang tidak sehat, Elsa. Bahkan bisa menyebabkan keguguran, pertumbuhan janin yang tidak baik. Kalau kamu sedih apalagi stres, itu bisa di rasakan oleh bayimu juga, karena itulah aku sering peringatkan agar kamu tidak stres, " tukas Dokter Ika panjang lebar.
" Aku juga sudah mengingatkan Robin berkali-kali agar senantiasa membuatmu bahagia, aku harap kamu juga mau menjaga diri demi anakmu." lanjutnya.
Elsa tak bisa berkata-kata selain mengangguk lemah.
" Sebaiknya kamu tetap di sini dulu sampai besok pagi untuk memastikan kamu tidak mengalami kontraksi lagi, " kata Dokter Ika kemudian, lagi-lagi Elsa mengangguk pasrah. Setelah itu Dokter Ika pergi dan bersamaan dengan itu Mayra masuk ke ruang rawat Elsa yang membuat Elsa terkejut.
"Mau apalagi kamu kesini? Mau minta ganti uang tadi? Telfon saja Robin!" Seru Elsa dengan ketus nya yang membuat Mayra tersenyum kecut. Orang tua Elsa yang melihat anaknya sangat kasar itu tentu langsung menegurnya apalagi Mayra yang menolong mereka.
"Aku hanya ingin melihat apa kamu baik-baik saja," kata Mayra kemudian ia meletakkan tas Elsa yang tadi tertinggal di mobilnya. "Aku juga tidak bermaksud meminta ganti uang itu dan aku rasa aku tidak akan menghubungi Robin lagi." Elsa sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan Mayra, namun belum sempat ia bertanya apa maksudnya, Mayra langsung bergegas keluar sambil menggumam dalam hati
"Sama-sama kasar dan angkuh, entah seperti apa anak mereka nanti!"
Tbc...
Benar juga ya, seperti apa anak mereka nanti?
Hem, sambil menunggu tuh bayi lahir, yuk mampir ke cerita keren ini, MeKha Chan yang berjudul My Boss My Berondong.