After Darkness

After Darkness
Episode 153



Tanpa terasa, waktu 3 hari berlalu begitu cepat dan setelah bersenang-senang bersama Robin selama 3 hari ini, kini Elsa memutuskan akan memberikan jawaban atas pertanyaan Robin. Elsa tidak mau terus menggantung Robin dan membiarkan pria itu berharap pada sesuatu yang takkan pernah menjadi nyata.


"Barang-barangmu sudah di masukan semua ke dalam koper?" Tanya Robin membuat Elsa yang saat ini duduk melamun langsung terperanjat.


"I-iya, iya!" Jawabnya.


"Ada apa? Kamu sakit?" Tanya Robin sembari meletakkan pnggung tangannya di kening Elsa namun Elsa justru menarik tangan Robin kemudian menggenggamnya dengan erat, Elsa menatap mata Robin dengan tatapan yang begitu sendu.


"Ada apa? Jangan membuatku cemas," ucap Robin lirih.


"Aku rasa, mungkin Mayra memang wanita yang tepat untuk menjadi ibu dari anak kita!"


Deg


Robin menahan napas selama beberapa saat mendengar apa yang di katakan Elsa, jantungnya berhenti berdetak dan darahnya seolah membeku. Harapan yang besar nan indah kini di runtuhkan begitu saja oleh Elsa hanya dengan beberapa kalimat singkat itu.


"Aku minta maaf karena aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, Rob." Elsa berkata dengan suara yang tercekat di tenggorokannya, bahkan pandangannya mulai rabun karena air mata yang menggenang di pelupuk matanya, bibir Elsa sudah begetar ingin menangis, sementara Robin masih terdiam seribu kata.


"Aku yakin, Mayra bisa menjadi pendamping yang baik untukmu jadi kamu terima saja perjodohanmu dengan dia." raut wajah Robin tiba-tiba berubah mara, rahangnya mengetat dan ia menarik tangannya dengan kasar membuat Elsa terkesiap.


"Kamu fikir kamu siapa?" Desis Robin dan seketika air mata Elsa menyelinap begitu saja dari sudut matanya. "Kalau kamu memang mau menolakku, oke! Tapi bukan berarti kamu bisa menyuruhku menerima Mayra, Els!" Air mata Elsa semakin deras namun ia dengan cepat menghapusnya, Elsa mencoba tegar menghadapi apa yang terjadi.


"Tapi ... anak kita butuh sosok ibu, Rob," lirih Elsa yang seketika membuat Robin tersenyum miring.


"Kamu tahu dia butuh sosok ibu tapi ibu kandungnya sendiri tidak mau merawatnya lalu bagaimana bisa kamu berfikir wanita lain mau merawatnya?" Desisnya yang membuat hati Elsa semakin sakit.


"Tapi, Rob. Maksudku....."


Dada Elsa terasa begitu sesak, hatinya seperti tercabik-cabik mendengar perkataan Robin yang penuh emosi itu. Air mata yang sejak tadi ia hapus ternyata percuma saja karena air mata itu terus mengalir membasahi pipinya.


"Bukan begitu maksudku, Rob..." lirih Elsa berusaha menjelaskan alasannya menolak Robin namun Robin sudah tak perduli, karena baginya, Elsa menolaknya hanya karena takut pada orang tuanya seperti yang Elsa katakan dulu.


Robin menarik koper Elsa dan juga koper miliknya dengan kesal kemudian memasukannya ke bagasi mobil, setelah itu ia masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Elsa yang kini hanya berdiri, menatap Robin dengan nanar, bahkan isak tangis tak bisa Elsa tahan.


Karena Elsa tak kunjung masuk ke dalam mobil, Robin meng-klakson berkali-kali dan ia masih menampilkan raut wajah kesalnya.


Elsa masuk ke mobil dan ia menatap Robin seolah memohon agar Robin tidak marah, namun Robin enggan menatap Elsa dan ia hanya fokus pada setir.


Sepanjang perjalanan pulang, mereka seperti orang asing yang tak saling mengenal. Sama-sama terdiam seribu kata, sibuk dengan fikiran dan perasaan yang begitu kacau.


Berjam-jam mereka dalam keadaan yang sama, hingga mereka sampai di paarkiran apartment.


Robin dan Elsa langsung turun dari mobil dan tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil Elsa membuat Elsa hanya bisa terdiam dengan mata yang terbuka lebar, terkejut!


"Mama!"


Tbc...


sambil nunggu episode selanjutnya, mampir ke karya Author Lidiawati06 yang berjudul Legenda Sang Dewi Alam Luxia. Keren loh. mampir yuk!