After Darkness

After Darkness
Episode 112



Elsa mengerang lirih dan ia menggeliat malas saat terbangun dari tidurnya, matanya masih terasa begitu berat namun perutnya sudah keroncongan.


"Padahal tadi malam sudah makan banyak, bahkan jatah bapakmu juga sudah aku makan." Elsa menggumam sembari menepuk perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi. "Kalau begini terus, aku bisa gendut."


Elsa mencuci wajahnya sebelum akhirnya ia turun dari kamar dan bersamaan dengan itu, terdengar suara bel pintu dari luar.


"Siapa sih? Pagi-pagi begini...." Elsa menggumam kesal sambil menguap.


Dengan malas, ia membuka pintu dan matanya langsung terbuka lebar saat melihat siapa yang datang.


"Dimana Robin?" Tanya Bu Anita dengan dingin, namun kemudian pandangan Elsa justru tertuju pada Bi Sum yang berdiri di samping Bu Anita.


"Bi Sum, apa kabar?" Tanya Elsa bahkan ia langsung memeluk Bi Sum yang membuat Bu Anita melongo, begitu juga Bi Sum, namun kemudian ia membalas pelukan Elsa karena Bi Sum juga merindukan dan mengkhawatirkan Elsa.


"Bibi baik, Sa. Kamu sendiri bagaimana?" Tanya Bi Sum yang membuat Bu Anita tersenyum sinis.


"Aku mau bertemu dengan Robin, dimana dia?" Tanya Bu Anita dengan dingin.


"Dia masih tidur, biar aku bangunkan," jawab Elsa dengan wajah datarnya.


"Tidak usah, aku sendiri yang akan membangunkan dia. Kenapa kamu harus berlagak seperti seorang istri, huh?" ketusnya. Elsa tak menanggapi, sesaat ia hanya memandang tajam wanita paruh baya di depannya ini.


Elsa masih sangat sakit hati dengan apa yang Bu Anita lakukan kemarin padanya.


"Jaga mulutmu, Elsa!" Geram Bu Anita dengan tatapan yang begitu tajam, seolah akan memusnahkan Elsa namun Elsa tidak takut sedikitpun, seperti biasa.


"Kamu ingat kejadian kemarin?" Elsa mendesis, ia maju selangkah, menghapus jarak antara dia dan Bu Anita. "Bukankah sudah aku peringatkan? Aku bisa membuatmu menyesal seumur hidup atas apa yang kamu lakukan!" Elsa berkata tepat di depan wajah Bu Anita.


"Aku benci di paksa dan kamu memperlakukanku dengan cara yang sangat aku benci!" Elsa mendesis tajam dengan tatapan yang begitu mengintimidasi, membuat nyali Bu Anita menciut apalagi ketika Elsa mengingatkan dengan perlakuan Bu Anita dulu. "Kamu ingat bagaimana kamu memperlakukanku seperti budakmu? Bagaimana jika aku melakukan hal yang sama pada putramu?" Bu Anita hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. Apalagi saat ia menatap ke dalam mata Elsa, kemarahan yang begitu nyata terlihat jelas di sana.


Sementara Bi Sum tidak tahu harus melakukan apa, ia hanya bisa menjadi penonton dua wanita beda generasi ini. Keduanya sama-sama keras kepala dan tidak akan ada yang mau mengalah.


"Jaga bicaramu, Elsa!" Bu Anita juga mendesis tajam "Atau aku akan membuat kamu dan keluargamu menderita!"


Elsa langsung berseringai, mengejek apa yang di ucapkan Bu Anita. "Silakan, aku tunggu tanggal mainnya!" Tantang Elsa yang membuat Bu Anita semakin marah dan ia mendorong pundak Elsa dengan sangat kasar yang membuat Elsa langsung terjatuh ke lantai, Elsa mengerang sakit sambil memegang punggungnya.


"Elsa...." pekik Bi Sum dan ia langsung berusaha membantu Elsa berdiri namun Bu Anita menarik baju Bi Sum, melarangnya membantu Elsa yang masih meringis sakit.


"Agh, sialan!" Geram Elsa.


"Aku pastikan akan menghancurkan kamu dan...."


"MAMA...!"


Tbc....