
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Barakallahu fikum.
Hai, Readers tercinta Sky.
Maaf ya, ini bukan update tapi promosi cerita teman Sky.
Author Ingin menjelaskan sesuatu dalam rangka promosi yang selalu kami para Author lakukan. Semata-mata ingin saling membantu sesama author dan juga ingin mendapatkan pahala juga 🥰
Tahu nggak Gaees..
Didalam ajaran Islam, saling tolong menolong dalam kebaikan merupakan suatu perbuatan yang terpuji. Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertakwa dan gemar mengulurkan bantuan kepada sesama.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa"
(QS al-Maidah:2).
Di dalam sebuah hadits Nabi Muhammad ﷺ juga menganjurkan amalan tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa berjalan untuk menolong saudaranya dan kemanfaatannya, maka baginya pahala orang-orang yang berjuang di jalan Allah.”
So, please, jangan marah ya 🙏🥰 kalau kami sedang berpromo 🙏🥰
Mau surga nggak? 😉
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani)
Oke, Intip cuplikan cerita menarik nya, Yuk.
...-TAHANAN CINTA CEO - IRMA KIRANA-...
*Aku tanya untuk yang terakhir kalinya, apa kamu ingin bercerai?" tanya Ray sambil meletakkan kembali bolpoin nya ke meja.
"Kan aku sudah bilang iya!"seru Tisha tegas
"Kamu tidak mencintai ku lagi?"
"Kenapa kamu terus berbelit-belit seperti ini? tinggal tanda tangan saja, apa susahnya?" Tisha kesal karena Ray terus menahan nya untuk bercerai.
"Apa sangat mudah bercerai dariku? Apa kamu sangat ingin berpisah denganku? Sejujurnya, tanganku tidak bisa menggoreskan tinta di pada surat ini. Karena jika aku menandatangani nya...maka kamu akan aku akan berpisah," Ray mengigit bibir bawahnya, matanya menatap Tisha dengan berkaca-kaca.
Setelah semua yang kulakukan selama satu minggu ini ternyata tidak bisa membuatnya berada disisiku selamanya. Apa akhirnya aku harus bercerai lalu menikah dengan wanita yang bahkan tidak aku cintai?
Kenapa dia memasang wajah seperti itu? apa dia berharap aku mempertahankan pernikahan ini? Pernikahan yang selalu menjadi duri dalam hidupku? Jangan mimpi! Aku tidak mau dibodohi lagi oleh cinta.
Tisha menatap tajam ke arah suaminya, di matanya ada cinta dan benci berpadu jadi satu.
"Sejak awal pernikahan kita bukanlah pernikahan yang sebenarnya bukan? Kenapa kamu masih mau mempertahankan nya? Jangan bodoh, kamu saja tidak mencintaiku" ucap Tisha sinis.
"Aku mencintaimu Latisha!!" seru Ray tegas, penuh perasaan mengatakan isi hatinya.
"Kalau kamu mencintaiku, makan tidak akan pernah ada orang ketiga dalam hubungan kita" Tisha merasa semuanya sudah percuma, dia tak mau mendengar lagi kata cinta untuknya dari mulut Ray. Sekarang perasaan cinta itu mungkin hampir terbakar habis oleh rasa jijiknya pada Zee dan Ray.
"Tidak bisakah, aku dapat kesempatan sekali lagi Tisha.."
"Kesempatan yang aku berikan pada kakak, sudah kakak hancurkan," jawab Tisha sedih.
"Kalau aku tidak menikahi Zefanya, apa kamu masih mau bersamaku?"tanya Ray yang sangat mengharapkan jawaban ya dari Tisha.
"Mau kamu bersamanya atau bersama orang lain sekalipun, kita akan tetap bercerai kak" jawab Tisha dengan senyuman tegar tersirat di bibirnya. Tisha sepenuhnya ingin kebebasan dari pernikahan yang sudah mengikatnya selama dua tahun.
Pernikahan tanpa cinta, kasih sayang satu sama lain, tanpa kepercayaan yang kuat, tidak akan bisa bertahan lama.
Ray memegang bolpoin itu dengan tangan yang bergetar, jika ia menandatangani surat itu artinya Tisha akan berpisah selamanya darinya dan akan sulit untuk kembali. Ray masih tidak mau bercerai, ia berharap masih bisa mengulur waktu untuk bersama Tisha. Mengapa saat ia menyadari perasaannya pada Tisha, malah terjadi hal seperti ini?
Hatinya berdegup kencang, kepalanya berdenyut-denyut, tangannya bergetar. Ray enggan menandatangani surat itu.
Tidak! aku tidak boleh menyerah semudah ini.
PRAK
Apa yang dia lakukan? Kenapa dia meletakkan kembali bolpoin nya ke meja?
Tisha terkejut karena Ray menyimpan kembali bolpoin nya bukan menandatangani surat itu, raut wajah pria itu berubah menjadi menyeramkan.
"Kamu mau bercerai kan? kalau begitu hari ini layani aku sebagai suamimu untuk yang terakhir kalinya," Ray menatap tajam Tisha, dia mulai berfikiran gila, entah dia kehilangan akal sehat nya atau tidak.
"Apa maksud kamu? Layani??" tanya Tisha dengan wajah bingungnya.
"Tidur denganku, layani aku," ucap Ray dengan nada yang tegas dan senyum yang menyeringai.
Tisha ternganga dibuatnya, "APA?
.........
Seru kan? Cus, cek full nya di*