After Darkness

After Darkness
Episode 32



Saat bangun dari tidur nya, Elsa merasa begitu lapar dan haus. Ia pun mengambil botol minum nya namun sayangnya botol itu sudah kosong, membuat Elsa berdecak kesal.


Elsa beranjak dari kasur mungil nya yang membuat ia selalu merasa sakit punggung setiap bangun di pagi hari.


Elsa pun segera pergi ke dapur tanpa memperdulikan penampilan nya yang acak acakan.


Sementara di dapur, Robin sedang menunggu Bi Sum yang membuatkan nya kopi.


"Gara gara tadi malam, aku benar benar mengantuk sekarang" kata Robin sambil menguap. Ia sudah rapi dengan setelan jas hitam nya, hari ini ia punya jadwal yang sangat penting dengan investor perusahaan nya.


Robin merasa sedikit gugup sebenarnya, karena ia tidak punya pengalaman apapun dalam hal seperti ini. Namun Robin sangat percaya diri, ia pasti mampu menghandle bisnis keluarga nya.


"Kue nya di habisin, Den?" tanya Bi Sum sambil mengadu kopi nya.


"Sisa sedikit saja, Bi. Nanti keluarkan dari kamar Mama ya, kalau Mama sudah bangun" kata Robin.


"Iya, Den. Memang nya tadi malam Nyonya sama Den Robin tidur jam berapa? Tumben Nyonya jam segini belum bangun" ujar Bi Sum.


"Malam, Bi. Sampai jam 2, habis makan kue kami nonton film, kami ngobrol eh, tahu tahu sudah jam 2" kata Robin.


"Mungkin karena sudah lama kalian tidak mengobrol" kata Bi Sum sambil tersenyum senang, ikut merasa bahagia atas hubungan Robin dan Bu Anita yang terlihat semakin dekat sejak Robin kembali ke rumah ini. Bi Sum memberikan segelas kopi panas nya itu pada Robin.


"Ouch, Ouch panas...panas!" teriak Elsa yang tentu saja membuat Robin langsung panik.


Ia segera meletakkan gelas nya asal dan menarik tangan Elsa, membawa nya ke wastafel kemudian ia langsung menyiram lengan Elsa yang terkena kopi panas itu. Robin tampak merasa bersalah, bahkan ia menggulungkan lengan baju Elsa yang sudah basah. Robin meringis saat melihat lengan mungil Elsa yang putih itu kini memerah. Ia menyiram lengan Elsa dengan merata, begitu perduli dan tulus.


"Dasar sialan kamu tuh ya, jahat banget. Ini tindak kriminal!!!" seru Elsa tiba tiba dengan lantang yang langsung membuat rasa bersalah dan cemas Robin langsung menguap seketika, seolah ia tersadar siapa yang sedang ia pedulikan saat ini. Raut wajah cemas nya kini telah musnah dan berganti dengan raut wajah arogan nya.


Robin menatap Elsa dan langsung menghempaskan tangan Elsa dengan kasar membuat Elsa meringis perih.


"Auch, apa apaan kamu ini..." teriak Elsa lagi kemudian ia meniup lengan nya itu yang terasa panas dan perih itu.


"Aku sudah bantuin, bukan nya berterima kasih kamu malah meneriaki aku melakukan tindak kriminal?" desis Robin marah.


"Memang iya, kamu melakukan tindak kriminal. Kamu menyiram ku dengan kopi panas, aku bisa melaporkan mu ke polisi" gertak Elsa yang membuat Robin tertawa mengejek.


"Silahkan, dan setelah itu akan menyiram wajah mu dengan air keras" ujar Robin yang membuat Elsa melongo.


"Tahu gini, seharusnya aku racun saja kue ulang tahun Mama mu itu. Biar kalian semua mati!!!"