After Darkness

After Darkness
Episode 140



Elsa mengatur napasnya yang terputus-putus setelah mendapatkan pelepasan yang luar biasa hanya dengan permainan jari Robin, ia terlihat puas, begitu juga dengan Robin. Ada kebangggan tersendiri baginya saat melihat Elsa mencapai pelepasan dan menjeritkan namanya dengan begitu seksi


Robin menarik jarinya dari lembah yang panas dan kini banjir itu, Elsa kembali mengerang lirih dan saat ia menatap Robin, wajahnya langsung merah padam.


"Apa yang baru saja aku lakukan?" Elsa hanya bisa berteriak dalam hati, ia merutuki kebodohannya yang bertingkah seperti wanita murahan namun ia memang tak bisa menahan diri.


Robin menurunkan gaun Elsa dengan benar, bahkan ia kembali memungut selimut yang tergeletak di lantai dan menyelimuti tubuh Elsa.


"Tidurlah...." Robin berkata sambil tersenyum yang membuat Elsa merasa salah tingkah, tatapannya tertuju pada bagian bawah tubuh Robin, terlihat begitu besar dan menonjol, pasti terasa sakit dan sesak, dan pasti juga hasrat Robin memuncak.


"Kamu mau kemana?" Tanya Elsa dengan suara yang parau dan tatapan yang tidak fokus.


"Aku akan kembali ke kamar," jawab Robin sembari membersihkan jarinya dengan tissue kemudian melempar tissue itu ke tempat sampah. Elsa beranjak duduk sembari menarik tangan Robin.


"Kenapa kamu berhenti? Bukannya kamu juga membutuhkanku?" Hati Robin berdesir mendengar pertanyaan Elsa, itu seperti undangan untuk bercinta apalagi Elsa menyusuri lengan Robin dengan tangan mungilnya itu, hasratnya sebagai lelaki tentu semakin memuncak dan Robin sangat menginginkan hal itu, namun Robin tahu, ini tidak benar.


"Ini sudah malam, Els. Tidurlah!" Robin berusaha berkata dengan tegas, namun suaranya terdengar serak dan parau akibat hasrat yang ia tahan.


"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Elsa lagi yang membuat Robin menggeram tertahan. Elsa benar-benar seperti sedang merayunya sekarang.


"Apa kamu mau kita bercinta malam ini?" Robin bertanya dengan frontal yang membuat Elsa langsung terkesiap, ia langsung menjauhkan tangannya dari lengan Robin.


Bercinta dengan Robin?


Jika boleh jujur, Elsa sangat menginginkan hal itu namun tidak mungkin Elsa menjawab iya atas pertanyaan Robin.


"Aku kembali ke kamarku dulu, kalau kamu butuh sesuatu, panggil saja aku!" Elsa hanya mengangguk pasrah, bahkan saat Robin mendorong pundaknya hingga Elsa kembali terlentang di atas ranjang.


"Tidurlah denganku malam ini...." Robin kembali terkesiap mendengar permintaan Elsa, ia menatap mata wanita itu lekat-lekat. "Aku hanya ingin memelukmu, itu saja," kata Elsa kemudian.


"Kenapa?" Tanya Robin bingung.


"Aku ... sebenarnya aku suka sekali dengan aroma tubuhmu, itu pasti bawaan bayi," kata Elsa bahkan ia setengah merengek manja dengan tatapannya yang sayu.


Robin juga mengerti hal ini, dan ia percaya itu bawaan bayinya seperti di artikel yang ia baca. Akan ada banyak sikap ajaib wanita yang hamil.


"Kalau kamu tidak mau, ya sudah," kata Elsa yang mulai merajuk. Robin terkekeh, kemudian ia naik ke atas ranjang dan menarik Elsa ke dalam dekapannya, Elsa tersenyum senang dan ia langsung menenggelamkan wajahnya di leher Robin, menghirup aroma Robin sampai ia puas.


"Andai aku bisa memelukmu seperti ini setiap malam, Els."


Robin membelai rambut Elsa dengan sayang, menimbulkan perasaan nyaman dan damai di hati Elsa, bahkan tanpa ragu, ia melingkarkan lengannya di pinggang Robin dan saat mendesakan tubuhnya ke tubuh Robin, Elsa merasakan tonjolan yang begitu keras di bawah sana.


"Jangan bergerak terus, Els. Atau aku benar-benar akan lepas kendali."


Elsa hanya tersenyum dan ia bergelenyut manja di pelukan Robin.


Tbc....